Ratusan Santri dan Generasi Muda Kota Kediri Ikuti Bedah Buku Fikih Kebangs

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amin Kota Kediri menggelar acara Bedah Buku Fikih Kebangsaan Jilid 2. Acara tersebut bertujuan untuk mengajak santri dan generasi muda untuk memahami arti kebangsaan. Acara bedah buku karya Tim Bahtsul Masail Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) turut mengundang penulis buku fikih kebangsaan Ust. Ahmad Muntaha AM dan pembanding mantan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Abdul A’La M.Ag. Sedikitnya 100 santri dan pemuda serta BEM berbagai Universitas Kota Kediri mengikuti acara tersebut. Ketua Panitia Bedah Buku Fikih Kebangsaan Jilid 2, KH. Oing Abdul Muid mengatakan, acara yang merupakan rangkaian hari santri nasional 2019 ini digelar untuk mengajarkan para santri dan generasi muda agar paham arti kebangsaan dengan menebar kerahmatan islam. "Kita ingin dengan digelarnya acara ini nantinya para peserta dapat ikut menyebarluaskan isi dari buku ini," ujarnya saat acara bedah buku di Aula Ponpes Al-Amin yang bekerjasama dengan Disbudparpora Kota Kediri, Minggu (27/10/2019). Menurut Gus Muid sapaan akrabnya, dalam buku ini menjelaskan tentang beberapa sub pembahasan yakni pertama Islam Agama Rahmatan Lil Alamin, kedua tentang Keracunan Memahami Islam dan ketiga tentang Relasi Agama dan Negara. Tentang bentuk negara NKRI ini bukan sesuatu yang tanpa dasar, jadi fikihnya jelas kita ini landasan hukumnya ada. Jadi kalau ada sekelompok orang yang katakan negara ini negara setan kan berarti orang se-Indonesia ini penyembah setan semua, kan susah. Jadi dengan ini kita luruskan semua melalui bedah buku ini," tandasnya. Dalam buku Fikih Kebangsaan Jilid 2 bertema ’Menebar Kerahmatan Islam’, Bab III dijelaskan jika agama sebagai ruh negara. Sedangkan islam memiliki prinsip dan ajaran yang lengkap. Dalam urusan sosial-politik kehadiran islam sebagai agama yang memiliki relasi dengan negara. Agama dan negara merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya saling membutuhkan pada lainnya. Agama adalah pondasi, sedangkan negara penjaganya. Can
Tag :

Berita Terbaru

Musim Haji 2026, PPIH Embarkasi Surabaya Larang CJH Jajan Sembarangan

Musim Haji 2026, PPIH Embarkasi Surabaya Larang CJH Jajan Sembarangan

Minggu, 26 Apr 2026 11:33 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 11:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Musim Haji 2026 sedang dinanti-nanti para Calon Jemaah Haji (CJH) yang akan segera berangkat ke Tanah Suci dari Embarkasi…

Nobar Film “Pesta Babi” di Madiun, Angkat Isu Papua dan Kritik Pendekatan Pembangunan

Nobar Film “Pesta Babi” di Madiun, Angkat Isu Papua dan Kritik Pendekatan Pembangunan

Minggu, 26 Apr 2026 11:29 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 11:29 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi tak hanya sebagai ajang apresiasi karya, tapi membuka ruang diskusi terkait dampak…

Perkuat Pencegahan Penyakit, Pemkot Surabaya Integrasikan Data Rekam Medis Elektronik

Perkuat Pencegahan Penyakit, Pemkot Surabaya Integrasikan Data Rekam Medis Elektronik

Minggu, 26 Apr 2026 11:26 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 11:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka memperkuat pemantauan kesehatan masyarakat secara menyeluruh, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan…

Momentum Panen Raya: Penyaluran Banpang di Tulungagung Terkendala, Baru Capai 30 Persen

Momentum Panen Raya: Penyaluran Banpang di Tulungagung Terkendala, Baru Capai 30 Persen

Minggu, 26 Apr 2026 10:57 WIB

Minggu, 26 Apr 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dipicu momentum panen raya yang masih berlangsung di sejumlah wilayah, Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Tulungagung…

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Seorang pekerja bernama Wawan Frenki Cahyono (50), warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, meninggal dunia didu…

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 harus dimaknai sebagai m…