Wajah Didi Kempot Diukir di Bambu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ukiran bambu wajah Didi Kempot karya Anang. (SP/M. Yusuf)
Ukiran bambu wajah Didi Kempot karya Anang. (SP/M. Yusuf)

i

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Salah satu penggemar pembawa lagu-lagu campursari, Didi (Kempot) Prasetyo asal Jombang, Jawa Timur, membuat lukisan dari bambu untuk mengenangnya.

Penggemar tersebut yakni Anang Setyo Pambudi (30), warga Desa Sumberejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang. Peseni rupa yang saat ini masih membujang tersebut tergerak membuat lukisan ukir sang idola.

Ia membuat ukiran dengan media batang bambu Untuk membuat ukiran bambu, Anang membuat gambar sketsa wajah Didi Kempot dahulu di kertas dengan pensil. Lalu, sketsa tersebut ditempel ke batang bambu.

Kemudian, bambu dengan berukuran panjang 50 sentimeter dan diameter 10 sentimeter itu diukir mengikuti pola sketsa. Setelah terukir dan nampak bentuk objek gambar, batang bambu lalu dibelah dengan ukuran kecil-kecil.

Selanjutnya, potongan bambu disusun sesuai pola gambarnya dan diberi bingkai. Kemudian lukisan ukiran bambu dipernis agar kelihatan indah.

Anang mengungkapkan, awalnya ide tersebut muncul dari temannya yang memiliki usaha gazebo dari bambu. Di tempat temannya tersebut banyak potongan-potingan bambu yang tidak digunakan.

"Dari situ saya terinspirasi, bagaimana caranya limbah ini didaur ulang. Akhirnya muncul ide untuk membuat ukiran bambu," ungapnya, kepada jurnalis di rumahnya, Rabu (06/5/2020).

Anang menjelaskan, bahwa dirinya sengaja membuat ukiran bambu dengan obyek Didi Kempot. Dan sebagai penghormatan, nantinya akan ia persembahkan untuk keluarga Didi Kempot di.Surakarta.

"Didi Kempot itu idola saya sejak dulu. Gak tahu ya, pas momen Didi Kempot meninggal lantas hati saya tergerak membuat itu untuk mengenang beliau. Ini akan saya kirim ke keluarganya sana," pungkasnya.

Di rumahnya, Anang memang menerima pesanan karya lukis dan ukiran bambu bergambar. Anang menjual ukiran bambu dengan harga Rp 200 ribu. (suf)

Tag :

Berita Terbaru

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya – Sebanyak 447 anak di Jawa Timur kini memiliki kepastian hukum yang menjadi pintu masuk untuk memperoleh berbagai hak dasar sebagai …

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP  ‎

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP ‎

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya SILPA Tahun Anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp210 miliar menjadi perhatian DPRD Kota Madiun. Ketua DPRD Kota Madiun Arm…

Disnakkan Gencarkan Pemeriksaan-Suntik Vitamin Kucing Liar Gratis di Pasar Blitar

Disnakkan Gencarkan Pemeriksaan-Suntik Vitamin Kucing Liar Gratis di Pasar Blitar

Jumat, 17 Jul 2026 13:44 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mulai menggencarkan pemeriksaan kesehatan hingga disuntik vitamin secara…

Target 100 Gigawatt dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Target 100 Gigawatt dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 13:06 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 13:06 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Tidak banyak negara yang memiliki kemewahan seperti Indonesia. Kita berada di kawasan tropis dengan penyinaran matahari yang relatif…

Lewat ‘Rindu Bulan’, Pemkab Banyuwangi Kembalikan Anak Tidak Sekolah ke Lembaga Pendidikan

Lewat ‘Rindu Bulan’, Pemkab Banyuwangi Kembalikan Anak Tidak Sekolah ke Lembaga Pendidikan

Jumat, 17 Jul 2026 12:55 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 12:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan melalui program Rintisan Desa Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun (Rindu Bulan),…

Sumber Pakan Alami Berkurang, Ratusan Kera Lereng Wilis Turun ke Pemukiman Desa

Sumber Pakan Alami Berkurang, Ratusan Kera Lereng Wilis Turun ke Pemukiman Desa

Jumat, 17 Jul 2026 12:48 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 12:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Seiring berkurangnya sumber pakan alami di kawasan hutan Pegunungan Wilis, sebanyak ratusan kera ekor panjang (maccaa…