Pemprov Jatim Salurkan Bansos ke 3070 Warga di Tuban

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Antrian KPM kelurahan Latsari, Tuban saat mengambil BPNT di Agen setempat.
Antrian KPM kelurahan Latsari, Tuban saat mengambil BPNT di Agen setempat.

i

SURABAYAPAGI.COM. Tuban- Bantuan sosial yang disebut Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) hari ini rampung dibagikan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di seluruh Kelurahan di Kabupaten Tuban. Sabtu, (16/5/2020).

BPNT senominal Rp. 100 ribu tersebut, disalurkan melalui KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) yang selanjutnya dibelanjakan oleh masing- masing KPM ke Agen setempat menjadi 9 Kilogram beras dan 7 ons telur ayam. 

Plt Kepala Dinas Sosial Perlindungan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A), Joko Sarwono mengatakan jika Bansos itu memang hanya khusus diberikan kepada KPM yang ada di Kelurahan.

Dan dari 17 jumlah Kelurahan yang ada di wilayah Tuban, terdapat sebanyak 3070 KPM yang dipastikan menerima Bansos tambahan BPNT Pemprov Jatim tersebut.

Jumlah KPM tersebut, kata Joko sesuai petunjuk pelaksanaan prorgram, yakni lamgsung diambil dari KPM yang sudah tercatat sebagai penerima BPNT reguler (biasanya).

"Ini Bansos BPNT senilai Rp. 100 ribu dari Pemprov Jatim yang diberikan bagi KPM penerima BPNT reguler, khusus untuk KPM yang ada di Kelurahan," jelasnya di sela pemantauan penyaluran Bansos Pemprov Jatim.

Joko menambahkan, Bansos dari Pemprov Jatim yang disalurkan saat ini merupakan salah satu dari sekian Bansos asal Pemprov yang dimaksudkan untuk membantu warga terdampak Covid-19. Yang sesuai rencana diberikan dari bulan Mei- Juni sebagai penguat jaring pengamanan sosial, pun toh Kelurahan tidak termasuk dalam sasaran Bantuan Langsung Tunai Dana desa (BLT-DD).

"Program ini akan dilaksanakan Mei hingga juli, dan menurut kabar, Pemprov Jatim juga telah menyiapkan Bansos lain untuk segera disalurkan," terang pejabat mantan Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Tuban itu.

Di tengah menjelaskan program Bansos bagi masyarakat Tuban, surabayapagi.com mencoba menanyakan tentang tanggapan Dinsos P3A terkait beredarnya kabar dengan cerita mengenai adanya salah satu oknum pendamping PKH di salah satu kecamatan yang menggesek (mengambil.red) kartu milik KPM, padahal KPM tersebut diketahui telah meninggal dunia dan mengundurkan diri.

Dalam menjawab pertanyaan dari surabayapagi.com, Joko menegaskan jika mustinya hal itu tidak terjadi. Sebab jika ada KPM yang dianggap sudah tidak layak menerima BPNT, maka KPM tersebut wajib di coret dari daftar penerima.

Namun, Joko melanjutkan, jika kejadian tersebut ada unsur kesengajaan oknum demi mendapatkan hak BPNT dari si KPM yang sudah meninggal atau mengundurkan diri, maka oknum itu dianggap telah melakukan penggelapan dan selanjutnya dapat berurusan dengan hukum.

"Kalau sengaja melakukan itu ya harus siap- siap berurusan dengan satgas pangan. Salah satu satgasnya kan Polri," pungkasnya.

Usai mendapat keterangan dari Plt Dinsos, dalam kesempatan yang sama, surabayapagi.com mengajukan beberapa pertanyaan kepada Kiswati, salah sorang KPM yang berasal dari kelurahan Latsari, Tuban.

Kepada surabayapagi.com ia mengatakan jika hari sebelumnya ia telah lebih dulu mengambil BPNT reguler miliknya, dan kembali lagi datang ke agen hari ini untuk membelanjakan jatah tambahan BPNT Pemprov Jatim yang diterimanya. Kiswati menceritakan jika ia telah menjadi KPM BPNT selama setahun.

Dan dalam jangka waktu tersebut, ia mengaku belum pernah menemui kendala saat menerima BPNT-nya.

Baik saat proses pengambilan maupun tentang kualitas bahan- bahan sembako yang diterima.

"Belum ada kendala pak, saya serumah hidup bersama 8 anggota keluarga. Jadi bantuan pemerintah ini terasa sangat membantu dikeluarga kami," tandasnya. Her

Berita Terbaru

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan Jerman

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan Jerman

Jumat, 06 Nov 2026 07:32 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa fondasi perekonomian Indonesia masih menunjukkan kinerja…

IHSG Ditutup Menguat

IHSG Ditutup Menguat

Jumat, 06 Nov 2026 07:31 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat ditopang oleh kombinasi sentimen dari tingkat…

Menekraf Sebut Sektor Digital Jadi Potensi Baru Ekraf Di Cirebon

Menekraf Sebut Sektor Digital Jadi Potensi Baru Ekraf Di Cirebon

Jumat, 06 Nov 2026 07:28 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya menyebut sektor digital menjadi salah satu potensi ekonomi kreatif (ekraf ) di Kota…

Utang Pemerintah 2026 Tembus Rp 1.600 Triliun

Utang Pemerintah 2026 Tembus Rp 1.600 Triliun

Jumat, 06 Nov 2026 07:25 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Berdasarkan perkiraan Kementerian Keuangan, kebutuhan pembiayaan utang pemerintah Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp…

Jumat Berkah: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Jumat Berkah: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Jumat, 06 Nov 2026 07:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:24 WIB

Oleh: Hj. Lordna Putri Ini adalah terjemahan dari Adagium hukum paling terkenal di dunia: “Summum Ius Summa Iniuria”* (Cicero - Romawi) artinya: Keadilan Ter…

Gerindra Minta Polisi Periksa Teddy

Gerindra Minta Polisi Periksa Teddy

Jumat, 06 Nov 2026 07:20 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pendiri Partai Gerindra Rahmat Sorialam Harahap, S.H., meminta Bareskrim Polri mendalami setiap informasi dan petunjuk yang relevan…