Tutup Sebelum Waktunya, Pengelola Bianglala Alun-alun Diprotes Warga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYA PAGI, Lamongan - Baru seminggu diresmikan, pelayanan bianglala yang ada di Alun-alun Lamongan menui protes warga, lantaran wahana yang masih digratiskan ini sudah tutup lebih awal dari jadwal, padahal masyarakat yang mengantri masi banyak. Karuan saja fakta yang demikian ini membuat masyarakat kecewa, apalagi rumahnya yang jauh dengan Alun-alun untuk sementara harus memendam keinginannya untuk bisa naik wahana bianglala yang menambah ikon baru Lamongan ini. "Tadi saya sama anak mau naik, saat mau masuk ke area dihadang oleh petugas yang menjaga pintu masuk, petugas bilang sudah tutup," kata Ari warga Made Minggu (5/1/2020). Padahal kata Ari, ia ada di depan pintu masuk Bianglala jam 10.05 WIB, artinya masih ada waktu untuk bisa menikmati wahana ini."Ini kan hari libur Minggu mestinya jam pelayanan diperpanjang atau ditutup sesuai dengan jadwal, agar tidak bikin orang kecewa, karena bukaknya Bianglala Senin-Sabtu malam, hanya Minggu mulai pagi sampai malam," pintanya. Tidak hanya Ari dan keluarga yang gagal naik Bianglala, segerombolan ibu-ibu bersama putra dan putrinya dari wilayah Kecamatan Kalitengah juga mengaku kecewa. Ia sudah berusaha datang pagi-pagi dari rumah, tapi saat sampai di Alun-alun Bianglala sudah ditutup, meski belum waktunya. "Saya berada di area Bianglala pukul 10.15 WIB, saya mau masuk dihadang oleh petugas, katanya sudah tutup, padahal saya lihat di papan pengumuman Bianglala ini semestinya tutup pukul 11.00 WIB," ujar ibu-ibu ini dengan nada kecewa tanpa menyebutkan identitasnya. Bahkan dari pantauan surabayapagi.com, Bianglala yang dibangun dari uang APBD senilai Rp 7 miliar tahun 2019 ini pukul 10.30 WIB sudah tidak terlihat beroperasi. 18 Kabin sudah tidak terlihat berputar padahal jam tutupnya mestinya pada pukul 11.00 WIB. Agung salah satu petugas operator Bianglala dikonfirmasi tidak bisa menjelaskan secara rinci kenapa sebelum jam nya Bianglala sudah ditutup. Ia mengaku menutup karena jamnya mau istirahat karena diperkirakan dengan perputaran 18 Kabin ini, sejak jam 10.15 an ini selesainya jam 11.00 an. "Iya sudah waktunya di tutup," ujarnya. Namun fakta di lapangan surabayapagi.com mengamati penumpang Bianglala keluar semua dari Kabin itu sekitar pukul 10.30 tepat. Artinya masih ada waktu 30 menit dari jadwal yng mestinya ditutup pengelola Bianglala ini harus membuka dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmatinya buka malah menolaknya yang diklaim waktunya sudah habis. Sebelumnya saat peresmian pada malam tahun baru lalu itu, Fadeli meminta agar jam operasional bianglala tersebut diatur dengan baik agar tidak mengganggu kegiatan di Masjid Agung Lamongan. Apalagi alun-alun ini berada tepat di depan Masjid Agung Lamongan, maka waktu operasionalnya juga harus diatur sebaik-baiknya. "Jangan sampai di masjid sudah adzan, tapi Bianglala masih beroperasi, jadi harus bena-benar diatur, jangan sampai mengganggu. Bahkan kalau bisa kalau jam sekolah jangan dioperasikan, kecuali Sabtu dan Minggu," ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lamongan, Suyatmoko mengatakan, wahana baru Alun-alun Lamongan yang menghabiskan dana skitar Rp 7 miliar tersebut mampu menampung kurang lebih sebanyak 72 orang sekaligus. "Bianglala ini memiliki 18 kabin, 1 kabin maksimal berisi 4 orang," kata Suyatmoko.jir
Tag :

Berita Terbaru

Peringatan Hari Buruh 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Industri dan Kesejahteraan Pekerja

Peringatan Hari Buruh 2026, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Industri dan Kesejahteraan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 11:04 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 11:04 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak pekerja, pengusaha, dan pemerintah memperkuat kolaborasi dalam mendorong k…

Dari Sidang Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi, Minta Bangun Asrama Santri yang Dilaporkan Gedung TPQ

Dari Sidang Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi, Minta Bangun Asrama Santri yang Dilaporkan Gedung TPQ

Jumat, 01 Mei 2026 10:46 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 10:46 WIB

SURABAYAPAGi.com, Gresik - Pengadilan Tipikor Surabaya mulai menyidangkan materiil perkara dugaan korupsi dana hibah Rp400 juta dari Pemprov Jatim tahun…

Bocah 5 Tahun Jatuh dari Lantai 3 Rumah Sakit Hermina Madiun, Nyawa Tak Tertolong

Bocah 5 Tahun Jatuh dari Lantai 3 Rumah Sakit Hermina Madiun, Nyawa Tak Tertolong

Jumat, 01 Mei 2026 07:30 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 07:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun -Peristiwa tragis terjadi di Rumah Sakit Hermina Madiun, Rabu (29/4/2026) siang. Seorang bocah berinisial IZ (sekitar 5 tahun)…

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pria bernama Hasan (37) yang ditemukan tewas di kawasan J…

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Sejumlah s…

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur mengungkap puluhan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) d…