Rumah Bupati Kediri Diteror Petasan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Garasi rumah Bupati Kediri yang menjadi sasaran teror petasan oleh oknum tak dikenal.
Garasi rumah Bupati Kediri yang menjadi sasaran teror petasan oleh oknum tak dikenal.

i

Polisi kantongi ciri-ciri pelaku

 

SURABAYAPAGI.COM, Kediri – Aksi terror petasan kembali terjadi. Bahkan kali ini, yang menjadi korban adalah kediaman Bupati Kediri.

Dalam terror tersebut juga disertai nada ancaman yang ditulis di selongsong petasan.

Atas kejadian ini, polisi meminta kepada warga dan sejumlah pihak agar menahan diri dan tidak berspekulasi terkait dugaan terror tersebut.

"Saat ini jangan berandai-andai sehingga tidak bias dan jangan sampai menuduh pihak-pihak yang belum tentu pelakunya. Dengan Scientific Crime Investigation, penyidikan berbasis ilmiah dalam proses pembuktiannya akan dapat membuat terang suatu peristiwa dan tidak berdasar asumsi atau opini," ujar Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono, Minggu (16/8/2020).

Lukman mengatakan, saat ini kasus terror petasan tengah diselidiki petugas. Penyelidikan dilakukan dengan mengumpulkan alat bukti, olah TKP, memeriksa rekaman CCTV, mencari dan meminta keterangan para saksi untuk membuat jelas peristiwa yang terjadi.

Dari hasil olah TKP di lokasi, petugas menemukan pesan ancaman pada selongsong petasan tersebut.

Petasan itu berbentuk tabung dengan diameter 6-7 cm. Sementara panjangnya sekitar 80 cm. Polisi menemukan selongsong petasan tersebut.

Pada selongsong petasan berwarna coklat itu ada pesan tulisan bernada ancaman. Pesan itu diduga ditujukan untuk Bupati Kediri Haryanti Sutrisno dan keluarga.

"KEDIRI MILIK NU, ANGKAT KAKIMU SEBELUM KAMU DAN KELURGAMU KAMI BAKAR !!! NKRI HARGA MATI," ujar Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Gilang Akbar membacakan pesan tersebut, Minggu (16/8/2020).

Selain olah TKP di lokasi kejadian, polisi menyebut juga telah memeriksa sejumlah saksi.

5 orang saksi dan sejumlah rekaman pengawas (CCTV) diperiksa dan dikirim ke Labfor Polda Jatim. AKP Gilang menyebut para saksi yang dimintai keterangan yakni 3 orang anggota Satpol PP kabupaten Kediri dan 2 orang pengaman internal kediaman Bupati Kediri.

"Seusai melakukan olah TKP tadi pagi, kami langsung memintai keterangan dari sejumlah orang. 2 orang pengamanan internal kediaman serta 3 orang anggota Satpol PP. Selain itu sejumlah rekaman kamera pengawas dari beberapa kantor di sekitar TKP juga sedang diperiksa dan dianalisa oleh anggota untuk selanjutnya dibawa ke Labfor Polda Jatim," jelas Gilang. Minggu (16/8/2020).

Sementara itu, Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono mengaku dari identifikasi kamera CCTV baik di rumah Bupati Kediri dan di luar jalan polisi telah berhasil mengidentifikasi ciri-ciri pelaku.

AKP Gilang menambahkan pelaku berjumlah dua orang dengan berboncengan motor.

“Mereka berjumlah dua orang, perawakan gempal, 170 cm, naik motor Vario, tidak ada nopol,” katanya.

“Kita udah dapatkan untuk ciri-ciri pelaku, namun untuk kendaraan pelaku masih ditelusuri karena plat nomornya dicopot sehingga perlu diidentifikasi lebih lanjut,” tambah AKBP Lukman Cahyono.

Saat ditanya apakah ada indikasi pelaku tambahan, AKBP Cahyono mengaku masih mendalaminya.

“Sementara ini kita fokus di dua orang ini sehingga belum bisa dijelaskan berapa orang yang pasti, namun saat ini dua orang yang ada ini akan kita dalami terlebih dahulu,” ungkapnya.

Berita Terbaru

GM For A Day 2026, Ar Vino Rasakan Pengalaman Jadi GM Cilik di Hotel Santika Gresik

GM For A Day 2026, Ar Vino Rasakan Pengalaman Jadi GM Cilik di Hotel Santika Gresik

Sabtu, 25 Jul 2026 21:30 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 21:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Memperingati Hari Anak Nasional, Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026. Program edukatif i…

Sidang Maidi, Rofieq Akui Pernah Setor Rp900 Juta Diduga Sebagian Mengalir Ke APH 

Sidang Maidi, Rofieq Akui Pernah Setor Rp900 Juta Diduga Sebagian Mengalir Ke APH 

Sabtu, 25 Jul 2026 19:50 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 19:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) mencecar saksi Direktur PT Rajawali Indonesia Raya, Moch Rofieq Noe…

Soal Istilah ‘Londo Ireng’, PWI se-Madura Kecam Pernyataan Presiden Prabowo dan Serukan Solidaritas Pers

Soal Istilah ‘Londo Ireng’, PWI se-Madura Kecam Pernyataan Presiden Prabowo dan Serukan Solidaritas Pers

Sabtu, 25 Jul 2026 19:29 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 19:29 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) se-Madura menyuarakan kecaman tegas terhadap pernyataan Presiden Prabowo Subianto, yang…

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat Gelar Pelayanan Publik Terpadu, Pastikan Keamanan Pangan Melalui Forum YASINAN

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat Gelar Pelayanan Publik Terpadu, Pastikan Keamanan Pangan Melalui Forum YASINAN

Sabtu, 25 Jul 2026 16:51 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 16:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumbawa Barat - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,…

Hutan Perhutani di Bukit Angel Ponorogo Terbakar 2 Hektar, Petugas Tidak Ada

Hutan Perhutani di Bukit Angel Ponorogo Terbakar 2 Hektar, Petugas Tidak Ada

Sabtu, 25 Jul 2026 16:05 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 16:05 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Kawasan hutan produktif milik Perhutani di kawasan Bukit Angel, Desa Tulung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, mengalami k…

Elanno Arka Juara Adu Wani Wali Kota Cup 2026, Bidik Prestasi hingga Tingkat Nasional  ‎

Elanno Arka Juara Adu Wani Wali Kota Cup 2026, Bidik Prestasi hingga Tingkat Nasional ‎

Sabtu, 25 Jul 2026 15:00 WIB

Sabtu, 25 Jul 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kerja keras dan latihan rutin membuahkan hasil bagi Elanno Arka Mahasura. Atlet muda binaan IBCA BFC MMA Kota Madiun itu sukses m…