Polres Gresik Gulung Komplotan Pengedar Uang Palsu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres AKBP Arief Fitrianto berbincang dengan empat tersangka pengedar upal di acara konferensi pers. SP/M.AIDID
Kapolres AKBP Arief Fitrianto berbincang dengan empat tersangka pengedar upal di acara konferensi pers. SP/M.AIDID

i

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Polres Gresik berhasil menggulung komplotan pembuat dan pengedar uang palsu (upal) pecahan Rp 100 ribu. Empat tersangka sudah berhasil ditangkap dan dijebloskan ke dalam sel tahanan mapolres.

"Dari tangan para tersangka berhasil disita uang sebesar Rp 62.337.000. Dengan rincian Rp 58 juta merupakan uang palsu, sisanya sebesar Rp 4.337.000 uang asli," ungkap Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto saat menggelar konferensi pers, Selasa (16/6).

Kapolres menambahkan, para tersangka mengaku telah mencetak dan mengedarkan upal pecahan Rp 100 ribu setara Rp 200 juta di tengah masyarakat.

Peredaran upal mereka tidak sebatas di wilayah Jawa Timur tapi juga disebarkan sampai Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

Selain menyita sebagian upal, anggota unit pidum Satreskrim Polres Gresik juga berhasil menemukan barang bukti kejahatan berupa alat-alat untuk memproduksi upal dari tangan tersangka.

Barang bukti itu antara lain berupa 2 unit mesin printer merk FujiXerox tipe docuprint, alat sablon, screen pembuat logo upal dan bookpaper untuk mencetak upal.

Keempat pelaku pencetak dan pengedar upal ini belum diketahui apakah mereka bagian dari sindikat pengedar upal di wilayah lain di Tanah Air.

Kasus ini terungkap bermula pada 10 Juni lalu. Ketika itu tersangka Arief Aryuanda Sukarno (25), seorang mahasiswa, kedapatan membelanjakan upal Rp 100 ribu di toko milik Akhmad, warga Driyorejo, Gresik.

Petugas Polsek Driyorejo yang dibackup opsnal polres kemudian menggelandang Arief untuk menemukan tersangka lainnya.

Berturut-turut tiga tersangka berhasil diringkus. Mereka adalah Eko Sukarno (50), warga Balongbendo, Sidoarjo. Eko tidak lain adalah ayah dari tersangka Arief. Keseharian Eko adalah seorang sopir.

Selanjutnya adalah tersangka M Nazamuddin Arief (48), warga Pucanganom, Kebonsari, Madiun. Dari tangan tersangka ini Eko membeli upal.

Nazamuddin yang jebolan fakultas ekonomi mengaku membeli upal dari tetsangka Cahyo Widodo (49), warga Bulusar Selatan, Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kediri.

Tersangka Cahyo Widodo yang berprofesi sebagai seniman menjadi otak dalam pengusutan kasus upal ini. Karena dialah yang memproduksi upal pecahan Rp 100 ribu senilai Rp 200 juta. Dari kediamannya petugaa berhasil menyita peralatan untuk mencetak upal.

Kini keempat pelaku tengah mengikuti proses penyidikan di satreskrim Polres Gresik.

Kepada para tersangka akan dijerat dengan sangkaan sesuai pasal 36 jo pasal 26 UU RI Nomor 7/2011 tentang Mata Uang dan/atau pasal 244 dan pasal 245 KUHP. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp 50 miliar. did

Berita Terbaru

Operasi Patuh Semeru 2026, Ditlantas Polda Jatim bersama Satlantas Polres Blitar Lakukan Inspeksi Angkutan Umum

Operasi Patuh Semeru 2026, Ditlantas Polda Jatim bersama Satlantas Polres Blitar Lakukan Inspeksi Angkutan Umum

Kamis, 05 Nov 2026 13:36 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Ditlantas Polda Jatim berkolaborasi bersama Satlantas Polres Blitar dan stakeholder terkait melakukan inspeksi dan rampchek angkutan…

CSAP Catat Penjualan Rp14,3 Triliun, Bidik Pasar Renovasi Rumah di Kawasan Surabaya Timur

CSAP Catat Penjualan Rp14,3 Triliun, Bidik Pasar Renovasi Rumah di Kawasan Surabaya Timur

Kamis, 05 Nov 2026 13:25 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Potensi pasar perlengkapan dan bahan bangunan di Surabaya Timur semakin menarik perhatian pelaku ritel modern. Pertumbuhan kawasan h…

Siapkan Pembangunan Ulang Jembatan Koncer 2027, Pemkab Bondowoso Alokasikan Rp20 Miliar

Siapkan Pembangunan Ulang Jembatan Koncer 2027, Pemkab Bondowoso Alokasikan Rp20 Miliar

Kamis, 05 Nov 2026 13:15 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Melihat sejumlah kondisi bangunan yang dinilai sudah mengalami kerusakan berat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mulai…

Viral! Kemunculan Buaya 2,2 Meter saat Banjir Lahar Semeru di Lumajang

Viral! Kemunculan Buaya 2,2 Meter saat Banjir Lahar Semeru di Lumajang

Kamis, 05 Nov 2026 13:14 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 13:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Kemunculan seekor buaya saat banjir lahar Gunung Semeru kembali menggegerkan warga di Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian,…

Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Warga di Kediri Rusak hingga Ambruk

Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Warga di Kediri Rusak hingga Ambruk

Kamis, 05 Nov 2026 12:44 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 12:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sebanyak 86 rumah warga di Dusun Kepung Barat, Desa/Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, baru saja diterjang angin puting beliung,…

Pemkot Surabaya Salurkan Modal dan Rombong Usaha Keluarga Prasejahtera di Kedung Anyar

Pemkot Surabaya Salurkan Modal dan Rombong Usaha Keluarga Prasejahtera di Kedung Anyar

Kamis, 05 Nov 2026 12:11 WIB

Kamis, 05 Nov 2026 12:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya dalam mengentaskan kemiskinan dan meringankan beban warga, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Amil…