Begini Suasana Kawasan Kembang Jepun Saat Ini

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM,Surabaya- Banyak cerita dan sejarah yang bisa kita gali di Surabaya. Karena kota ini punya bangunan bangunan kuno yang tersebar di berbagai tempat. Selain itu banyak pula bangunan peninggalan jaman kolonial Belanda yang sampai kini masih digunakan beraktifitas oleh masyarakat. Seperti halnya yang ada di jalan Kembang Jepun. Kawasan ini dari dulu terkenal akan kegiatan perdagangannya. Saat pagi hari hingga sore, jika kita lewat sana akan banyak kita temui lalu lalang para pembeli datang ke toko, bongkar muat barang serta ramainya parkiran kendaraan di sisi jalanan. Etnis Tionghoa yang berdagang di sana, kebanyakan berasal dari Sumatra, Medan dan Jakarta. Mereka sudah turun temurun menjalankan bisnis perdagangan yang awalnya adalah milik orang tuanya. Di sana banyak kita temui toko-toko yang menjual kertas, plastik, peralatan teknik, tekstil dan lainnya yang umumnya dijual secara eceran maupun grosir. Di sana juga banyak gedung-gedung baru seperti bank maupun perkantoran. Seperti diungkapkan oleh Hengky, yang sejak tahun 1995 menjadi juru parkir di Jalan Kembang Jepun. Ia mengatakan dari dulu sampai sekarang pun kawasan itu terbilang ramai. Aktifitas perdagangan tetap ramai meskipun tidak seramai tahun 90-an dan tidak seramai ketika masih ada Kya-Kya di tahun 2000-an. Sekarang kalau malam hari kawasan tersebut menjadi jalan raya pada umumnya, hanya terlihat lalu lalang mobil dan motor melintas, meskipun beberapa pekan terakhir ini di salah satu gedung disana sempat menggelar hiburan Campursari setiap sabtu malam. "Dulu semua toko di sini harus tutup jam 5 sore karena akan dijadikan pasar malam. Tapi kalau sekarang ya mereka bebas mau tutup toko jam berapa aja," terang Hengky. Ia berharap kegiatan seperti pasar malam dan pusat kuliner seperti jaman dulu dihidupkan lagi untuk meramaikan kawasan Kembang Jepun. Karena kawasan ini merupakan salah satu cagar budaya yang dimiliki kota Surabaya. indra
Tag :

Berita Terbaru

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

SurabayaPagi.com : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menerima penghargaan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025 dengan Status …

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Awak pekan ini polisi menangkap tersangka inisial MH (29) berikut barang bukti 420 cartridge Etomidate.Ditrektur Reserse Narkoba Polda Riau…

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengatakan Kemendagri menurunkan tim Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk memantau aktivitas Gubernur Kaltim.…

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

SURABAYAPAGI : Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, menggunakan anggaran jumbo hingga berujung aksi demo mahasiswa pada 21 April lalu.Aksi 21 April Rakyat…

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Institusi Polri diguncang anggotanya lagi. Terbaru, mantan Kanit Narkoba Polresta Pulau Ambon berinisial IT ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkoba. Pelaku…

Berebut Mahasiswa Baru, PTN Jadi Lembaga Pelatihan Kerja

Berebut Mahasiswa Baru, PTN Jadi Lembaga Pelatihan Kerja

Senin, 27 Apr 2026 22:00 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:00 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco ancang ancang hentikan prodi yang kurang peminat. Badri Munir, berharap…