Pacar Otak Hacker SMK Ditangkap, Sita Uang Rp 2,6 M

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Hendarwanto, Wartawan Surabaya Pagi SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Sindikat 18hacker lulusan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) di Surabaya yang membobol kartu kredit milik warga negara Amerika dan Eropa, masih dikembangkan Polda Jatim. Terbaru, polisi menemukan aliran dana sebesar Rp 2,6 miliar di rekening milik NR atau Novi Rosalina, karyawan yang juga kekasih Hendra Kurniawan, otaki sindikat ini. Selain uang dalam jumlah besar, polisi juga mengamankan dua mobil mewah. Yakni, Pajero warna putih nopol L 1784 IJ dan Fortuner warna hitam nopol L 1673 WQ. Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan aliran dana ini diketahui dari hasil pengembangan penyidikan. Selain itu, pihaknya juga melakukan digital forensik, penelusuran uang hingga berita acara pemeriksaan. Diketahui, ada uang yang ditransfer tersangka Hendra Kurniawan ke pacarnya bernama Novi Rosalina. Aliran dana ini ditelurusi bersama PPATK. "Ada transaksi aliran dana. Setelah ditelusuri, didapat dari saudari NR. Dan uang ini sebagian ditarik di bank. Ada Rp 2,6 miliar sementara ini yang kita sita. Ada yang digunakan untuk membeli mobil," kata Irjen Luki kepada wartawan di Mapolda Jatim, Jumat (6/12/2019). "Hasil kejahatannya di tampung dalam satu rekening dan disalurkan ke rekening tertentu. Tersangka saudari NR ini karyawan, pacarnya dan dia kebagian mengatur keuangannya," lanjut Luki. Luki menambahkan, penanganan kasus sindikat hacker pembobol kartu kredit dan spamming itu masih terus dikembangkan. Sebab banyak transaksi dan komunikasi dengan orang di Amerika Serikat maupun Eropa. "Kita akan koordinasi dengan kedutaan," tegasnya. Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Gidion Arif Setyawan menyebut, ketika dilakukan penyelidikan, tersangka Novi sempat melakukan penarikan uang dari hasil kejahatan siber itu sekitar Rp 700 juta. "NR sempat melakukan penarikan uang sekitar Rp 700 juta dari rekeningnya," ucap Gidion. **foto** Selain menyita uang Rp 2,6 miliar yang diduga dari hasil kejahatan para sindikat hacker pembobol kartu kredit dan spamming itu, penyidik juga mengamankan dua unit mobil Mitsubishi Pajero warna putih bernopol L 1784 IJ dan Toyota Fortuner warna hitam L 1673 WQ. "Dua mobil itu dibeli sekitar setahun lalu," tandas Gidion. Saat dilakukan pemeriksaan, NR mengaku uang miliaran Rupiah itu juga telah dialokasikan untuk pembelian dua unit mobil mewah. Yakni mobil Pajero warna putih bernopol L-1784-IJ dan Mobil Fortuner warna hitam bernopol L-1673-WQ. "Mobilnya kami sita, ada di bawah (halaman depan Gedung Ditreskrimsus Mapolda Jatim)," jelas Gidion. Gidion juga menambahkan, saat ini NR sedang diperiksa oleh penyidik Subdit V Siber Ditreskrisus Polda Jatim. Kuat diduga NR bakal dikenai UU Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). "Ini dikenai TPPU. Nanti beriringan dengan berkas pokoknya," pungkasnya. Terungkapnya sindikat ini berawal dari pengungkapan kejahatan IT di Malang. Kemudian penyidik menemukan kasus sama di Surabaya. Lalu, Tim Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menggerebek sebuah rumah toko (ruko) di Jalan Balongsari Tama Blok C-1, Surabaya itu. Sebanyak 18 orang diamankan dan ditetapkan tersangka. Sindikat ini diotaki oleh Hendra Kurniawan. Dia ditangkap bersama 17 remaja lulusan SMK yang dipekerjakan sebagai hacker dengan fasilitas mess, gaji dan bonus. 17 hacker lulusan SMK didikan Hendra itu berinisial AES, AEB, YM, MTP, DAB, PRS, DZ, CDAWK, ASP, GPW, HRP, AFM, MAF, HM, DA, MSN dan DP. Dalam sebulan, aksi mereka menghasilkan uang sekitar 40 ribu dolar AS atau sekitar Rp 560 juta. Sedang dalam setahun mendapatkan uang Rp 5 miliar lebih. Akibat perbuatannya, mereka dikenakan pasal 30 ayat 2 UU no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU no 11 tahun 2008 tentang informasi transaksi elektronik, pasal 46 ayat 2 UU no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU no 11 tahun 2008 tentang informasi transaksi elektronik, pasal 32 ayat 1 UU no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU no 11 tahun 2008 tentang informasi transaksi Elektronik dan pasal 48 ayat 1 UU no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomer 11 tahun 2008 tentang informasi transaksi elektronik.n
Tag :

Berita Terbaru

Tekan Angka Perceraian, Pemkab Lamongan MoU dengan PA dan Stakeholder

Tekan Angka Perceraian, Pemkab Lamongan MoU dengan PA dan Stakeholder

Kamis, 23 Apr 2026 16:36 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 16:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Membludaknya kasus perceraian menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lamongan, dan pada Kamis, (23/4/2026) dilakukan…

Eksepsi Gus Atho' dkk Ditolak, Sidang Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Lanjut ke Tahap Pembuktian

Eksepsi Gus Atho' dkk Ditolak, Sidang Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Lanjut ke Tahap Pembuktian

Kamis, 23 Apr 2026 16:33 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 16:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya menolak nota keberatan (eksepsi) yang diajukan oleh tiga terdakwa d…

Dua Pelaku Curanmor di 11 TKP Berhasil Dibekuk Satuan Reserse Polres Blitar Kota

Dua Pelaku Curanmor di 11 TKP Berhasil Dibekuk Satuan Reserse Polres Blitar Kota

Kamis, 23 Apr 2026 15:33 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dua pelaku curanmor di Wilkum Polres Blitar Kota dalam waktu singkat berhasil di bekuk Sat.Reskrim Polres Blitar Kota, dua pelaku VA…

Cegah Pemasungan Berulang, Dinsos Probolinggo Ajukan Rehabilitasi ODGJ Leces

Cegah Pemasungan Berulang, Dinsos Probolinggo Ajukan Rehabilitasi ODGJ Leces

Kamis, 23 Apr 2026 15:07 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 15:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui program rehabilitasi sosial di UPT Bina Laras, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Sosial (Dinsos)…

Harga Minyak Goreng dan Plastik Ugal-ugalan, Produsen Kerupuk Terpaksa Perkecil Ukuran Demi Tetap Berjualan

Harga Minyak Goreng dan Plastik Ugal-ugalan, Produsen Kerupuk Terpaksa Perkecil Ukuran Demi Tetap Berjualan

Kamis, 23 Apr 2026 14:58 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 14:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menindaklanjuti harga minyak goreng yang mengalami kenaikan rata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Madiun, Jawa…

Gerakan Tanam Serempak di Kota Mojokerto Hadapi Kemarau dan Jaga Ketersediaan Pangan

Gerakan Tanam Serempak di Kota Mojokerto Hadapi Kemarau dan Jaga Ketersediaan Pangan

Kamis, 23 Apr 2026 14:45 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 14:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto menggelar gerakan percepatan tanam serempak di Lingkungan Keboan, Kelurahan Gunung Gedangan. Kegiatan…