SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Di masa pandemi Covid-19 saat ini, sekolah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring atau online tanpa adanya tatap muka.
Dan bagi anak sekolah mulai SD/MI hingga SMU/MA, otomatis mempersiapkan fasilitas ponsel android untuk menerima pelajaran yang diberikan oleh gurunya melalui fasilitas aplikasi WhatsApp.
Namun, bagi anak-anak yang berada di kota, terutama bagi kalangan keluarga berada, tentu belajar secara daring dengan menggunakan ponsel android dan jaringan internet tidak ada kendala.
Namun, bagi anak-anak yang tinggal di daerah pinggiran atau pelosok, tentu penggunaan android dan jaringan internet yang sulit diperoleh dalam belajar daring menjadi kendala tersendiri bagi mereka.
Seperti halnya anak-anak di Dusun/Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang. Untuk menuju ke dusun terpencil tersebut, harus melalui hutan jati milik perhutani.
Di Desa Marmoyo, masih cukup banyak anaknsekolah yang tidak memiliki ponsel android. Selain itu, akses internet sangat susah. Hanya beberapa orang saja yang memasang wifi, itupun kadang lancar kadang tidak.
Menurut Sumandi (36), bahwa anak-anak di desanya selama belajar daring, mulai dari SD hingga SMA menggunakan fasilitas wifi yang ada di balai desa karena jaringan internet yang sulit didapat.
"Namun sekarang sudah ada warga yang memasang wifi sendiri, sehingga tidak sampai berkerumun di balai desa. Ada 10 titik di desa kami. Salah satunya dirumah saya ini," ujarnya, kepada jurnalis di rumahnya, Rabu (22/7/2020).
Sumandi menjelaskan, anak-anak yang numpang wifi dirumahnya lumayan banyak. Tapi yang didampingi hanya yang sekolah SD, sedangkan yang SMP dan SMA hanya sekedar download pelajaran lalu pulang ke rumah.
"Tapi yang jelas, mulai pagi hingga malam paati ada anak-anak sekolah yang kesini. Dan itu tiap hari datang kerumah," jelas bapak dua anak ini yang juga sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Marmoyo.
Sumandi tergerak membantu anak-anak karena dirinya dulu mengalami masa sulit saat bersekolah. Dan sekarang sudah jamannya seharusnya anak-anak mudah sekolah. Kebetulan ia bisa membantu karena ada wifi.
"Kasihan juga anak-anak kalau nggak belajar. Semangatnya belajar luar biasa. Kalau nggak kita-kita ya siapa lagi, gitu. Keluar desa kan juga tidak mungkin," cetusnya.
Sumandi memaparkan, untuk bulan ini di desanya ada 10 titik. Untuk bulan lalu, ngumpul di balai desa. Biasanya, anak-anak mulai belajar mulai pukul 08.00 WIB bagi yang SD. Sedangkan yang SMP setelah pukul 12.00 WIB.
"Ini berjalan sudah dua bulan ini. Ya semasa pandemi Covid-19 ini. Awalnya kita tawarkan, kalau mau ke rumah-rumah bebas. Kita buka wifinya gak pakai sandi di tiap rumah yang pasang. Warga saling bantu lah," paparnya.
Selain memberi fasilitas wifi, juga meminjamkan ponsel untuk digunakan belajar daring bersana. Hal itu lantaran masih banyak anak-anak, terutana SD yang tidak mempunyai ponsel.
"Ya nggak apa-apalah nomor kita dimasukkan di grup SD. Kan dekat ya, kalau ada pelajaran kita sampaikan ke rumahnya, kadang kita sampaikan ke anaknya," tukasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Marmoyo, Liwon S.Pd menjelaskan, dengan kondisi kendala jaringan, deadline pembelajaran sekolah yakni mulai pukul 08.00 WIB, waktu mengumpulkan sampai pukul 12.00 WIB.
"Itupun kalau anak-anak bisa selesai. Kalau nggak bisa hari ini ya besok kan bisa dikumpulkan. Yang terpenting tugas sudah disampaikan. Biasanya ya, setelah pukul 12.00 WIB ke atas bisa japri ke gurunya masing-masing," jelasnya.
Menurut Liwon, selama pandemi ini proses belajar mulai pukul 08.00 WIB baru mulai tugasnya. Kalau normalnya mulai pukul 07.00 WIB-12.00 WIB. Dan sekolah di pinggiran seperti ini kendalanya sinyal.
"Kendalanya yang jelas sinyal. Tidak bisa hari ini juga selesai. Kadang-kadang itu bisa mengirim tapi tidak sampai. Dan target dari kurikulum 50 persen di masa pandemi ini," pungkasnya.
Perlu diketahui, bahwa di SD Negeri Marmoyo, Dusun/Desa Marmoyo, Kecamatan Kabuh memiliki murid kelas 1 sebanyak 16 anak, kelas 2 ada 13, kelas 3 ada 7 anak, kelas 4 ada 11 anak, kelas 5 ada 9 anak, dan kelas 6 ada 10 anak.(suf)
Editor : Redaksi