Dua Bocah Dijadikan PSK, Tarif 300 Ribu Sekali Kencan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Tenggarong –Mawar dan Bunga (bukan nama sebenarnya) dua bocah SMP yang masih berumur 14 dan 15 tahun menjadi korban human trafficking atau perdagangan manusia. Keduanya dipekerjakan sebagai PSK di sebuah lokalisasi di kecamatan Muara Jawa, Kukar. Kedua bocah yang berasal dari kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur ini dipaksa melayani tamu hidung belang sejak 2 bulan yang lalu. Awal kasus ini mulai terungkap dari laporan orang tua Mawar ke Mako Polsek Muara Jawa, Senin (9/9/2019) pukul 10.00 WITA, bahwasannya putrinya sudah tidak pulang kerumah sekitar 2 bulan yang lalu. Dari informasi orang tua korban, putrinya berada di sebuah lokalisasi di Muara Jawa. “Anggota kami langsung mendatangi TKP, tapi saat itu pemilik wisma menyembunyikan korban dan bilang tidak ada korban yang dimaksud,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kapolsek Muara Jawa AKP Anton Saman, Selasa (10/9/2019). Unit Reskrim Polsek Muara Jawa melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi kalau korban disuruh kabur ke kelurahan Dondang, Muara Jawa, Kutai Kartanegara. Anggota akhirnya berhasil menemukan Mawar di dekat jembatan Dondang, ia mengaku dipekerjakan sebagai PSK oleh IW(39), pemilik wisma di lokalisasi tersebut. Mendapat informasi tersebut, IW pun segera diringkus. Setelah diringkus, IW selaku pemilik wisma mengatakan Mawar datang bersama temannya Bulan untuk mencari pekerjaan. Kemudian keduanya bertemu BA (64), warga Bantuas, Kecamatan Palaran, Samarinda. "Lalu BA ini menghubungi IW dan menawarkan kedua korban untuk bekerja di tempatnya," tuturnya. IW menjemput korban ke Bantuas dan membawanya ke Muara Jawa. Ia memberikan uang komisi kepada BA senilai Rp 1 juta. Sampai di lokalisasi, kedua korban langsung dipaksa melayani tamu hidung belang. "Sekali melayani tamu, korban dibayar Rp 300 ribu," kata Anton. Bulan, teman Mawar, sempat kabur dari kompleks lokalisasi dua hari lalu. Ia dijemput temannya dari Palaran. Korban kembali pulang ke rumahnya di Muara Badak. Polisi membawa Bulan ke Polsek Muara Jawa untuk dimintai keterangannya. Kedua pelaku dipekerjakan sebagai PSK di kompleks lokalisasi sejak 13 Juli 2019 pukul 22.30 WITA. Mawar sendiri kabur dari rumahnya di Muara Badak dan pergi bersama Bulan ke Bantuas, Kecamatan Palaran, Samarinda. Sampai di Palaran, motor Mawar dijual oleh temannya. Ia takut untuk pulang ke rumah. Uang hasil jual motor dipakainya untuk biaya kos di Palaran selama sebulan. Setelah uang habis, kedua korban berencana untuk mencari kerja. "Ada seseorang menghubungi BA yang merupakan warga Bantuas. Lalu BA menelepon RA yang sekarang buron, hingga kemudian kedua korban dijemput oleh IW," ucap Anton. IW dan BA ditangkap polisi pada Senin (9/9/2019) malam. Kedua pelaku dikenakan Pasal 2 UURI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo Pasal 76 f, Jo Pasal 83 UURI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Tag :

Berita Terbaru

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Mulai November 2026, Diprediksi Awal Musim Hujan di Magetan Secara Bertahap

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 15:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menunggu datangnya musim hujan di Kabupaten Magetan diprakirakan mulai berlangsung secara bertahap pada akhir 2026. Untuk Kecamatan…

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Pemkot Batu Wajibkan Warga hingga Hotel Pilah Sampah Jadi 3 Jenis per 1 Oktober

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai wujud peduli sampah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai memberlakukan gerakan Batu Pilah Sampah dari Rumah menjadi tiga…

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Hadapi Anomali Musim, Produksi Tembakau di Jombang Menyusut 50 Persen

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena cuaca yang cenderung kering membuat kualitas daun tembakau relatif baik, namun pasokan air yang terbatas menyebabkan hasil…

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Angka Stunting Naik 2 Persen, Pemkot Batu Perkuat Intervensi Lintas Sektor

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 14:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mencatat adanya kenaikan sekitar 2 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya, yakni dari 10,19…

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Tegaskan Masih Uji Lab, Bantuan Seragam Gratis di Lumajang Molor Hingga Oktober 2026

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 13:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Lumajang menegaskan adanya keterlambatan distribusi seragam gratis bagi…

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Warga Baosan Lor Ponorogo Jadi Korban KM Virgo Transport 8, Hingga Kini Masih Hilang

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 12:29 WIB

SURABAYAPAGI.com,Ponorogo — Keluarga Menika Susanti, warga Dukuh Krajan, Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, hingga kini masih menunggu k…