Pakai Barcode Palsu, 90 Kilogram Narkoba Keluar Masuk Surabaya-Malaysia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Barcode palsu yang digunakan untuk menandai bahwa isi dari bungkusan Magnesium Chelate berisi narkoba.

Foto: SP/anto
Barcode palsu yang digunakan untuk menandai bahwa isi dari bungkusan Magnesium Chelate berisi narkoba. Foto: SP/anto

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Priyambadha mengungkapkan modus yang digunakan para pelaku untuk dapat mengedarkan narkoba adalah dengan menggunakan barcode alias sensor elektrik.

Ada kode khusus pada bungkus magnesium tanaman yang dikirim dari Malaysia ke Surabaya. Nah, kemasan yang bertanda khusus itulah di dalamnya terdapat narkoba jenis sabu-sabu (SS).

Hal itu diungkapkan setelah pihaknya menemukan adanya kode khusus di kemasan bergambar vitamin tanaman buah ini. Dalam kemasan bertuliskan EDTA-6% Magnesium Chelate ini terdapat sabu seberat 1 kg untuk setiap kemasan 1000 gram.

“Prediksi kita, yang sudah beredar selama 3 bulan, kurang lebih 90 kg. Sebab sekali pengiriman biasanya 8 bungkus atau 8 kg. frekuensinya sebanyak 11 kali selama 3 bulan ini. Kurir diminta mengambil bungkus plastic kklip berlogo dan nama sama, tapi berbeda pada scan barcode,” jelas Kepala BNNP Jatim Bambang, Kamis (10/9/2020) saat dikonfirmasi Surabaya Pagi.

Kemasan magnesium yang berisi narkoba, lanjut Brigjen Bambang, barcode-nya menggunakan stiker kertas. Bukan barcode yang tersablon seperti plastik asli berisi magnesium atau vitamin tanaman buah ini. “Jadi dengan modus itu, tak heran, narkoba jenis sabu hampir 90 kilogram bisa masuk ke Surabaya tanpa terendus. Dan baru kali ini terendus,” ujarnya.

 

Magnesium Samaran

Dari pengungkapan, ruko dua lantai di Jalan Gunung Sari Tambak ini sudah buka tiga bulan terakhir. Selama tiga bulan, terdapat pengiriman puluhan magnesium atau vitamin buah. Jika dalam sepuluh kemasan ukuran 1 kg, terdapat 1 kg sabu, maka diperkirakan sabu yang sudah beredar di Sokobana, Sampang dan Surabaya mencapai 90 kg lebih.

Adalah Septian (24), warga Kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang menjadi kurir sabu sekaligus penjaga ruko. Dia mengaku bahwa ketika ada pengiriman barang beberapa dus, maka seorang berinisial AA yang berada di Malaysia akan menelepon.

Sang bos memberi tahu akan ada yang membeli sampel atau contoh produk vitamin tanaman buah ini. AA juga memberitahu bahwa sampel tanaman yang ternyata berisi sabu ini memiliki barcode stiker tempelan.

 

Dibekuk di Ruko Gunung Anyar

Diketahui sebelumnya, BNNP Jatim menggerebek sebuah ruko yang berada di Puri Gunung Anyar Regency, Surabaya, Rabu (9/9/2020) malam.

Ruko tersebut digerebek diduga karena menjadi transit narkoba yang dikirim dari Malasyia. Dari penggerebekan ini BNNP menyita barang bukti 8 kilogram sabu-sabu yang dikemas dalam kemasan Magnesium Chelate (kalsium tumbuhan).

Dari penggerebekan yang dilakukan BNN Provinsi Jatim, selain mengamankan barang bukti sabu, juga menangkap tiga orang tersangka.

Ketiga tersangka yang berhasil diamankan, masing-masing Septian (24) sebagai penjaga ruko, Ridwan (32) warga Sokobanah Sampang dan Suwoto, (50) warga Jember.

Imbalan Besar

Para tersangka ini mendapat imbalan fantastis dalam mengantarkan sabu. Misalnya saja Suwoto, untuk sekali pengambilan sabu, ia diberi imbalan sebesar Rp 30 juta.

"Imbalan Rp 30 juta. Masalah itu sabu atau ndak saya kurang paham. Saya cuma disuruh ambil saja di sini," ungkap Ridwan.

Sedangkan Septian yang bekerja sebagai penjaga ruko mengaku setiap bulannya diberi upah sebesar Rp 6 juta. Ia mengaku menerima pekerjaan menjaga ruko itu karena usai di-PHK di tempat proyek bangunan. "Sebulan digaji Rp 6 juta. Dapat kerja dari kakak saya yang ada di Malaysia. Saya terima kerjaan kan sekarang susah cari kerja," terang Septian.

Sementara itu, Bambang menambahkan, barang tersebut sebanyak 5 kilogram sudah diambil Ridwan dan dimasukkan dalam speaker yang dibawa. Rencananya, barang itu hendak dikirim ke seseorang di Surabaya dan Sampang sesuai perintah bosnya.

"Dari sini dikirim ke pemesan. Kurirnya diiming-imingi imbalan Rp 30 juta," jelasnya.

Sementara untuk melancarkan bisnisnya, ruko itu juga dilengkapi kamera CCTV yang dipasang mulai di lantai satu hingga lantai dua. "Dari sini diawasi CCTV yang langsung (dipantau) ke Malaysia," tambah Bambang. nt

 

 

 

Berita Terbaru

Solidaritas Jurnalis Jatim, Tuntut Direskrimum Transparan

Solidaritas Jurnalis Jatim, Tuntut Direskrimum Transparan

Rabu, 26 Agu 2026 07:40 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 07:40 WIB

PENAHANAN Raditya M Khadaffi, Pemimpin Redaksi Harian Surabaya Pagi dan pengurus PWI Jatim, ini sudah menjadi persoalan publik. Bukan lagi soal privat Raditya…

Asosiasi Pengusaha Keluhkan Pruduk Impor Ilegal

Asosiasi Pengusaha Keluhkan Pruduk Impor Ilegal

Rabu, 26 Agu 2026 07:38 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 07:38 WIB

SURABAYAPAGI.com – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani mengakui bahwa pasar domestik Indonesia saat ini masih banyak d…

Prabowo, Bermimpi Punya PLTS 100 GWp

Prabowo, Bermimpi Punya PLTS 100 GWp

Rabu, 26 Agu 2026 07:35 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 07:35 WIB

SURABAYAPAGI.com – Presiden Prabowo Subianto akan memulai groundbreaking program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt p…

Menhub Perkuat Pengawasan Keselamatan Transportasi di Kepri

Menhub Perkuat Pengawasan Keselamatan Transportasi di Kepri

Rabu, 26 Agu 2026 07:33 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 07:33 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menginstruksikan peningkatan pengawasan keselamatan transportasi darat, laut, dan udara di K…

Pengembangan Industri Tetap Utamakan Perlindungan Konsumen

Pengembangan Industri Tetap Utamakan Perlindungan Konsumen

Rabu, 26 Agu 2026 07:30 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 07:30 WIB

SURABAYAPAGI.com – Perlindungan konsumen juga perlu diimbangi dengan kemampuan pelaku industri dalam menghadirkan produk da n layanan yang relevan lantaran m…

Pemerintah Klarifi kasi 1.800 Ton Emas Disimpan di Bawah Bantal

Pemerintah Klarifi kasi 1.800 Ton Emas Disimpan di Bawah Bantal

Rabu, 26 Agu 2026 07:28 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com – Pemerintah memberikan penjelasan terkait pernyataan 1.800 ton emas masyarakat disimpan di bawah bantal. Pemerintah menyatakan, istilah t…