Berkah Perang Dagang bagi Pilpres AS 2020

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Ketika pembicaraan perdagangan dilanjutkan antara China dan Amerika Serikat (AS), penasihat Presiden AS Donald Trump yakin dia dapat menggambarkan sikapnya terhadap Beijing sebagai kekuatan dalam pemilihan Presiden 2020, meskipun telah membuat konsesi dan belum mencapai kesepakatan. Kamis (11/7), Presiden Trump dan Xi di Osaka, Jepang bulan lalu sepakat untuk genjatan senjata. Kesepakatan itu tercapai karena janji Trump untuk tidak mengenakan tarif baru terhadap produk-produk China dan mengurangi pembatasan terhadap perusahaan teknologi China yakni Huawei Technologies Co,Ltd. Kesepakatan di Osaka tersebut merupakan awal baru pasca pembicaraan kedua negara perekonomian terbesar dunia tersebut macet sejak Mei. Negosiator China dan AS berbicara melalui telepon pada hari Selasa dan sedang mendiskusikan pertemuan tatap muka di masa depan. Tetapi tidak ada batas waktu yang ditetapkan untuk mencapai kesimpulan. Hal ini membuka kemungkinan negosiasi yang berlarut-larut dan berlangsung hingga tahun depan saat Trump kembali bertarung memperebutkan kursi presiden AS. "Saya pikir Anda memasuki tahun 2020 sebelum ada resolusi untuk ini," kata Steve Bannon, mantan kepala strategi Gedung Putih Trump, yang telah mengadvokasi sikap keras terhadap Beijing. Dia memuji keputusan Trump untuk mengambil tarif baru dari meja dan fleksibel pada Huawei karena itu membuat pembicaraan antara kedua negara berjalan lagi. "Saya pikir itu akan membantunya secara politis karena itu adalah kenyataan dunia yang kita tinggali," kata Bannon. Amerika Serikat ingin China mengubah apa yang dianggapnya praktik perdagangan tidak adil termasuk pencurian kekayaan intelektual, transfer teknologi paksa oleh perusahaan AS ke mitra China mereka, dukungan untuk perusahaan milik negara dan manipulasi mata uang. Trump telah mengenakan tarif 25% terhadap barang-barang impor dari China senilai US$ 250 miliar dan telah berjanji hanya untuk menerima kesepakatan dengan Beijing yang mencakup reformasi struktural dengan cara Cina melakukan bisnis. Tarif pembalasan Beijing tahun lalu atas impor barang-barang pertanian AS telah memukul para petani AS, sebuah daerah pemilihan yang membantu mendorong Trump menuju kemenangan pada tahun 2016. Tetapi Trump yang membobol China sebagai kandidat presiden pada tahun 2016 menyenangkan para pendukungnya, dan ia kemungkinan akan menyoroti kebijakan tarifnya sebagai tanda ketangguhan pada 2020. Washington dan Beijing hampir menyelesaikan kesepakatan pada Mei ketika para pejabat China menolak keras persyaratan bahwa mereka mengubah undang-undang untuk melaksanakan reformasi, kata para pejabat AS. Sementara para pemimpin A.S. lainnya telah menekan China untuk mengubah praktik bisnisnya, tim negosiasi Trump bisa dibilang membawa Beijing lebih dekat daripada yang pernah terjadi pada kesepakatan untuk berubah.
Tag :

Berita Terbaru

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…

Harga Kedelai Melonjak Ugal-ugalan, Produsen Tempe di Lumajang Terancam Tak Sanggup Produksi Lagi

Harga Kedelai Melonjak Ugal-ugalan, Produsen Tempe di Lumajang Terancam Tak Sanggup Produksi Lagi

Minggu, 05 Apr 2026 13:56 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Para produsen tempe di Lumajang, Jawa Timur mengeluh dan menjerit usai harga kedelai melonjak ugal-ugalan yang juga dipicu imbas…