Berburu Bonsai di Jombang, Harga Capai Ratusan Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tanaman bonsai milik Suyanto. (SP/M. Yusuf)
Tanaman bonsai milik Suyanto. (SP/M. Yusuf)

i

SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Dimasa pandemi Covid-19 saat ini, ternyata berburu tanaman bonsai masih digemari maayarakat. Seperti halnya tanaman milik Suyanto (54), warga Dusun Jambu, Desa Jabon, Kecamatan Jombang, Jawa Timur. Dari pantauan Surabayapagi.com di rumah Suyanto, dibelakang rumahnya terdapat puluhan koleksi jenis bonsai miliknya.

Dengan telaten, Suyanto merapikan daun dan tangkai tanaman bonsainya. Bapak dua anak ini mengatakan, bahwa untuk perawatan bonsai ini sebenarnya tidak terlalu sulit. Hanya butuh perawatan, seperti diberi pupuk dan mengganti media tanah tiap satu tahun sekali.

"Sebenarnya saya mulai menyukai budi daya bonsai sejak saya duduk dibangku SMP, pada tahun 1984. Ya ikut teman-teman yang suka berburu tanaman," katanya, kepada jurnalis, Sabtu (05/9/2020).

Dari situ, papar Suyanto, dirinya mulai mengenal beberapa jenis tanaman yang tepat. Karena memang tidak semua tanaman bisa dijadikan bonsai, dalam artian memiliki nilai jual yang bagus.

"Lazimnya para pecinta bonsai memilih tanaman atau tumbuhan seperti serut, asam Jawa, kimeng, beringin, hokianti, dan lain-lain. Intinya, memiliki karakter dasar kuat, subur, dan biasanya berdaun kecil," paparnya.

Menurut penjelasan Suyanto, hal itu untuk memunculkan kesan kerdil dari bentuk sebuah pohon besar dan tua. Selain itu, batangnya harus lentur agar mudah dibentuk.

"Makanya setelah melihat tanaman yang cocok, saya selalu memotong batangnya atau menggali untuk diambil batang dan sebagian akar. Setelah itu cikal bakal bonsai ditanam kembali pada pot," jelasnya.

Dalam penanaman ini, lanjutnya, diperlukan kesuburan tanah agar tanaman tidak stres dan akar mudah berkembang. Setelah itu diletakkan di tempat yang tidak secara langsung terkena sinar matahari dan hempasan air yang tidak terlalu kencang agar mudah beradaptasi.

"Peletakan tanaman dilakukan sekitar 2 - 3 minggu untuk benar-benar dipastikan hidup, agar tanaman beserta pot bisa dipindah ke tempat lain dengan sinar matahari langsung," ujarnya.

Suyanto menerangkan, terkait pembentukan tanaman tidak bisa langsung dilakukan. Waktu yang dibutuhkan selama 3 - 8 bulan. Hal itu untuk memastikan tunas baru yang muncul agar bisa langsung dipotong. “Untuk pembentukan bonsai, saya hanya mengandalkan potong tunas.

Dan juga menggunakan kawat khusus dengan ukuran agak besar agar tidak menyiksa tanaman,” terangnya. Intinya, perajin bonsai harus sabar.

Sebab tanaman ini dinilai bukan dari besar atau kecilnya, melainkan bentuknya. Sehingga ada anggapan tanaman semakin tua, semakin mahal. Setelah tunas tersebut dipotong, baru akan menghasilkan cabang yang indah dengan sendirinya. Untuk harga, yang paling murah bonsai dihargai Rp 15 ribu hingga ratusan juta.

”Ini ada satu. Pernah ditawar 50 juta, tapi belum saya kasih. Kalau dilepas saya patok harga Rp 100 juta. Karena usianya juga mencapai 15 tahun,” katanya. Bahkan, tidak hanya lokal Jombang yang menjadi pelanggan bonsai Suyanto ini.

Banyak juga pembeli dari Bali, Jawa Tengah dan lainnya. "Di masa pandemi ini peminat justru lebih banyak. Banyak pemula-pemula ini bermunculan, jadi peminat bonsai ini sangat banyak,” pungkasnya.Suf

Berita Terbaru

Pertegas Visi Kota Agamis, Ini Langkah Tegas Mbak Wali Berantas Peredaran Miras Ilegal di Kota Kediri

Pertegas Visi Kota Agamis, Ini Langkah Tegas Mbak Wali Berantas Peredaran Miras Ilegal di Kota Kediri

Jumat, 12 Jun 2026 20:09 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Menjelang peringatan 1 Muharram yang lekat dengan momen malam 1 Suro, Pemerintah Kota Kediri mengambil langkah agresif untuk menjaga…

Didorong Permintaan AMDK, Kinerja Emiten Kemasan Plastik Menguat di Awal 2026

Didorong Permintaan AMDK, Kinerja Emiten Kemasan Plastik Menguat di Awal 2026

Jumat, 12 Jun 2026 18:54 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 18:54 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Asia Pramulia Tbk mencatat pertumbuhan kinerja pada awal 2026 di tengah prospek positif industri kemasan plastik nasional yang d…

Cari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir Beri Manfaat untuk Warga

Cari Solusi Eks Tanah Ganjaran Sumur Welut, DPRD Surabaya Minta Pemkot Hadir Beri Manfaat untuk Warga

Jumat, 12 Jun 2026 18:28 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 18:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Komisi A DPRD Surabaya memastikan persoalan eks tanah ganjaran Kelurahan Sumur Welut tidak berhenti pada polemik ruilslag yang t…

Wali Kota Mojokerto Ajak Remaja Jaga Kesehatan Reproduksi untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Wali Kota Mojokerto Ajak Remaja Jaga Kesehatan Reproduksi untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Jumat, 12 Jun 2026 16:46 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya dengan pendidikan yang baik, tetapi juga harus didukung…

Tinjau Kesiapan Infrastruktur Kelistrikan, Dewan Komisaris PLN Tekankan Keandalan Sistem Transmisi

Tinjau Kesiapan Infrastruktur Kelistrikan, Dewan Komisaris PLN Tekankan Keandalan Sistem Transmisi

Jumat, 12 Jun 2026 16:30 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 16:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dalam rangka memastikan keandalan sistem kelistrikan serta memantau progres pembangunan infrastruktur strategis ketenagalistrikan, D…

Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025, Pak Yes Pamer Prestasi dan Capaian

Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2025, Pak Yes Pamer Prestasi dan Capaian

Jumat, 12 Jun 2026 16:24 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 16:24 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Rapat paripurna DPRD Lamongan dalam rangka mendengarkan pertanggungjawabkan APBD tahun 2025, pada Jum'at (12/6/2026), menjadi…