Kementan RI Ajak Petani Tradisional Beralih ke Modernisasi Pertanian

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Dalam kunjungan kerjanya ke Desa Banyakan, Kabupaten Kediri, Menteri Pertanian (Mentan) RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP mengajak para petani untuk beralih ke sistem pertanian modern. Sistem tersebut dinilai sangat membantu dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Pasalnya dengan sistem modernisasi pertanian sangat menghemat waktu dan biaya bagi para petani. Modern pertanian ini sekaligus memiliki target peningkatan produksi dan produktivitas hasil pertanian. Pemerintah sendiri menerapkan sistem tersebut dengan kerangka teknologi yang dikemas dalam bentuk mekanisasi 4.0. Selama ini pemerintah, lanjut Andi Amran, sudah berupaya bertransformasi pertanian tradisional ke pertanian modern. Menurutnya banyak manfaat dalam sistem modernisasi tersebut. Biasanya dalam masa tanam petani harus membutuhkan 20 orang untuk 1 hektar. Begitu pula masa panen yang membutuhkan 20 hari satu orang dengan luas 1 hektar. "Dengan sistem modernisasi hari ini jika kita hitung mulai tanam, olah, panen kita hanya butuh 2 bulan. Saat panen kalau menggunakan alat hanya butuh waktu 3 - 5 jam bisa selesai satu hektar. Jadi kita bisa memangkas waktu sampai 90 persen dan biaya bisa kita tekan sampai 50 persen lebih," ucapnya, Rabu (9/10/2019). **foto** Andi Arman menambahkan, jika petani di Indonesia sudah mulai menggunakan pertanian modernisasi maka Indonesia bisa bersaing dengan negara lain. Pemerintah memiliki target 10 tahun mendatang Indonesia bisa bersaing dengan Jepang dan Brazil dalam pertanian. "Teknologi saat ini sudah baik. Jadi tinggal bagaimana kita menerapkan ke seluruh Nusantara. Alhamdulilah saat ini pemuda tani sudah turun ke sawah. Sudah 500 ribu orang yang ikut Gempita. Dan hasilnya di era pemerintahan Jokowi-JK, ekspor kita naik 9 juta ton. Beras kita melimpah seperti kita lihat di Kediri," imbuhnya. Untuk diketahui, Jawa Timur menjadi lokasi terbesar pemberian bantuan dari Menteri Pertanian RI. Totalnya sebesar 39 ribu bantuan berupa alat dan mesin pertanian. Sementara Kediri menerima sebesar 682 alsintan. Sementara Kementrian Pertanian sejak 2018 telah memulai riset terkait teknologi alat dan mesin pertanian yang berbasis Internet of Thing, Cyiber Physical Syestem dan Management Information System. Beberapa karya Kementrian Pertanian dalam membangun mekanisasi 4.0 adalah Drone penebar benih, drone penebar pupuk, drone spayer pestisida, robot tanam padi, autonomous traktor dan mesin panen serta olah tanah. Can
Tag :

Berita Terbaru

Dukung Pelaksanaan Haji 2026, Pemkab Gresik Sediakan Obat dan Kursi roda bagi CJH

Dukung Pelaksanaan Haji 2026, Pemkab Gresik Sediakan Obat dan Kursi roda bagi CJH

Kamis, 23 Apr 2026 12:01 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Dalam rangka mendukung Musim Haji 2026 berjalan dengan aman dan lancar khususnya kesehatan dan mobilitas selama pelaksanaan ibadah…

Peringati Hari Bumi, Pemkab itubondo Galakkan Gerakan Tanam 20 Ribu Bibit pohon

Peringati Hari Bumi, Pemkab itubondo Galakkan Gerakan Tanam 20 Ribu Bibit pohon

Kamis, 23 Apr 2026 11:36 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai salah satu rangkain menyambut Peringatan Hari Bumi, saat ini PEmerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo bersama Aparatur…

Buka Giling 2026, PG Meritjan Kediri Libatkan UMKM Gerakkan Roda Perekonomian

Buka Giling 2026, PG Meritjan Kediri Libatkan UMKM Gerakkan Roda Perekonomian

Kamis, 23 Apr 2026 11:27 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 11:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Meriahnya rangkaian buka giling 2026 di emplasemen Pabrik Gula (PG) Meritjan Kediri, Jawa Timur, akan turut melibatkan banyak Usaha…

Tak Penuhi Standar MBG, BGN Setop Operasional Dua SPPG di Pamekasan

Tak Penuhi Standar MBG, BGN Setop Operasional Dua SPPG di Pamekasan

Kamis, 23 Apr 2026 11:13 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 11:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Menindaklanjuti masalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih tidak memenuhi standar operasional yang telah…

Selama Musim Tanam dan Akhir Tahun 2026, Pemkab Ngawi Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman

Selama Musim Tanam dan Akhir Tahun 2026, Pemkab Ngawi Pastikan Stok Pupuk Subsidi Aman

Kamis, 23 Apr 2026 11:05 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 11:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi, Jawa Timur, melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat menegaskan jika…

Cuaca Ekstrem, BPBD Ponorogo Gencarkan Edukasi dan Tingkatkan Mitigasi Bencana

Cuaca Ekstrem, BPBD Ponorogo Gencarkan Edukasi dan Tingkatkan Mitigasi Bencana

Kamis, 23 Apr 2026 10:59 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 10:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti cuaca ekstrem sejak awal Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Badan Penanggulangan Bencana…