Pemkot Kesulitan Geser Anggaran OPD, Akibatkan Refocusing Lamban

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rapat Banggar DPRD Kota Pasuruan dan Tim Anggaran (Timgar) Pemerintah Kota Pasuruan.SP/dir
Rapat Banggar DPRD Kota Pasuruan dan Tim Anggaran (Timgar) Pemerintah Kota Pasuruan.SP/dir

i

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Lambannya proses Refocusing Anggaran sehingga Pemerintah Kota Pasuruan terkena finalti dari Menteri Keuangan yang diganjar penundaan pencairan DAU sebesar 35 %, terungkap dalam rapat Banggar DPRD Kota Pasuruan dan Tim Anggaran (Timgar) Pemerintah Kota Pasuruan yang membahas refocusing dan realokasi anggaran tahun 2020 untuk percepatan penanggulangan Covid-19 , Rabu (13/05).

Di rapat tersebut Banggar-Timggar harus membedah anggaran yang harus direalokasi minimal 50�ri pos belanja barang dan jasa serta belanja modal, sesuai Surat Keputusan bersama Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri RI.

Dalam pembahasan tersebut terungkap beberapa kendala yang ditemui pemerintah dalam melaksanakan pergeseran anggaran minimal 50�ri pos belanja barang dan jasa serta pos belanja modal di masing-masing OPD.

Sekda Kota Pasuruan, H. Bahrul Ulum mengungkapkan, persoalan yang ditemui diantaranya adalah OPD yang pos belanja barang dan jasanya diperuntukan pembayaran honorarium itu tidak bisa digeser. Dan ini memang menjadi dilema yang dihadapi pemerintah. Misalnya, Dinas Lingkungan Hidup- Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Pasuruan. Anggaran itu untuk membayar honorarium petugas kebersihan dan BBM kendaraan operasional angkutan sampah.

"Hal ini tidak mungkin digeser. Sebab, kalau digeser akan muncul masalah baru. Yakni Pasuruan akan menjadi kota kumuh, "ungkapnya.

Juga di Dinas Pendidikan lanjut Bahrul Ulum, pos anggaran belanja barang dan jasa sebagian besar untuk BOS, DAK dan honorarium guru tidak tetap (GTT) serta pegawai tidak tetap (PTT). " Dan ini juga tidak mungkin digeser. Sebab akan berpengaruh pada proses belajar mengajar, "terang Bahrul Ulum.

Selain itu, di OPD yang sifatnya pelayanan juga tidak bisa digeser. Seperti Dinas Kesehatan dan rumah sakit. Begitu juga dengan Dinas Sosial dan BPBD, hampir sebagian besar anggaran belanja barang dan jasanya digunakan untuk penanganan dan penanggulangan Covid-19.

Sekda juga menyinggung anggaran belanja modal untuk pembebasan JLU (Jalur Lingkar Utara). Menurutnya anggaran JLU itu sulit untuk digeser. Sebab, akan menggangggu pelaksanaan Perda JLU. " Saya khawatir hal itu tidak memenuhi Perda JLU terhadap kecukupan anggaran untuk pembebasan lahan, "ucap Bahrul Ulum.

Anggota Timgar Plt. Kepala BPKAD Kota Pasuruan, Amin menjelaskan kondisi terkini soal Refocusing Anggaran. Dari pos belanja barang dan jasa, pergeseran mencapai 27%, atau Rp 92,972 milyar Dari target Rp 172 milyar (50�lanja barang-jasa). Sedangkan dari pos belanja Modal sudah terkumpul 46%, atau Rp 100,8 milyar dari target Rp 109,6 milyar (50�lanja modal). Masing-masing pos anggaran berdiri sendiri.

"Hingga kini pergeseran anggaran masih berproses. Masing-masing OPD nanti kita revew lagi apakah ada OPD yang pos anggaran belanja barang dan jasanya bisa di geser atau tidak. Sebab, pos belanja barang dan jasa masih kurang separo yaitu 23% sedangkan pos belanja modal, kurang sedikit lagi yakni 4%, "papar Amin. dir

Tag :

Berita Terbaru

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada ketentuan biaya penalti Rp 100 juta pada Seleksi Pengadaan SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah…

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri telah melaporkan harta kekayaan terbarunya. Dalam laporan paling anyar itu, Widiyanti…

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pihak penyelenggara ajang Grammy Awards mengumumkan penambahan kategori penampilan musik pop Asia terbaik, buat ngerayain rilisan…

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tahun Baru Islam, yang baru kita peringati, lebih berfokus pada perenungan spiritual dan muhasabah (evaluasi diri) dibandingkan…

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Eksekusi hotel Sultan di Jakarta, Kamis (18/6) diwarnai kericuhan dan keunikan. Ricuh ada ratusan masa menghadang. Unik, saat…

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Karena Pak Sony tidak jujur. Sebelumnya bersumpah bersih. Tapi info beberapa orang, Sony menerima uang dari Asep secara rutin." Elza Syarief,…