IIK Bhakti Wiyata Bagikan 800 Paket Herbal Tradisional

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penyerahan ramuan tradisional secara simbolis dilakukan kepada Camat Pesantren Eko Lukmono Hadi di Pendopo Kecamatan Pesantren Kota Kediri.SP/ALQ
Penyerahan ramuan tradisional secara simbolis dilakukan kepada Camat Pesantren Eko Lukmono Hadi di Pendopo Kecamatan Pesantren Kota Kediri.SP/ALQ

i

SURABAYA PAGI, Surabaya - Mendukung kinerja pemerintah, khususnya Pemprov Jawa Timur, Institut Ilmu Kesehatan(IIK) Bhakti Wiyata(BW) membagikan 800 paket ramuan herbal tradisional kepada Orang Dalam Pengawasan(ODP) di wilayah sekitar kampus mereka. Ramuan itu hasil racikan tim ahli pengobatan interkontinental prodi D4 Pengobatan Tradisional Tiongkok(PTT).

Ditemui di Surabaya, Ika Rahmawati, S.Kep.,Ns.,M.Kep. selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan IIK BW mengungkapkan jika kegiatan ini digelar beberapa hari lalu di Kelurahan Bangsal dan Kelurahan Tempurejo Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

"Penyerahan ramuan tradisional secara simbolis dilakukan kepada Camat Pesantren Eko Lukmono Hadi di Pendopo Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Dalam sambutannya, Camat Pesantren mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi perhatian yang begitu besar dari IIK BW khususnya prodi D4 PTT," kata Ika.

“Ini merupakan langkah awal dari prodi D4 PTT IIK BW untuk berkontribusi secara langsung di masyarakat dalam melawan COVID-19. Bahan-bahan yang digunakan dalam ramuan ini Insya Allah halal. Ke depannya kami akan membagikan lebih banyak ramuan herbal yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Rencananya pembagian akan dilaksanakan selama tiga tahap di wilayah kota Kediri dan Kabupaten Kediri," tambahnya.

Menambahkan pernyataan Ika, Anindini Winda Amalia, S.Kep., Ns., M.Si., selaku kaprodi D4 PTT IIK BW memastikan jika lulusan prodi yang Ia pimpin telah diakui sebagai tenaga kesehatan tradisonal interkontinental oleh Kemenkes RI. Sehingga, bisa dipastikan hasil produk olahannya aman untuk dikonsumsi. "Lulusan akan mendapatkan Surat Tanda Regitrasi Tenaga Kesehatan Tradisional (STRKT) dan Surat Izin Praktik Tenaga Kesehatan Tradisional (SIPTKT) sehingga dapat membuka praktik pengobatan tradisional yang sah dan dilindungi pemerintah," beber Anindini.

"Paket ramuan tradisional yang dibagikan adalah simplisia kering yang diadaptasi dari resep obat herbal Tiongkok. Bahan-bahan tersebut pun mudah didapat di Indonesia dan dipastikan aman karena telah dilakukan riset di China. Cara mengolahnya juga cukup mudah. Ramuan berbentuk serbuk ini dapat langsung diseduh sebagai jamu dan dikonsumsi pagi hari dan malam hari," jelasnya lebih lanjut.

Pada kesempatan yang sama, Prof Dr. Muhamad Zainuddin, Apt. selaku Rektor IIK BW menjelaskan turut menjelaskan keunggulan D4 PTT IIK BW. “Di Indonesia, baru ada 3 kampus yang memiliki prodi D4 PTT, dan hanya D4 PTT IIK BW  yang terakreditasi B oleh LAM-PTKes. Dengan begitu, lulusan akan lebih banyak meraih kesempatan kerja di berbagai bidang termasuk sebagai pegawai negeri,"ungkapnya.

"Prospek kerja lulusan D4 PTT di Indonesia pun masih terbuka luas karena jumlah lulusan masih terbatas. Selain itu IIK Bhakti Wiyata juga bekerjasama langsung dengan kampus di China yakni Yunnan University dan Baoshan College untuk memberikan kompetensi tambahan kepada peserta didik, sehingga nantinya lulusan siap bersaing di kancah internasional," pungkas Zainuddin. Alq

Berita Terbaru

Wamenkes Yakin Kota Mojokerto Bakal Jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Wamenkes Yakin Kota Mojokerto Bakal Jadi Percontohan Nasional Eliminasi TB

Selasa, 29 Sep 2026 15:33 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kesiapan sumber daya manusia dan fasilitas layanan kesehatan menjadi modal penting bagi Kota Mojokerto untuk mempercepat upaya e…

Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026 Sukses Digelar di Surabaya

Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026 Sukses Digelar di Surabaya

Selasa, 29 Sep 2026 15:26 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 15:26 WIB

SurabayaPagi, Surabaya Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K 2026 sukses dilaksanakan pada Minggu (27/9) di Balai Kota Surabaya. Mengusung tema Energy of…

Tunggu Kejelasan Regulasi, Disbudpar Tulungagung Sesuaikan Target PAD Wisata

Tunggu Kejelasan Regulasi, Disbudpar Tulungagung Sesuaikan Target PAD Wisata

Selasa, 29 Sep 2026 15:24 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 15:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti sejumlah objek wisata yang pengelolaannya berkaitan dengan kawasan hutan dan masih menunggu kejelasan regulasi,…

Atasi Macet Ketapang, Dermaga Bulusan Banyuwangi Didorong Kembali Beroperasi

Atasi Macet Ketapang, Dermaga Bulusan Banyuwangi Didorong Kembali Beroperasi

Selasa, 29 Sep 2026 15:16 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 15:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Guna membantu mengurai kemacetan yang berulang di kawasan Pelabuhan Ketapang, Dermaga Bulusan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi,…

Perkuat Kesiapsiagaan Gempa, Pemkab Magetan Gelar Sekolah Lapang BMKG

Perkuat Kesiapsiagaan Gempa, Pemkab Magetan Gelar Sekolah Lapang BMKG

Selasa, 29 Sep 2026 15:05 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Guna menekan risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian material akibat bencana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mendorong…

Kemarau Panjang, Volume Debit Embung di Jombang Terus Menerus Menurun

Kemarau Panjang, Volume Debit Embung di Jombang Terus Menerus Menurun

Selasa, 29 Sep 2026 14:57 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 14:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Fenomena kemarau panjang mengakibatkan sejumlah debit air di sejumlah embung Kabupaten Jombang terus menerus menurun. Kondisi…