Warga Minta Pengolahan Kulit Sapi Di Sumberanyar Ditutup

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Lokasi pembuatan limbah. SP/Lim
Lokasi pembuatan limbah. SP/Lim

i

SURABAYAPAGI.COM, Lumajang - Warga Dusun Serambahan, Desa Sumberanyar Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meminta pemerintah menutup tempat pengolahan kulit sapi.

Selain warga Sumberanyar, warga Tekung Kecamatan Tekung yang berada/ tinggal di Dusun Magersari (di seberang tempat pengolahan sapi kulit sapi) juga minta ditutup.

Alasannya, limbah pengolahan kulit sapi itu mencemari sungai dan menimbulkan bau tak sedap terutama di waktu pagi hari menjelang subuh. Warga sekitar mengaku sudah bertahun-tahun lamanya merasakan bau tak sedap tersebut. Namun mereka tidak berani dan tidak tahu mau menyampaikan kemana.

“Sudah bertahun-tahun lamanya pak. Kami tidak berani protes. Dulu tidak kompak. Kalau sekarang kompak bagus. Baunya sangat menyengat. Tiap hari raya kita memang dikasih uang 100 ribu. Tapi lebih baik ditutup”, kata MN, warga pinggir sungai tersebut.

Juga warga sekitar menuturkan, bau pengolahan kulit sapi itu mengganggu sekali.

“Pokoknya bau, Mas. Bau sekali,” kata masyarakat.

Menurut penuturan warga, akibat dibuang ke sungai warga tidak bisa mencuci pakaian, apalagi mandi. Aliran sungai kotor berminyak banyak lemak.

“Jika mandi mengakibatkan gatal. Pernah di datangi dinas Pemkab malam harinya datang lagi kulit satu truk. Rupanya mereka tidak takut walaupun sudah didatangi petugas,” ujar tokoh setempat yang tidak mau namanya dipublikasikan.

Korwil Pengairan Yosowilangun-Tekung, Rohim, menyatakan tidak tahu bahwa pengolahan kulit sapi tersebut sudah berjalan bertahun-tahun. Dia dia mengaku baru 1 tahun bertugas di korwil ini. Selama bertugas dia sering menegur pihak pengolahan kulit sapi itu, terutama menyangkut izin.

“Kalau saya tidak mengingatkan bisa kena pasal pembiaran”, ujarnya seraya membenarkan kalau limbah kulit sapi tersebut dibuang ke sungai.

Menurut Rohim, ada dua wewenang terkait dengan pengolahan kulit sapi tersebut. Yang pertama wewenang Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Lumajang.

“Yang penting kan bila tidak ada permasalahan di masyarakat. Cuma masalah airnya tidak ada permasalahan. Di warga, ya ndak apa-apa setiap hari dibuat mandi, nyuci. Gak bau, kok. Ke pertanian juga gak bermasalah,” paparnya.

Hanya saja Rohim menyatakan, kalau limbah sapi tersebut  dibuang ke sungai dengan jumlah banyak berbahaya juga.

“Kalau jumlahnya banyak, ya bahaya juga. Soal tempat pengolahan kulit sapi itu kita mengizinkan. Tidak dipungut biaya. Kalau masalah pembuangannya ya, ke DLH (Dinas Lingkungan Hidup)” tuturnya. Lim

Berita Terbaru

PDIP Kritik KPK yang Masih Suka OTT

PDIP Kritik KPK yang Masih Suka OTT

Minggu, 05 Jul 2026 20:51 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, yang anggota Komisi II DPR menyoroti dua Bupati Langkat dan Kuantan Singingi (Kuansing) secara…

Rp323 Miliar, Biaya Pesta Pernikahan Taylor dan Travis

Rp323 Miliar, Biaya Pesta Pernikahan Taylor dan Travis

Minggu, 05 Jul 2026 20:50 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Beberapa nama besar hadir dalam pesta pernikahan Taylor dan Travis. Mereka antara lain Selena Gomez, Gigi Hadid, Bradley Cooper,…

Oknum Brimob dan TNI AL Terlibat Penyelundupan Sabu

Oknum Brimob dan TNI AL Terlibat Penyelundupan Sabu

Minggu, 05 Jul 2026 20:48 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung membongkar upaya penyelundupan sekitar 5 kilogram sabu dan 202 butir pil ekstasi di…

Panas di New York, Dikisaran 40 hingga 46 C

Panas di New York, Dikisaran 40 hingga 46 C

Minggu, 05 Jul 2026 20:46 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gelombang panas ekstrem kini juga melanda wilayah timur laut Amerika Serikat, dengan Central Park, New York. Saat ini tercatat…

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus

Minggu, 05 Jul 2026 20:44 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Puncak musim kemarau di pulau Jawa diprediksi terjadi pada Agustus 2026. BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia…

Gelombang Panas di Prancis, Tewaskan 1.000 Warga

Gelombang Panas di Prancis, Tewaskan 1.000 Warga

Minggu, 05 Jul 2026 20:43 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gelombang panas di Eropa, yang datang lebih awal pada musim panas tahun ini berlangsung sangat intens dan berkepanjangan. Ini…