Rapid Test, Sembilan Pegawai PN Surabaya Reaktif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pegawai PN Surabaya melakukan rapid test. SP/BUDI
Pegawai PN Surabaya melakukan rapid test. SP/BUDI

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Sebanyak sembilan pegawai Pengadilan Negeri Surabaya, Jawa Timur, diketahui reaktif setelah mengikuti tes cepat atau rapid test Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 bersama 300-an hakim dan pegawai pengadilan lainnya pada Senin, 3 Agustus 2020. Mereka yang reaktif langsung diisolasi mandiri untuk di-swab.

Juru bicara PN Surabaya, Martin Ginting, menjelaskan, Ketua PN Surabaya memang memerintahkan agar melakukan tes cepat terhadap seluruh hakim dan pegawai di hari pertama kerja setelah libur Idul Adha. Hal itu dilakukan karena kebiasaan masyarakat Jatim yang mudik di Hari Raya Idul Adha, sama seperti ketika Idul Fitri.

Pihak pengadilan khawatir ketika masuk kerja ada pegawai yang membawa COVID-19 dari luar. "Ternyata setelah dilakukan demikian (rapid test), hasil dari 300-n yang kita rapid, ada sembilan orang yang reaktif," kata Ginting kepada wartawan di Surabaya pada Selasa, 4 Agustus 2020.

Mereka yang reaktif tiga di antaranya adalah panitera pengganti. Sisanya, enam orang, adalah pegawai yang bertugas di pelayanan bagian pidana dan perdata. Mereka langsung diminta pulang dan isolasi mandiri. "Mulai hari ini (kesembilan pegawai yang reaktif) diperintahkan segera swab," kata Ginting.

Ada informasi satu hakim PN Surabaya yang terkonfirmasi positif COVID-19. Ginting membenarkan itu namun posisi hakim tersebut kebetulan tengah cuti dan ada di Jawa Barat. Ia tertular di sana, bukan di lingkungan PN Surabaya. "Dia laporan ke pimpinan bahwa dia berada di rumah sakit di perawatan karena terpapar covid. Jadi, bukan di sini," ujar Ginting.

Secara umum, angka kasus COVID-19 di Kota Surabaya masih tinggi, kendati tingkat kesembuhannya sudah tinggi dan tren kasusnya menurun. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma bahkan mengklaim kotanya kini sudah berubah menjadi zona hijau, kendati banyak pihak, termasuk Pemprov Jatim dan pemerintah pusat, membantah itu.Bd

Berita Terbaru

Sinergi Pemprov Jatim dan Australia Buka Peluang Ekspor Produk Kulit ke Timur Tengah

Sinergi Pemprov Jatim dan Australia Buka Peluang Ekspor Produk Kulit ke Timur Tengah

Rabu, 01 Apr 2026 05:42 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 05:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Indonesia dan Australia terus memperkuat kerja sama di sektor industri kulit dan peternakan sapi melalui kegiatan I…

Pertamina Imbau Warga Jatim Tak Panic Buying, Pasokan BBM dan LPG Dipastikan Aman

Pertamina Imbau Warga Jatim Tak Panic Buying, Pasokan BBM dan LPG Dipastikan Aman

Rabu, 01 Apr 2026 00:42 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 00:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (panic b…

Bupati Madiun Tekankan Skala Prioritas dan Penurunan Kemiskinan

Bupati Madiun Tekankan Skala Prioritas dan Penurunan Kemiskinan

Selasa, 31 Mar 2026 22:50 WIB

Selasa, 31 Mar 2026 22:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.com,  Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat lebih dari seribu usulan masyarakat dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Mus…

Krisis Kepercayaan Jadi Pemicu, Warga Tetap Antre BBM Meski Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan 

Krisis Kepercayaan Jadi Pemicu, Warga Tetap Antre BBM Meski Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan 

Selasa, 31 Mar 2026 20:18 WIB

Selasa, 31 Mar 2026 20:18 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, per 1 April 2026. Namun ba…

Harga Produk Plastik Melonjak hingga 50 Persen di Pasar Besar Madiun

Harga Produk Plastik Melonjak hingga 50 Persen di Pasar Besar Madiun

Selasa, 31 Mar 2026 17:43 WIB

Selasa, 31 Mar 2026 17:43 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun – Kenaikan harga barang berbahan plastik melonjak signifikan. Dalam beberapa waktu terakhir, lonjakan harga disebut mencapai 40 h…

Isu Kenaikan Harga BBM Per April Picu Kepanikan, Warga Pilih isi Full Tank

Isu Kenaikan Harga BBM Per April Picu Kepanikan, Warga Pilih isi Full Tank

Selasa, 31 Mar 2026 17:39 WIB

Selasa, 31 Mar 2026 17:39 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Isu potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) imbas memanasnya konflik di Timur Tengah mulai memicu keresahan di masyarakat.…