Penculikan Anak Gegerkan Gresik, Seorang Anak Dihargai Rp 30 Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYA PAGI, Gresik - Kasus penculikan gadis di bawah umur gegerkan masyarakat Gresik. Pasalnya, seorang anak yang baru berusia 11 tahun, sebut saja namanya Selly nyaris menjadi korban penculikan. Untungnya, Selly yang sudah dibawa penculiknya memberontak saat berada di dalam mobil. Dia tiba-tiba membuka pintu mobil yang sedang berjalan dan melompat keluar. Pelaku yang mencoba melarikan diri ke arah Gresik Kota tertangkap petugas dan warga di perlintasan rel kereta api yang sedang ditutup. Massa yang kesal kemudian menghajar pelaku hingga babak belur. Begitulah kronologis peristiwa penculikan terhadap Selly yang masih duduk di kelas 5 SDN Cerme Lor pada Senin (3/1) sekitar pukul 18.00 wib. Korban tinggal bersama orang tuanya di Dusun Sukorejo, Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme, Gresik. Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengungkapkan bahwa kejadian penculikan itu berawal ketika Selly mau beli jajan di sebuah toko dekat kediamannya, tapi tiba-tiba ada pria yang menarik tangannya dan memaksakan tubuhnya masuk ke dalam mobil. "Beruntung korban berhasil keluar dengan membuka paksa pintu mobil dan melompat untuk menyelamatkan diri," ungkap Kusworo. Pelaku penculikan, Achmad Muzakki Maulana (25), warga Perumahan Banjarsari Asri, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, kini sudah mendekam dalam sel tahanan Mapolsek Cerme. Pelaku sempat dirawat petugas medis akibat dihajar massa sebelum dijebloskan ke dalam bui. Motif dari upaya penculikan anak gadis di bawah umur ini, diungkap kapolres, adalah semata-mata untuk memenuhi kebutuhan ekonomi pelaku. Pekerjaan pelaku sebagai buruh pekerja di pabrik sembari menjadi sopir gojek online dirasa belum mencukupi keperluan sehari-harinya. Inisiasi penculikan ini sejatinya bermula setahun lalu ketika ada penawaran dari seorang wanita berinisial V yang dikenali pelaku Achmad Muzakki melalui aplikasi Michat. Awalnya, pelaku kerap curhat kepada V tentang kesulitan ekonominya. Wanita yang mengaku asal Kota Bandung ini kemudian menawari "pekerjaan gila" kepada pelaku, yaitu dengan cara mencari anak-anak di bawah umur dan berjenis kelamin perempuan. Setiap anak yang berhasil diculik akan dihargai Rp 30 juta. Tindak penculikan yang dilakukan Muzakki terbilang nekat karena dia tidak sekalipun mengenal siapa pemesan gadis-gadis di bawah umur itu. Bagaimana bentuk transaksi dan cara penyerahan anaknya tidak terbayangkan di otak pelaku. Kapolres AKBP Kusworo Wibowo sangat menyayangkan tindakan konyol pelaku. "Tindakan ini baru dia lakukan dan tidak ada kaitannya dengan sindikat penculikan anak seperti yang kita dengar dan ketahui melalui pemberitaan," ujarnya. Kapolres meminta masyarakat agar tidak berlebihan atau panik mendengar penangkapan pelaku penculikan ini. Namun kapolres tetap menghimbau masyarakat agar tetap waspada dalam menjaga anak-anaknya. "Tidak perlu panik karena kasus ini tidak ada kaitannya dengan sindikat penculikan anak. Pemesannya saja belum tentu benar keberadaannya, tapi kami akan tetap menelusurinya sesuai pengakuan tersangka," pungkas pamen dengan dua melati di pundak. Sementara kepada pelaku akan dijerat dengan pasal 83 jo pasal 76-f UU No 35/2014 tentang Perlindungan Anak jo pasal 328 jo pasal 330 ayat (1) KUHP. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. did
Tag :

Berita Terbaru

Sasar 1.400 Anak, Dinkes Kota Malang Gelar 16 Titik Target CUC Campak

Sasar 1.400 Anak, Dinkes Kota Malang Gelar 16 Titik Target CUC Campak

Selasa, 07 Apr 2026 10:34 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 10:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Dalam rangka menekan penyebaran kasus penyakit campak, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang…

Final Four Proliga 2026 Surabaya, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Final Four Proliga 2026 Surabaya, PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip

Selasa, 07 Apr 2026 03:34 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 03:34 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur memastikan keandalan pasokan listrik selama pelaksanaan babak final four Proliga Seri Surabaya y…

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sengketa tanah di kawasan Lontar, Surabaya kembali menjadi perhatian nasional setelah dibawa ke forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) K…

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

‎SURABAYAPAGI, Kota Madiun – KPK menyita dua handphone dan dokumen SPPD saat menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mad…

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun –Rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun ditolak warga. Pem…

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang keberangkatan ibadah haji 1447 H tahun 2026, ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan, dilaporkan belum…