Menilik Pembuatan Dompet Kulit Tato di Jombang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pembuatan dompet tato milik Santosdi Kecamatan Perak, Jombang. SP/M. Yusuf
Pembuatan dompet tato milik Santosdi Kecamatan Perak, Jombang. SP/M. Yusuf

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Di dalam sebuah rumah yang sederhana, ada sebuah aktivitas yang dilakukan oleh para pemuda. Mereka sedang fokus mengerjakan sesuatu yang terlihat unik.

Rumah yang di depannya ada sebuah warung ini, terletak di Dusun Ngrandu, Desa Cangkringrandu, Kecamatan Perak, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Yang mana terdapat aktivitas pembuatan dompet.

Nampak empat orang pria sedang sibuk. Ada yang sedang menggambar, ada yang sedang memotong lembaran kulit, serta ada juga yang sibuk menjahit. “Ini proses produksi dompet. Kami biasa menyebut dompet tato,” ujar Santos (28), pemilik bengkel dompet, Sabtu (29/8/2020).

Santos mengatakan, bahwa usaha pembuatan dompet tato ini sudah berjalan sejak tiga tahun lalu. Produknya semua dikerjakan tangan. Dan alat-alatnya pun serba manual.

"Sepertii plong untuk melubangi dan lain sebagainya. Kita juga bagi tugas. Sebelum membuat dompet tato, kami juga pernah membuat tas. Namun seiring berjalannya waktu, muncul ide membuat dompet tato," katanya.

Santos mengungkapkan, bahan yang digunakan yakni dari kulit sapi dari Magetan. Untuk yang polosan, bahannya limbah kulit dari salah satu perusahaan yang belum terkena bahan pewarna kimia.

"Dalam proses pembuatan dompet tato, diawali dengan memotong bahan menjadi persegi dengan berbagai ukuran. Ada dua ukuran dompet yang biasa digunakan. Ada yang model panjang, ada juga yang model pendek kecil,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Santos, proses berlanjut pada penggambaran. Nah dalam proses ini, pihaknya menggunakan metode tato layaknya kulit manusia. Ini yang membuat domoet buatannya berbeda dari lainnya.

“Gambar pola dulu pakai sket bolpoint, kemudian baru digambar dengan jarum. Untuk motif sesuai dengan pesanan. Mulai dari tokoh musik, tokoh nasional, motor, wajah orang hingga sejumlah gambar etnik lainnya," paparnya.

Selama 3 tahun berjalan, pembuatan dompet tato ini, hasil produksinya sudah terjual ke toko oleh-oleh di sejumlah kota, dengan dominasi kota-kota luar jawa.

“Yang selalu ada pesanan itu dari Kalimantan sama Bali. Kalau untuk dua daerah itu motifnya juga kita buat beda, menyesuaikan adat masing-masing,” cetusnya.

Meski dikerjakan manual, dalam sehari Santos dan empat rekannya mampu membuat 10 hingga 15 dompet tato. “Harga mulai dari Rp 100 ribu - Rp 300 ribu. Sesuai tingkat kesulitan pembuatan,” pungkasnya.  suf4

Berita Terbaru

Hari Koperasi Ke-79, Lamongan Gelar Fun Walk Insan Koperasi bersama Mahasiswa Internasional

Hari Koperasi Ke-79, Lamongan Gelar Fun Walk Insan Koperasi bersama Mahasiswa Internasional

Minggu, 26 Jul 2026 18:40 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 18:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Puncak peringatan Hari Koperasi Ke-79 Tahun 2026 di Lamongan digelar berbeda. Sebagai wujud syukur atas perjalanan Gerakan…

Bupati Pasarkan Produk Lokal Lamongan pada Mahasiswa Mancanegara

Bupati Pasarkan Produk Lokal Lamongan pada Mahasiswa Mancanegara

Minggu, 26 Jul 2026 18:38 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 18:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menerima kunjungan 162 partisipan 6th Summer School 2026 Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga dari 43 negara, Bupati…

Jujitsu Wali Kota Mojokerto Cup 2026 Resmi Ditutup, Bantar Angin Raih Juara Umum

Jujitsu Wali Kota Mojokerto Cup 2026 Resmi Ditutup, Bantar Angin Raih Juara Umum

Minggu, 26 Jul 2026 18:22 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 18:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Turnamen Jujitsu Wali Kota Mojokerto Cup 2026 resmi ditutup pada Minggu (26/7), setelah berlangsung selama tiga hari, 24–26 Juli 2…

Dosen Komunikasi: Pernyataan Londo Ireng Perlu Jadi Momentum Perbaikan Komunikasi Publik

Dosen Komunikasi: Pernyataan Londo Ireng Perlu Jadi Momentum Perbaikan Komunikasi Publik

Minggu, 26 Jul 2026 15:40 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 15:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut istilah "Londo Ireng" dalam pidatonya pada puncak Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai K…

Perjuangan Manusia Melawan Kekuasaan Adalah Perjuangan Ingatan Melawan Lupa

Perjuangan Manusia Melawan Kekuasaan Adalah Perjuangan Ingatan Melawan Lupa

Minggu, 26 Jul 2026 15:30 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 15:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Kalimat Milan Kundera itu terasa semakin penting ketika sebuah bangsa mulai berjarak dari peristiwa-peristiwa yang membentuk…

Tingkatkan Perekonomian, Pemkab Sumenep Kembangkan Pertanian Hidroponik

Tingkatkan Perekonomian, Pemkab Sumenep Kembangkan Pertanian Hidroponik

Minggu, 26 Jul 2026 14:48 WIB

Minggu, 26 Jul 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mulai mengembangkan usaha…