Foto: Mengintip Perjuangan Di Kampung Kumuh 1001 Malam Surabaya Yang Belum

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SP/Julian. Menengkok kehidupan warga 1001 mapam yang masih berjuang dari himpitan gedung-gedung megah di Surabaya. Sejenak melihat di sudut kota, ternyata Kisah Negeri 1001 malam bukan hanya ada di dalam Dongeng belaka, yang menceritakan Aladin dan Lampu Ajaib. Gemerlap keajaiban dari tanah Persia. Nama besar 1001 malam, ternyata juga ditemui di Kota Surabaya, Kota para Pejuang. Bedanya warga disana menanti yang namanya ‘keajaiban’ mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Surabaya dengan banyaknya truk yang berlalu lalang di atas pemukiman. Heningnya suasana dikejutkan dengan empat bocah berteriak kencang "Om... Foto, om... Foto po’o" sembari mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya, suara itu perlahan membuat aktifitas warga berhenti sejenak dari dalam hempitan siku rumah berbahan Triplek tanpa cendela. Hampir separuh penghuni mulai keluar satu persatu sambil menata rambut bahkan merapihkan pakaiannya. Warga di kawasan Kelurahan Dupak, Kecamatan Krembangan Surabaya, Jawa Timur ini menyambut kedatangan kami sambil menawarkan jasa perahu untuk menyebrang kali yang tepat di bawah Tol. Lokasi ini berada di tengah hunian rungsep yang ditempati sekitar kurang lebih 200 Kepala Keluarga (KK). Keberadaan kampung 1001 malam ‘terisolir’, dari perkampungan di sekitar kawasan Lasem Baru. Akses menuju kesana pun berliku. Melintasi jalan setapak di bantaran Kali Anak, Morokrembangan, dan harus masuk dibawah beton Jalan Tol, serta melintasi kali menggunakan prahu tambang. Kampung yang sudah ada sejak tahun 1999 silam ini, berada tepat dibawah Jalan Tol Dupak. ‘Gapura’ berupa kaki beton menjadi pintu masuk kedalam perkampungan. Didalam, warga biasa berjalan dengan kondisi membungkukkan badan. Melewati lorong gelap selama lima menit, baru lah sampai kawasan rumah-rumah kumuh 1001 malam. Kenapa dinamakan Kampung 1001 malam? “Kalau mau kekampung sini harus melintas di kegelapan (Kaki Jembatan Tol). Kondisinya gelap. Namun, bisa melihat bintang sesudah masuk kampung ini, selain itu mereka juga mengharapkan keajaiban seperti cerita 1001 Malam yang penuh keajaiban terjadi” kata Sudarjo, salah satu Tokoh Masyarakat Kampung 1001 malam. Usianya sudah menginjak 68 tahun. Ialah yang menamakan kawasan tersebut. Termasuk menjadikan kawasan dibawah Jalan Tol ini menjadi ‘hunian’ warga. Dulu, wilayah tersebut hanya dataran dipenuhi ilalang. Tak banyak yang tinggal. Hanya para pemulung. Namun, suasananya ‘seram’. ”Disini sering jadi tempat persembunyian pelaku kejahatan. Khususnya Bajing Loncat,” terangnya. Kondisi gelap gulita, dan tidak seberapa curam dari akses tol, memudahkan jalanan tersebut ‘aman’. “Namun, sejak tahun 2000, Saya bersama warga lain mulai berbenah. Tidak ada lagi jadi tempat persembunyian. Karena, sebagian besar pekerjaan warga disini pemulung dan supir,” lanjut Tokoh tersebut. Sebenarnya, pemukiman ini menjadi satu lahan dengan perkampungan sekitaran Dupak Bandarejo. Namun, kondisi tersebut ‘pecah’ karena dilintasi akses jalan tol. Sebagai perkampungan baru, warga disana meminta adanya perhatian dari Pemkot. Kehidupan kampung 1001 malam mulai menarik perhatian, itu dilakukan oleh sejumlah komunitas untuk melakukan kegiatan sosial.
Tag :

Berita Terbaru

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Setelah beberapa Minggu lalu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah diresmikan operasionalnya oleh Presiden Prabowo…

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan   ‎

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan  ‎

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

‎ ‎ SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Walikota non aktif Maidi tampil beda dibanding dua terdakwa lainnya dalam sidang perdana kasus dugaan korupsi dana CSR dan fee …

Demo Tolak BBM Naik 

Demo Tolak BBM Naik 

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Jumat hari ini (12/6), jadwalkan demo tolak BBM naik. Aksi demonstrasi mahasiswa dari BEM UI itu…

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seorang pengusaha asal Sukabumi H Mujazin menuntut pengembalian dana sekitar Rp218,2 miliar yang disetorkan sebagai talangan untuk…

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank terbesar kedua di Malaysia, CIMB Group Holdings, menilai ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia meski saat ini…

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Menyambut momentum bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, Polres Gresik memperkuat koordinasi bersama b…