Vaksin Belum Ditemukan, Terapi Antibodi Jadi Penawar Covid-19

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilmuwan di Amerika Serikat (AS) mulai mengembangkan terapi antibodi sebagai langkah pengobatan pasien terinfeksi virus corona (covid-19). SP/ CNN
Ilmuwan di Amerika Serikat (AS) mulai mengembangkan terapi antibodi sebagai langkah pengobatan pasien terinfeksi virus corona (covid-19). SP/ CNN

i

SURABAYAPAGI.com, Amerika Serikat - Ilmuwan di Amerika Serikat (AS) mulai mengembangkan terapi antibodi sebagai langkah pengobatan pasien terinfeksi virus corona (covid-19). Upaya itu dilakukan terkait pemenuhan kebutuhan pengobatan yang berpeluang besar tersedia tahun ini dibandingkan vaksin yang diprediksi tersedia tahun depan.

Kendati demikian, antibodi yang merupakan protein yang dibuat tubuh untuk melawan infeksi, dalam fungsi kerjanya hanya bertahan satu atau dua bulan dan kemudian menghilang. Jauh dari keuntungan vaksin yang bekerja lebih lama.

Terapi antibodi juga akan dikhususkan untuk mengobati sementara populasi yang rentan, seperti lansia, pasien dengan komorbid dan tenaga kesehatan yang terpapar.

Ilmuwan di Amerika Serikat (AS) mulai mengembangkan terapi antibodi sebagai langkah pengobatan pasien terinfeksi virus corona (covid-19). Upaya itu dilakukan terkait pemenuhan kebutuhan pengobatan yang berpeluang besar tersedia tahun ini dibandingkan vaksin yang diprediksi tersedia tahun depan.

Kendati demikian, antibodi yang merupakan protein yang dibuat tubuh untuk melawan infeksi, dalam fungsi kerjanya hanya bertahan satu atau dua bulan dan kemudian menghilang. Jauh dari keuntungan vaksin yang bekerja lebih lama.

Terapi antibodi juga akan dikhususkan untuk mengobati sementara populasi yang rentan, seperti lansia, pasien dengan komorbid dan tenaga kesehatan yang terpapar.

Namun, karena penyediaan plasma pemulihan untuk merawat semua pasien tidak mudah tersedia. Fauci menyebut dunia kedokteran modern dapat mengatasi, bahkan mungkin memperbaiki prosesnya, dengan cara membuat antibodi monoklonal atau antibodi buatan laboratorium khusus untuk menargetkan infeksi virus corona.

"Kami ingin terapi antibodi tersedia bagi mereka yang berisiko, yakni orang tua, dan mereka yang memiliki kondisi mendasar. Itu prioritas yang sangat-sangat tinggi," imbuh Fauci yang juga merupakan anggota gugus tugas percepatan penanganan covid-19 AS.

Sementara itu, Wakil Presiden Riset Industri di BIO David Thomas mengatakan dibanding dengan penyakit lainnya, penelitian dan pengembangan pengobatan covid-19 diakui bergerak paling lamban.

Ia menambahkan saat ini setidaknya ada 102 perawatan antibodi Covid-19 dalam berbagai tahap pengembangan. Thomas mengatakan beberapa terapi dirancang untuk mengobati efek sekunder covid-19, seperti peradangan. Sedang, yang lain sedang dirancang untuk membunuh virus corona itu sendiri.

Saat ini, empat terapi antibodi monoklonal dibuat untuk mengobati dan mungkin mencegah infeksi covid-19, dan sudah masuk ke dalam uji coba manusia pada bulan ini.

Dua terapi antibodi sedang dikembangkan oleh Perusahaan farmasi raksasa Eli Lilly yang berbasis di Indianapolis, satu yang lainnya dikembangkan Eli Lilly kolaborasi dengan AbCellera, sebuah perusahaan bioteknologi yang berbasis di Kanada. Sementara sisanya, dikembangkan oleh Junshi Biosciences.

Antibodi yang dikembangkan Lilly dengan AcCellera yang disebut LY-CoV555 sekarang dalam uji klinis fase kedua pada pasien yang tidak dirawat di rumah sakit. Lilly ke depannya juga akan menguji antibodi tambahan dan bereksperimen dengan kombinasi yang berbeda untuk melihat mana yang terbaik.

Selain itu, ada pula pengembangan terapi antibodi yang dikembangkan oleh Tychan, sebuah perusahaan bioteknologi yang berbasis di Singapura. Mereka meluncurkan uji klinis fase pertama pada pasien yang dirawat di RS Singapura. Tychan juga menyebut bagian uji coba ini akan memakan waktu sekitar enam minggu.

Kemungkinannya, jika semuanya berjalan dengan baik dalam fase pertama uji coba, terapi antibodi dapat dinaikkan ke fase berikutnya pada musim panas ini, sehingga fase perawatannya diprediksi tersedia pada musim gugur.

Kendati demikian, beberapa ilmuwan mengatakan tidak semuanya berjalan sesuai rencana dalam kehidupan nyata.

Sedangkan perkembangan penelitian di Indonesia, teranyar lembaga penelitian pemerintah di bidang biologi molekuler, Eijkman, mengembangkan pengobatan alternatif untuk pasien covid-19, terapi plasma convalescent yang dipraktikkan di sejumlah negara.

Terapi plasma convalescent menggunakan plasma darah pasien covid-19 yang sudah sembuh. Antibodi terhadap virus penyebab covid-19, SARS-CoV-2, di plasma pasien sembuh bakal didonorkan ke pasien yang masih menjalani perawatan.

"Nah, antibodi itu ketika pasiennya sudah sembuh berarti pasiennya sudah bisa mengatasi infeksinya, itu bisa dipakai untuk membantu orang lain yang masih sedang sakit. Jadi, prinsipnya seperti zona," kata Direktur Lembaga Molekuler Eijkman Amin Soebandrio, akhir pekan lalu.

Terapi plasma convalescent, kata Amin, bakal berlangsung baik dengan memperhatikan tiga unsur, yaitu pendonor sehat, produk baik, dan kondisi penerima plasma.

Amin juga menegaskan terapi plasma convalescent fungsinya bukan menggantikan vaksin, namun bisa terus dilakukan bila pasien terus muncul dan vaksin belum ada.  dsy4

Berita Terbaru

Giat Jumat Berkah, Polres Blitar Hadirkan Beragam Layanan Gratis dan Dialog Kamtibmas untuk Masyarakat

Giat Jumat Berkah, Polres Blitar Hadirkan Beragam Layanan Gratis dan Dialog Kamtibmas untuk Masyarakat

Jumat, 04 Sep 2026 13:42 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 13:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polres Blitar terus tingkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui kegiatan Jumat Berkah, kalini di gelar di halaman Masjid Baitu…

HUT Kejaksaan, PMII Madiun Hadiahi Sapu dan Jebakan Tikus

HUT Kejaksaan, PMII Madiun Hadiahi Sapu dan Jebakan Tikus

Jumat, 04 Sep 2026 12:07 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 12:07 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Bukan karangan bunga atau ucapan seremonial. Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Madiun memilih sapu dan jebakan ti…

PERINGATAN MAULID NABI Dinas Perpustakaan Dan Arsip Diwarnai Pisah Sambut Pimpinan  

PERINGATAN MAULID NABI Dinas Perpustakaan Dan Arsip Diwarnai Pisah Sambut Pimpinan  

Jumat, 04 Sep 2026 10:49 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 10:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW khidmat dan penuh kehangatan digelar Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) K…

Program Jember Home Care Jadi Primadona Baru, 82,3% Warga Puas dan Minta Diperluas Jangkauannya

Program Jember Home Care Jadi Primadona Baru, 82,3% Warga Puas dan Minta Diperluas Jangkauannya

Jumat, 04 Sep 2026 10:32 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 10:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Accurate Research and Consuliting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei terbaru kepuasan warga terhadap kinerja Bupati Jember Gus…

Thariq Ungkap Fee Proyek 2,5 Miliar Saat Jadi Saksi Maidi

Thariq Ungkap Fee Proyek 2,5 Miliar Saat Jadi Saksi Maidi

Jumat, 04 Sep 2026 10:29 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 10:29 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kepala Dinas PUPR Kota Madiun Thariq Megah mengungkap dana fee proyek yang terkumpul di lingkungan dinasnya mencapai sekitar R…

27 Ton Bantuan Dikirim dari Jatim ke Flores, Logistik Akan Disebar ke Sejumlah Titik Bencana

27 Ton Bantuan Dikirim dari Jatim ke Flores, Logistik Akan Disebar ke Sejumlah Titik Bencana

Jumat, 04 Sep 2026 10:03 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 10:03 WIB

SurabayaPagi, Sidoarjo – Solidaritas masyarakat Jawa Timur untuk warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalir. Sebanyak 62 m…