Hari Ketiga, Puluhan Sekolah SMP/MTs di Jombang Kembalikan Seragam Olah Rag

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Di hari ketiga, Puluhan sekolah tingkat SMP dan MTs di Jombang, mengembalikan seragam olah raga di Gedung Tenis Indoor, Jalan Kusuma Bangsa, Nomor 1, Jombang, Jawa Timur. Hingga pukul 11.30 WIB, dari data yang diperoleh terpantau sebanyak 55 sekolah dari SMP dan MTs negeri maupun swasta. Mereka semua mengembalikan seragam olah raga karena kekecilan atau tidak muat. Menurut penjelasan salah satu guru SMP Budi Utomo Perak, Abdullah, pihaknya mengembalikan sebanyak 236 potong seragam olah raga karena terlalu kecil. Karena bagi sekolahnya yang berada di lingkungan pondok, hal itu kurang etis. "Karena terlalu kecil ya kami kembalikan. Apalagi kita kan pondok ya, terlalu pakai kecil kan kelihatannya kurang etis. Sehingga dikembalikan ke kabupaten," jelasnya, di tenis indoor, Rabu (6/11/2019). Abdullah mengungkapkan, bahwa seragam olah raga tersebut kekecilannya berlebihan. Sehingga untuk celana saat dipakai terlalu cingkrang. "Ketika dipakai ya kelihatan methethet (sangat ketat, red)," ungkapnya. Kodisi serupa juga dialami SMPN 6 Jombang. Di sekolah tersebut, seragam olah raga yang dicobakan ke para siswa terlihat kekecilan. Kepala SMPN 6 Jombang Suprayitno mengatakan, siswa dengan ukuran baju XL saat mengenakan kaos sesuai ukurannya terlihat cingkrang di bagian celana. "Ukurannya banyak yang kekecilan. Saya mencoba satu seragam ukuran XL yang kita minta panjangnya 96 sentimeter, tapi yang datang ukurannya 86 sentimeter. Selisih 10 sentimeter lebih kecil," bebernya. Sementara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Disdikbud Jombang, Rhendra Kusuma menjelaskan, seragam kekecilan yang dikembalikan oleh sekolah merupakan cacat mutu dari penyedia. Saat ini, pihaknya masih menampung seragam yang dikembalikan oleh sekolah-sekolah, dan melakukan pendataan. "Untuk perbaikan seragam cacat mutu saya belum bisa memastikan kapan seragam akan diperbaiki dan kembali dibagikan ke pihak sekolah," jelasnya. "Kita kan belum ketemu sama penyedia dan konveksinya, nanti akan kita diskusikan teknisnya seperti apa. Kalau kita mintanya ya secepatnya diganti," sambungnya. Rhendra mengungkapkan, seragam olah raga yang sudah dibagikan baru untuk SMP dan MTs. Anggaran tersebut mencapai Rp 2 miliar lebih. "Kalau keselurahan sekitar Rp 4 miliar," bebernya. Anggaran untuk pengadaan seragam olah raga SMP/MTs negeri maupun swasta sebesar Rp 2.039.407.700. Sedangkan, anggaran untuk seragam olah raga SD/MI Negeri maupun Swasta sebesar Rp 1.588.862.880. Meskipun hasil pengadaan seragam olah raga kacau, pihak Disdikbud Jombang memastikan tidak akan melakukan blacklist ke perusahaan penyedia barang. "Hanya catatan saja. Kalau misalkan dia (penyedia barang, red) ikut lelang lagi tahun depan, ya kita ada catatan kalau pengalamannya tahun kemarin seperti ini," pungkasnya. (suf)
Tag :

Berita Terbaru

Sidak SPPG Grogol, DLH Ponorogo Temukan IPAL Tak Standar dan Larang Hasilkan Limbah 

Sidak SPPG Grogol, DLH Ponorogo Temukan IPAL Tak Standar dan Larang Hasilkan Limbah 

Jumat, 17 Jul 2026 19:43 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 19:43 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan oleh…

Wujudkan Pasar Pangan Aman, Balai POM di Bima Gandeng Pengelola Pasar dan Saka POM Sisir Pasar Amahami

Wujudkan Pasar Pangan Aman, Balai POM di Bima Gandeng Pengelola Pasar dan Saka POM Sisir Pasar Amahami

Jumat, 17 Jul 2026 17:19 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, BIMA – Dalam upaya memberikan jaminan perlindungan kesehatan bagi masyarakat dari bahaya pangan yang tidak memenuhi syarat, Balai Pengawas O…

Bapenda Surabaya Periksa Pajak Rumah Makan Ny Suharti, Minta Dokumen Keuangan selama Setahun

Bapenda Surabaya Periksa Pajak Rumah Makan Ny Suharti, Minta Dokumen Keuangan selama Setahun

Jumat, 17 Jul 2026 17:16 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 17:16 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya mulai mengintensifkan pemeriksaan kepatuhan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) t…

PLN UIT JBM Tegaskan Komitmen Hadirkan Sistem Transmisi Andal pada Surabaya Electric Forum 2026

PLN UIT JBM Tegaskan Komitmen Hadirkan Sistem Transmisi Andal pada Surabaya Electric Forum 2026

Jumat, 17 Jul 2026 16:41 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 16:41 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) turut mendukung penyelenggaraan Surabaya Electric Forum 2…

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya – Sebanyak 447 anak di Jawa Timur kini memiliki kepastian hukum yang menjadi pintu masuk untuk memperoleh berbagai hak dasar sebagai …

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP  ‎

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP ‎

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya SILPA Tahun Anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp210 miliar menjadi perhatian DPRD Kota Madiun. Ketua DPRD Kota Madiun Arm…