Ditengah Penentangan Larangan AS, Huawei Punya Kejutan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Raksasa teknologi China, Huawei. Mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya akan terus menantang konstitusionalitas larangan terbaru AS terhadap agensi untuk membeli peralatan telekomunikasi perusahaan. Pemerintah AS pada hari Rabu mengeluarkan peraturan sementara, yang melarang agen federal membeli peralatan dan layanan telekomunikasi dari lima perusahaan China, termasuk Huawei, menurut situs web resmi yang dikelola oleh Administrasi Layanan Umum, badan pemerintah AS yang bertanggung jawab untuk melakukan kontrak. Dalam sebuah pernyataan media, perusahaan yang berbasis di Shenzhen menyebut tindakan itu "tidak terduga" karena ini merupakan pengundangan berkelanjutan dari aturan yang ditetapkan oleh Undang-Undang Administrasi Pertahanan Nasional atau National Defense Administration Act (NDAA) tahun 2019. NDAA, yang ditandatangani oleh Presiden Donald Trump tahun lalu, termasuk larangan terhadap lembaga pemerintah AS dan mereka yang menerima hibah dan pinjaman federal dari melakukan bisnis dengan Huawei dan perusahaan yang secara substansial menggunakan produk Huawei. "Undang-undang NDAA dan ketentuan implementasinya tidak akan melakukan apa pun untuk memastikan perlindungan jaringan dan sistem telekomunikasi A.S. dan lebih merupakan penghalang perdagangan berdasarkan negara asal," kata perusahaan itu. Huawei mengatakan akan terus menantang konstitusionalitas larangan tersebut di pengadilan federal A.S. Pada tanggal 27 Mei, Song Liuping, kepala petugas hukum Huawei, menulis dalam sebuah artikel opini di Wall Street Journal bahwa Huawei telah menuntut dan akan mengajukan mosi untuk penilaian singkat yang meminta pengadilan AS untuk menyatakan hukum NDAA tidak konstitusional. Meski mendapat kejutan tak terduga dari AS, Huawei Technologies Co juga telah memberikan suatu kejutan dengan peluncuran sistem operasi Harmony OS yang sangat dinanti pada hari Jumat, dan hal ini sebagai penanda dorongan raksasa teknologi China itu untuk membangun ekosistem perangkat lunaknya sendiri. Langkah ini juga diharapkan untuk mengimbangi pengaruh pembatasan pemerintah AS atas penggunaan sistem operasi Google Android di telepon pintar dan perangkat keras lainnya. Yu Chengdong, CEO kelompok bisnis konsumen Huawei, mengatakan sistem operasi diperlukan untuk mengatasi tantangan masa depan di era internet, dan sulit untuk memberikan pengalaman yang lancar di berbagai perangkat dengan jutaan baris kode. Tidak seperti nama HongMeng yang banyak diharapkan, Huawei mengadopsi Harmony untuk sistem operasinya sendiri untuk menyelesaikan semua masalah ini. Yu mengatakan beberapa fitur Harmony telah digunakan dalam model smartphone premium dan perangkat lainnya.
Tag :

Berita Terbaru

Tekan Angka Perceraian, Pemkab Lamongan MoU dengan PA dan Stakeholder

Tekan Angka Perceraian, Pemkab Lamongan MoU dengan PA dan Stakeholder

Kamis, 23 Apr 2026 16:36 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 16:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Membludaknya kasus perceraian menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lamongan, dan pada Kamis, (23/4/2026) dilakukan…

Eksepsi Gus Atho' dkk Ditolak, Sidang Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Lanjut ke Tahap Pembuktian

Eksepsi Gus Atho' dkk Ditolak, Sidang Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Lanjut ke Tahap Pembuktian

Kamis, 23 Apr 2026 16:33 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 16:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menolak nota keberatan (eksepsi) yang diajukan oleh tiga terdakwa d…

Dua Pelaku Curanmor di 11 TKP Berhasil Dibekuk Satuan Reserse Polres Blitar Kota

Dua Pelaku Curanmor di 11 TKP Berhasil Dibekuk Satuan Reserse Polres Blitar Kota

Kamis, 23 Apr 2026 15:33 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dua pelaku curanmor di Wilkum Polres Blitar Kota dalam waktu singkat berhasil di bekuk Sat.Reskrim Polres Blitar Kota, dua pelaku VA…

Cegah Pemasungan Berulang, Dinsos Probolinggo Ajukan Rehabilitasi ODGJ Leces

Cegah Pemasungan Berulang, Dinsos Probolinggo Ajukan Rehabilitasi ODGJ Leces

Kamis, 23 Apr 2026 15:07 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 15:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui program rehabilitasi sosial di UPT Bina Laras, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Sosial (Dinsos)…

Harga Minyak Goreng dan Plastik Ugal-ugalan, Produsen Kerupuk Terpaksa Perkecil Ukuran Demi Tetap Berjualan

Harga Minyak Goreng dan Plastik Ugal-ugalan, Produsen Kerupuk Terpaksa Perkecil Ukuran Demi Tetap Berjualan

Kamis, 23 Apr 2026 14:58 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 14:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menindaklanjuti harga minyak goreng yang mengalami kenaikan rata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Madiun, Jawa…

Gerakan Tanam Serempak di Kota Mojokerto Hadapi Kemarau dan Jaga Ketersediaan Pangan

Gerakan Tanam Serempak di Kota Mojokerto Hadapi Kemarau dan Jaga Ketersediaan Pangan

Kamis, 23 Apr 2026 14:45 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 14:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto menggelar gerakan percepatan tanam serempak di Lingkungan Keboan, Kelurahan Gunung Gedangan. Kegiatan…