’Gua dan Lu’, Bahasa Pasaran Suku Hokkian di Indonesia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kisah Perantau Tiongkok Mendarat di Surabaya (16) Hokkian adalah lafal Holo dari propinsi Fujian di Tiongkok Tenggara, salah satu dari 23 propinsi Tiongkok yang bertatap muka dengan Pulau Taiwan. Hokkian ini diperoleh Han, dibesarkan Jin dan dijayakan Tang. Kontributor SurabayaPagi, Putri SURABAYAPAGI.COM, -Dalam kenyataan Hokkian ini wilayah Min yang dicakup Tionghoa Han semenjak 2000 tahun lalu dari Nam Viet, yang kemudian di zaman Dinasti Tang di abad 8 Masehi dibentuk oleh Marga Tan yang berkampanye militer di sana. Orang Hokkian adalah penduduk yang berasal dari provinsi Fujian yang terletak di bagian tenggara-selatan Tiongkok. Banyak orang Hokkian menjadi perantau dan tinggal di berbagai negara, terutama di Asia Tenggara. Suku Hokkian merupakan salah satu mayoritas populasi orang Tionghoa di Indonesia. Orang Hokkian di Indonesia terkonsentrasi di daerah Sumatera Utara, Riau (Pekan Baru), Sumatera Barat (Padang), Jambi, Sumatera Selatan (Palembang), Bengkulu, Jawa, Bali, Kalimantan (Banjarmasin, Kutai), Sulawesi (Makassar, Kendari, Manado), dan Ambon. Di Tiongkok sendiri, Hokkian masih selalu disebut Min, sehingga kampung halaman Tanglang adalah Min-nan, dan bahasa Holo yang merupakan bahasa Tionghoa semula masih dibicarakan sebagai dialek Hokkian, juga disebut dialek Min-nan. Ada kata-kata pasaran seperti gua, lu, beca, bakia, loteng, toko, gudang, gang, bakmi, tempeh, kue, nyai, nyonyadan sebagainya yang sehari-hari mendengung di masyarakat kita, itu dari bahasa Hokkian alias dialek Min-nan. Dalam kenyataan, dialek Min-nan itu adalah bahasa tulen orang Tionghoa, yang dibicarakan sejak terbentuknya bangsa Tionghoa lebih dari 3000 tahun lalu di Tiongkok Semula (China Proper). Maka kita mulai dari fosil hidup Tionghoa ini mencerahkan Hokkian dan Tanglang. Melalui seleksi survival for the fittest, lebih dari 5000 tahun lalu, sudah ada suku-suku bangsa asal Mesopotamia di sekarang Persia yang dari Kazakhstan, via Siberia bagian timur, berhasil mencapai Timur Jauh di sekitar Sungai Yellow River, disana mendatangkan kebudayaan mereka dari Persia ke Tiongkok purba kala. Namun kita tidak begitu mengerti di mana sebetulnya tanah leluhur Hokkian itu, mengapa disebut Hokkian, mengapa kita menyebut diri kita orang Tanglang, dan dari mana asal mulanya dialek Min-nan tersebut. Hoakiao berarti diaspora Tionghoa (hoa) yang hijrah di seberang lautan (kiao). Sejauh di abad 10 Masehi dalam zaman Tionghoa Song, pelopor yang merupakan pedagang mengikuti pelayaran saudagar Arab Yaman secara sistematik dari Teluk Zaitun di Quanzhou Hokkian berdatangan di Nusantara. Mereka sudah menyebar di pesisir Sumatra dan Jawa di waktu Sriwijaya hingga Majapahit, yang kemudian di abad 15, merintis Armada Ming Sampo Cheng Ho, beserta juga tidak terhitungkan banyaknya Muslim Tionghoa, dari Hokkian untuk bersinggah dan hijrah di Nusantara. Pada umumnya Hoakiao pulang lagi ke Hokkian, kecuali meninggalkan istrinya Dan peranakan mereka untuk terus berkembang di Nusantara. Maka sudah sejauh itu, bersama mereka mendatangkan kebiasaan hidup dan bahasa pembicaraannya secara Hokkian di Nusantara. Di Tiongkok sendiri, Hokkian masih selalu disebut Min, sehingga kampung halaman Tanglang adalah Min-nan, dan bahasa Holo yang merupakan bahasa Tionghoa semula masih dibicarakan sebagai dialek Hokkian, juga disebut dialek Min-nan.
Tag :

Berita Terbaru

KPK Periksa Pengembang hingga Kadis DPMPTSP, Sumarno: Tanya ke KPK!  ‎

KPK Periksa Pengembang hingga Kadis DPMPTSP, Sumarno: Tanya ke KPK! ‎

Selasa, 28 Apr 2026 07:36 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 07:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa sejumlah pengembang dan pengurus STIKes dalam kasus dugaan pemerasan yang…

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:30 WIB

SurabayaPagi.com : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menerima penghargaan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025 dengan Status …

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Disita, 420 Bungkus cartridge Berisi Cairan Narkotika Jenis Etomidate

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Awak pekan ini polisi menangkap tersangka inisial MH (29) berikut barang bukti 420 cartridge Etomidate.Ditrektur Reserse Narkoba Polda Riau…

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Hai! Gubernur Jangan Berorientasi Pada Fasilitas

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI : Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengatakan Kemendagri menurunkan tim Inspektorat Jenderal (Itjen) untuk memantau aktivitas Gubernur Kaltim.…

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Didemo Gunakan Anggaran Rumah Dinas Rp 25 M, Mobil Mewah Rp 8,5 M dan Konsumsi Rp 10 Miliar

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:05 WIB

SURABAYAPAGI : Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, menggunakan anggaran jumbo hingga berujung aksi demo mahasiswa pada 21 April lalu.Aksi 21 April Rakyat…

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Oknum Polisi Main dengan Markus, Greedy

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Senin, 27 Apr 2026 22:03 WIB

Institusi Polri diguncang anggotanya lagi. Terbaru, mantan Kanit Narkoba Polresta Pulau Ambon berinisial IT ditangkap atas kasus penyalahgunaan narkoba. Pelaku…