Resesi, Sri Mulyani Optimis Ekonomi RI Tetap Tumbuh

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Uang pecahan Rp2000
Uang pecahan Rp2000

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Jurang resesi semakin terlihat, setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, ekonomi pada kuartal I-2020 tumbuh 2,97�n di kuartal II-2020 kontraksi 5,32%, sehingga secara semester I-2020 mencapai minus 1,24%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan skenario terburuk pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran 0 persen sampai minus 2 persen pada kuartal III 2020. Artinya, Indonesia akan masuk jurang resesi karena mengalami pertumbuhan negatif dalam dua kuartal berturut-turut.

Ani, sapaan akrabnya, mengatakan proyeksi negatif muncul karena pemerintah melihat aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha yang mulai pulih sejak Juni 2020 rupanya belum cukup kuat untuk berlanjut di kuartal III.

Ia bilang ada beberapa sektor usaha yang sudah berbalik positif, namun tidak sedikit yang justru kembali negatif seperti masa pertengahan pandemi virus corona atau covid-19 mewabah di dalam negeri.

"Kami melihat di kuartal III, down side-nya ternyata tetap menunjukkan suatu risiko yang nyata, jadi untuk kuartal III kami outlook-nya antara 0 persen hingga negatif 2 persen. Negatif 2 persen karena ada pergeseran dari pergerakan yang terlihat belum sangat solid, meskipun ada beberapa yang sudah positif," ujar Ani saat konferensi pers virtual APBN KiTa, Selasa (25/8).

Bendahara negara mengatakan pertumbuhan negatif pada kuartal III mungkin terjadi karena tingkat konsumsi masyarakat masih cukup lemah, meski mendapat bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Tingkat konsumsi masyarakat tercatat minus 5,51 persen pada kuartal II 2020.

"Banyak negara kontraksi lebih dalam kayak Spanyol, Malaysia , Filipina Singapur itu tergantung strukktur ekonomi. Sedangkan Indonesia masuk negara ekonimi rendah di Asia karena minus 5,32%," jelasnya.

Kendati demikian, dia optimis konsumsi pemerintah akan tumbuh positif seiring stimulus dan upaya pemulihan ekonomi nasional. Lebih lanjut, untuk keseluruhan tahun ini, Ani memperkirakan ekonomi Tanah Air akan berada di kisaran minus 1,1 persen hingga positif 0,2 persen.

"Kita akan lihat konsumsi 2020 terutama kuartal III dan kuartal IV, apakah mereka bisa kembali pada zona netral minimal atau bahkan sedikit positif," pungkasnya.

Sebelumnya, ekonomi Indonesia sudah terkontraksi 5,32 persen pada kuartal II. Bila ekonomi kuartal III kembali minus, maka Indonesia akan menyusul beberapa negara, seperti Singapura, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat ke jurang resesi. 

Tag :

Berita Terbaru

Semarakkan HUT RI Ke-81, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Ajak Semua Warga Kibarkan Merah Putih

Semarakkan HUT RI Ke-81, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Ajak Semua Warga Kibarkan Merah Putih

Senin, 03 Agu 2026 15:49 WIB

Senin, 03 Agu 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Keprihatinan hingga hari ini masih banyak warga Kota Surabaya yang belum mengibarkan Bendera Merah Putih. Hal ini terungkap di…

Tidak Ada Angin dan Hujan, Rumah Lansia di Ponorogo Tiba-tiba Ambruk

Tidak Ada Angin dan Hujan, Rumah Lansia di Ponorogo Tiba-tiba Ambruk

Senin, 03 Agu 2026 15:23 WIB

Senin, 03 Agu 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Baru-baru ini, rumah lansia di Desa Ngelewan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, tiba-tiba ambruk. Padahal,…

Pemkab Bojonegoro Gelar ‘Gerakan Suka Menanam’, Atasi Kekeringan dan Perluas RTH

Pemkab Bojonegoro Gelar ‘Gerakan Suka Menanam’, Atasi Kekeringan dan Perluas RTH

Senin, 03 Agu 2026 15:18 WIB

Senin, 03 Agu 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar kegiatan Gerakan Suka Menanam di Lapangan Desa…

Harga Daging Sapi di Kota Malang Tembus Rp155 Ribu/Kg, Daya Beli Turut Berkurang

Harga Daging Sapi di Kota Malang Tembus Rp155 Ribu/Kg, Daya Beli Turut Berkurang

Senin, 03 Agu 2026 15:12 WIB

Senin, 03 Agu 2026 15:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti naiknya harga daging sapi di Pasar Besar Kota Malang, Jawa Timur, tembus Rp155 ribu per kilogram, mulai berdampak…

Produksi Panen Tebu Malang Diprediksi Turun 35 Persen, Dipicu Musim Kemarau

Produksi Panen Tebu Malang Diprediksi Turun 35 Persen, Dipicu Musim Kemarau

Senin, 03 Agu 2026 15:07 WIB

Senin, 03 Agu 2026 15:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Minimnya curah hujan membuat petani tebu khawatir hasil panen tahun ini menurun, terutama di wilayah yang masih mengandalkan lahan…

Berkah Kemarau Panjang, Produksi Batu Bata Merah di Madiun Naik 2 Kali Lipat

Berkah Kemarau Panjang, Produksi Batu Bata Merah di Madiun Naik 2 Kali Lipat

Senin, 03 Agu 2026 15:02 WIB

Senin, 03 Agu 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Cuaca panas (kemarau) yang berkepanjangan, membawa berkah bagi perajin batu bata merah di Desa Glonggong, Kecamatan Dolopo,…