Cek Efektifitas ’Gayatri’, Dewan Sidak Puskesmas Blooto

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Komisi III DPRD Kota Mojokerto melakukan inspekai mendadak (Sidak) ke Puskesmas Blooto, Senin (6/1). Sidak komisi bidang kesehatan ini untuk mengecek pemberlakuan sistem pendaftaran pasien online bertajuk Gayatri (Gerbang Layanan Informasi Terpadu dan Terintegrasi). "Kami mengapresiasi peluncuran aplikasi ini. Intinya kami berharap agar ketika aplikasi ini diterapkan, layanan Puskesmas berjalan seperti biasa. Petugas medis wajib cekatan dan jangan sampai selama trial kepentingan pasien tidak terganggu, " tutur Ketua Komisi III DPRD Kota Mojokerto, Agus Wahjudi Utomo Senin (6/1) tadi siang. **foto** Di Puskesmas Blooto, rombongan Komisi III disambut Kepala Puskesmas Blooto Shopia dan dr Farida Mariana, mantan kepala Puskesmas Blooto.Tak hanya mengingatkan soal hak pasien, politisi Partai Golkar tersebut juga mengingatkan keberpihakkan terhadap pelayanan. "Keramahan terima tamu itu wajib, juga soal percepatan resep terutama bagi pembuatan puyer," tandasnya. Pada hari pertama peluncuran Gayatri terjadi keterlambatan penanganan pasien. Banyaknya penumpukan pasien usai libur Tahun Baru membuat sejumlah pasien mengeluh. Soal ini, baik Shopia maupun Farida tak mengelak. "Sistem ini masih trial, semuanya masih butuh untuk belajar. Apalagi itu pasca liburan Natal dan Tahun baru, sehingga pasiennya banyak," ungkapnya. Keduanya mengungkapkan perubahan sistem informasi dari manual ke online ini akan efektif paling lama dua pekan kedepan. "Trialnya dua minggu. Jika jumlah pasien sangat banyak seperti pada hari pertama kami akan menginput separuh dulu dengan mode manual. Kami berharap aplikasi ini berjalan secara smooth sehingga tidak ada masalah," pungkasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto Christiana Indah Wahyu mengungkapkan pihaknya tengah menjalankan uji coba (trial) Gayatri. Pihaknya berharap aplikasi hasil kreasi staf dinas tersebut akan memangkas jalur pendaftaran layanan kesehatan di loket. "Dengan aplikasi ini maka pasien cukup daftar dengan handphone di rumah. Selanjutnya pasien dapat mengambil nomor di Puskesmas tanpa menunggu lama," urainya. Ia mengungkapkan jika aplikasi ini masih dalam taraf uji coba. Ia berharap jika sudah lancar maka hak-hak pasien dapat terlayani dengan baik. Sekedar informasi, sebanyak lima unit Puskesmas dan sejumlah Puskesmas Pembantu di Kota Mojokerto mulai mengadopsi sistem pendaftaran pasien online. Aplikasi yang dapat diakses via smartphone android bernama Gayatri (Gerbang Layanan Informasi Terpadu dan Terintegrasi) ini mulai diterapkan Jumat (3/1). Peluncuran Gayatri ini diharapkan dapat memangkas antrean pasien di loket pendaftaran. Termasuk, sebagai media penyampai informasi kesehatan dan jadwal pemeriksaan pasien hipertensi yang mempunyai kebiasaan malas berobat.dw
Tag :

Berita Terbaru

Dimulai dari Rumah, Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Komitmen Pilah Sampah untuk Masa Depan Iklim

Dimulai dari Rumah, Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Komitmen Pilah Sampah untuk Masa Depan Iklim

Rabu, 17 Jun 2026 09:54 WIB

Rabu, 17 Jun 2026 09:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pengelolaan sampah sejak hulu dengan memilah sampah sesuai jenisnya melalui keterlibatan aktif masyarakat terus digaungkan…

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…