Polemik Pembentukan Pansus DPRD Percepatan Penangan Covid-19

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gedung DPRD Kota Surabaya
Gedung DPRD Kota Surabaya

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Beberapa Fraksi mempertanyakan sikap Ketua DPRD Surabaya Adi Soetarwijono menolak pembentukan pansus percepatan penanganan pandemi covid-19.

 

Wakil Ketua Fraksi PKB DPRD Surabaya Mahfudz menegaskan, Pansus percepatan penangan Covid-19 ini sangat diperlukan untuk percepatan penangana dan transparansi batuan covid-19.

 

“Selama ini pemkot sangat lamban menangani pandemi ini, hingga detik sudah hampi 600 positif covid-19 langkah-langkah pemkot tidak jelas, Mulai dari penanganan, pencegahan, dan recovery,” ungkap Mahfudz kepada Surabaya selasa (5/5).

 

Selain itu, lanjut Mahfud, belum lagi distribusi logistik untuk masyarakat terdampak, baik dari swasta, APBD kota Surabaya, bansos provinsi dan bantuan pusat. “Itu semua masih remang-remang tidak transparan. Kondisi sangat mendesak, sangat perlu dibentuk Pansus.

Kalau ketua DPRD menolak, berarti beliau otoriter,” tegas Sekertaris Komisi B DPRD ini.

 

Hal Senada di ungkapkan oleh anggota Fraksi PAN-PPP Buchori Imron juga mempertanyakan penalakan Ketua DPRD Surabaya Adi Soetarwijono menolak pembentukan pansus percerpatan penangan covid-19 ini, menurutnya pembetukan pansus ini sudah sesui dengan bungsi DPRD kota Surabaya dalam fungsi legislasi, kontroling dan bageting.

 

“Pembentukan Pansus ini menurut kami sangat urgen sekali, dimana Pansus ini untuk membatu pemerintah untuk percepatan panangan covid-19,” ungkap Buchori. 

 

Selama ini komisi – komisi sudah berjalan dan sangat aktif memberi masukan serta turun ke lapangan lalu disampaikan ke eksekutif. Tapi ternyata pemkot tidak pernah jelas, bahkan masalah tranparansi ini dilapangan pemkot hanya kurang tranparan.

 

“Ini menyangkut nasib warga Surabaya. Selama ini Pemkot hanya indah diudara saja, tapi dilapangan tidak trealisasi yang baik,” katanya

 

Maka dari itu lanjut, Buchori, pansus ini harus tetap terlaksa, dan tidak ada alas ketua DPRD menolak pembentukan Pansus ini, “Ini kan sudah lebih dari 50 persen anggota DPRD mempinta pansus ini dilakukan, tidak ada alasan lagi ketua Dewan menolak,” tegas anggota komisi C ini.

 

Pansus ini yg mengusulkan pansus percepatan penangan covud-19 diatarnya fraksi pkb, pan-ppp, Demokrat-nasdem, Gerindra , Golkar.

 

Menanggapi, polemik usulan pembentukan Pansus percepatan penanganan Covid-19 DPRD kota Surabaya, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD kota Surabaya Syaifudin Zuhri mengatakan bahwa pandemic Covid-19 terjadi secara global. Bukan hanya di Surabaya.

 

“Jadi ayo kita saling membantu mengatasi permasalahan bencana wabah Corona Virus Disease 2019 tahu yang lebih dikenal dengan Covid-19,” tutur Ketua Fraksi PDIP, Syaifuddin Zuhri saat dihubungin media.

 

Terkait pembentukan pansus ini, dirinya menilai bahwa, pembentukan Pansus membutuhkan kajian akademisi. Sehingga kapan bekerjanya mengatasi Covid-19 tersebut.

 

“Kalau kita masih eker-ekeran dan hanya memikirkan pansus tentunya energy kita akan habis untuk membentuk Pansus saja. Lalu kapan mengurusi masalah pandemic Covid-19 nya,” terang cak Ipuk sapaan ketua Fraksi PDIP DPRD kota Surabaya ini.

 

Menurut cak Ipuk lebih baik secara bersama-sama ayo sumbangkan pemikiran anggota legislative dituangkan untuk membantu Pemkot Surabaya mencarikan jalan keluarnya.

 

“Lebih baik energy kita, kita tuangkan dalam sumbang saran bagi Pemkot. Supaya Pemkot dapat merealisasikan permasalahan ini segera tuntas,” ujar dia.

 

Tidak perlu saling merasa benar sendiri, dan saling menyalahkan satu sama lain (Legislatif & Eksekutif, red). Karena kata cak Ipuk, masalah pandemi ini tidak hanya terjadi di Surabaya, namun hampir diseluruh belahan dunia saat ini dihadapkan dalam kondisi yang sulit. Baik itu secara mikro dan makro ekonomi maupun dalam kondisi masyarakat terdampak Covid-19.

 

“Saya juga sarankan agar bantuan dari pemerintah kota Surabaya untuk segera disaurkan. Karena saat ini masyarakat tengah bingung. Keluar beraktivitas salah, gak keluar juga kelaparan. Ini yang perlu kita carikan jala keluarnya seperti apa,” ucapnya.

 

Pansus akan butuh waktu lama, lalu kapan bekerjanya mengatasi pandemic segera berakhir. Kalau legislative dan eksekutif tidak pernah sejalan, sambungnya.

 

“Pemkot juga harus mendengar apa yang disarankan oleh dewan, bukan tidak didengar. Pemerintah daerah kan terdiri dari unsur legislative dan eksekuitf,” kata cak Ipuk.

 

Dewan mungkinpunya tujuan yang baik agar pandemic ini segera cepat berakhir begitu juga dengan Pemkot. Semua sedang bekerja untuk masyarakat Surabaya dan kembali normal menjalni aktivitasnya,”Pungkas cak Ipuk. Alq

Berita Terbaru

Dinkes Ponorogo Klaim Zero Pasung, Ribuan Warga Ponorogo Idap Skizofrenia Dapat Layanan Kesehatan Rutin

Dinkes Ponorogo Klaim Zero Pasung, Ribuan Warga Ponorogo Idap Skizofrenia Dapat Layanan Kesehatan Rutin

Jumat, 06 Feb 2026 10:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 10:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti viralnya masalah skizofrenia atau gangguan jiwa berat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo telah…

BBW Surabaya 2026 Dorong Pengunjung Berbagi Memori di Pekan Terakhir Acara

BBW Surabaya 2026 Dorong Pengunjung Berbagi Memori di Pekan Terakhir Acara

Jumat, 06 Feb 2026 10:36 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 10:36 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Big Bad Wolf Books (BBW) Surabaya 2026 memasuki pekan terakhir penyelenggaraannya. Digelar sejak 29 Januari 2026 di Convention Hall T…

Puluhan Remaja di Ponorogo Ajukan Dispensasi Nikah, Didominasi Hamil Duluan

Puluhan Remaja di Ponorogo Ajukan Dispensasi Nikah, Didominasi Hamil Duluan

Jumat, 06 Feb 2026 10:21 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 10:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sepanjang tahun 2025, Pengadilan Agama (PA) Kelas I-A Ponorogo mencatat sebanyak puluhan remaja di wilayahnya terpaksa menikah di…

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…