Dipukuli Senior, Kantung Mata Santri di Jombang Lebam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Pemukulan terjadi di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Tarbiatunnasyiin Paculgowang, Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu (27/10/2019). Korban pemukulani yaini MRH (13), warga Desa Badas, Kecamatan Sumobito, Jombang. Korban dipukul di bagian kepala dan wajah hingga mengalami memar di beberapa bagianya oleh seniornya di Asrama An Nahl. Ayah MRH, Suwarno mengatakan, awal peristiwa ini diketahui ibu dan kakak MRH pada Minggu (13/10), pagi. MRH yang masih di pondok, meminta untuk dijemput pulang. "Ia mengaku tak kuat di pondok dan dalam kondisi sakit. Dia sms pakai hanpdhone teman sekolahnya yang dipinjam. Akhirnya ibu dan kakaknya yang datang ke sekolah,” katanya. Suwarno memaparkan, saat datangi ke pondok, ibu dan kakak MRH terkejut. Wajah MRH mengalami lebam di bagian kantung mata sisi kiri. Luka itu sudah mulai menghitam. “Awalnya ngaku tersengat tawon saja. Setelah dirumah, ia didesak kakaknya. Dan baru cerita kalau habis dipukuli seniornya yang juga jadi bagian keamanan pondok,” paparnya. Suwarno menjekaskan, anaknya, MRH bercerita, bahwa insiden pemukulan terjadi pada Jumat (11/10), dini hari di kamar anaknya, asrama An Nahl. Pemukulan bermula dari pinjaman uang yang dilakukan anaknya kepada temannya. “Anak saya cerita, dia meminjam uang Rp 10-15 ribu ke temannya, dan janji segera dikembalikan. Dan beberapa hari kemudian, dia akhirnya mengembalikan uang itu," jelasnya. Namun, lanjut Suwarno, karena temannya sedang keluar pondok, maka dia menitipkan uangnya kepada salah satu pengurus kamar. Nah, malam setelah pengembalian uang itu, anaknya didatangi dua keamanan pondok. **foto** "Tanpa basa-basi, kedua keamanan pondok berinisial AI (17) dan SM (19) itu langsung menghajar dengan bogem mentah. Waktu itu ada dua anak di dalam kamar yang tahu,” ujarnya. Usai menghajar, keduanya mengancaman MRH untuk tidak menceritakan kejadian ini kepada siapapun, termasuk orang tuanya. Akibat kejadian ini, MRH mengalami luka cukup serius di bagian wajah. "Selain lebam di bawah mata, juga di bagian kepala. Bahkan penglihatannya sekarang belum pulih. Ada juga beberapa benjolan di kepala dia,” tandasnya. Suwarno menungkapkan, karena tidak ada itikad baik dan kurangnya tanggung jawab dari pihak pesantren, keluarga akhirnya memutuskan memboyong anaknya kembali ke rumah. "Jadi telah resmi keluar dari pesantren dan sekolah lamanya. Kami sudah lapor kepada pihak kepolisian pada 13 Oktober 2019 lalu. Sekarang masih dalam proses,” ungkapnya. Suwarno menegaskan, kalau anaknya alami trauma. Rencananya akan dipindah ke sekolah di dekat rumahnya. "Ini masih didaftarkan. Kami berharap polisi bisa menuntaskan kasus ini agar tidak ada korban lain lagi,” tukasnya. Sementara, Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu saat dikonfirmasi tak membantah adanya laporan Suwarno. Pihaknya kini sudah memeriksa dua saksi terkait laporan ini. "Kasusnya masih ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Kita masih akan panggil lagi satu saksi dari korban. Hasil visumnya kan kita masih tunggu, belum keluar,” terangnya. Azi, juga menyebut belum memanggil pihak terlapor yakni dua bagian keamanan asrama An Nahl yang dituding melakukan pemukulan. "Kami belum memanggil terlapor," pungkasnya.(suf)
Tag :

Berita Terbaru

Kejaksaan Didesak Telusuri Uang Anggota KPRI Sejahtera Jombang yang Capai Miliaran

Kejaksaan Didesak Telusuri Uang Anggota KPRI Sejahtera Jombang yang Capai Miliaran

Sabtu, 22 Agu 2026 18:51 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 18:51 WIB

SURABAYA PAGI, Jombang- Aktivis dari LSM ALMAS Independen, Arifin mengungkapkan kejanggalan dalam kasus Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sejahtera…

Diikuti Ratusan Regu, Gerak Jalan Kota Mojokerto Meriah Bertabur Kostum Menarik

Diikuti Ratusan Regu, Gerak Jalan Kota Mojokerto Meriah Bertabur Kostum Menarik

Sabtu, 22 Agu 2026 15:07 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 15:07 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Sebanyak 120 regu pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti Lomba Gerak Jalan Merah Putih Kota Mojokerto, Sabtu (2…

Setelah APJ, Pemkab Madiun Siapkan Skema KPBU untuk Pembangunan Jalan

Setelah APJ, Pemkab Madiun Siapkan Skema KPBU untuk Pembangunan Jalan

Sabtu, 22 Agu 2026 14:59 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 14:59 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun –Pemerintah Kabupaten Madiun siapkan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pembangunan infrastruktur jembatan dan…

SIMGROUP Perkuat Transformasi dan Budaya Inovasi Hadapi Perubahan Dunia Kerja

SIMGROUP Perkuat Transformasi dan Budaya Inovasi Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Sabtu, 22 Agu 2026 14:21 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 14:21 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – PT Swakarya Insan Mandiri atau SIMGROUP memasuki usia ke-19 dengan membawa semangat transformasi dan inovasi. Mengusung tema Leading t…

ORADO Jatim Bidik Lahirnya Atlet Domino Baru Lewat Turnamen Jurnalis Kemerdekaan 2026

ORADO Jatim Bidik Lahirnya Atlet Domino Baru Lewat Turnamen Jurnalis Kemerdekaan 2026

Sabtu, 22 Agu 2026 13:30 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 13:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan domino sebagai cabang olahraga yang mengedepankan s…

KPU Kota Blitar Gelar Bedah Buku Catatan Teknis Pilkada 2024

KPU Kota Blitar Gelar Bedah Buku Catatan Teknis Pilkada 2024

Sabtu, 22 Agu 2026 12:15 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 12:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar — Kantor KPU Kota Blitar gelar bedah buku tentang catatan teknis penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2024 silam, pada Jumat, (…