SURABAYAPAGI.COM, Sumenep - Kepala Camat Rubaru Kabupaten Sumenep, Arip Susanto mengaku selalu memberikan pengarahan kepada masyarakatnya, melalui Rakor rutin setiap satu bulan sekali.
“Ada dua kegiatan rutin yang dilaksanakan di pendopo kecamatan diantaranya rapat mengenai covid 19 kita laksanakan setiap hari jumat, kalau yang hari Jumat kita sering menggelar rapat bersama UPT dan Porfimka di ditingkat kecamatan berikut 14 Kepala Desa sekecamatan Rubaru Kab. Sumenep,” ucapnya.
Menurutnya, masalah Covid-19 di wilayah Kecamatan Rubaru, untuk sementara ini masih belum boleh melakukan kegiatan berkerumun, seperti hajatan perwakinan. “Artinya secara bergerombol belum diperbolehkan bukan berarti tidak, masalahnya belum ada perintah dari pusat, jadi jika sangat terpaksa melakukan kegiatan diharapkan minta izin kepada kapolsek maupun kepada Camat, namun tetap mengutamakan protokol kesehatan,” jelasnya kepada surabaya pagi (22/07).
“Masyarakat sebaiknya jangan bermimpi dulu untuk penerapan new normal jika masyarakatnya sendiri belum bisa disiplin. Sebab di kecamatan Rubaru itu masih zona merah, hanya informasinya baru ada lima pasien positif corona dinyatakan sudah sembuh tetapi masih ada 5 pasien masih reaktif, artinya masih belum hijau,” imbuhnya.
Selain itu lanjut Arif, masyarakat di Kecamatan Rubru dihimbau untuk terus berhati-hati dan apabila akan menggelar acara perkumpulan sebaiknya meminta izin ke kapolsek atau kepada Camat, sebab jika tidak ada laporan dan diketahui menggelar kegiatan dengan tanpa izin, maka pihaknya akan memberhentikan kegiatan tersebut sesuai dengan aturan pemerintah. “Artinya saya akan terus bertindak untuk memperlakukan masyarakat agar disiplin dalam meghadapi pandemi covid-19 ini,” tegasnya.
Untuk di ketahui, bahwa saat ini pasien sudah tidak dilakukan rapid tes melainkan langsung di swab, agar dapat langsung terlihat hasil positif atau tidaknya. “Jadi Bidan Desa dan Dokter tidak akan salah, sebab mereka telah menjalani sumpah jabatan, yang artinya tidak akan melakukan diluar sumpah tersebut,” paparnya.
“Oleh karena itu, persoalan covid-19 ini perlu disikapi secara serius,” pungkasnya.ar
Editor : Mariana Setiawati