5.360 PMI Gagal Berangkat Akibat Pandemi COVID-19

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo.SP/SP
Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo.SP/SP

i

SURABAYA PAGI, Surabaya - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 5.360 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang gagal berangkat ke negara tujuan akibat pandemi COVID-19.

Kepala Disnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo mengatakan gagal berangkatnya para PMI tersebut disebabkan oleh berbagai hal.

"Menurut data hingga saat ini, sebanyak 5.360 PMI gagal berangkat. Umumnya dikarenakan negara tujuan bekerja juga belum bisa membuka akses masuk orang asing," ujarnya kepada Surabaya Pagi, Selasa (15/9/2020).

Himawan juga memaparkan hingga saat ini, jumlah PMI asal Jawa Timur yang tercatat totalnya sebanyak 10.398 orang. Dari jumlah tersebut, ada sebagian PMI yang posisinya sekarang sedang berada di Jawa Timur dan tidak sedang bekerja karena berbagai alasan akibat pandemi.

"Ada sebanyak 3.837 orang memang sudah finish kontrak dan tidak memperpanjang kontraknya sehingga memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya," jelasnya.

Sementara itu, dirinya mengatakan ada 332 PMI yang sedang bermasalah karena terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan 869 PMI juga bermasalah karena dideportasi dari negara tempatnya bekerja.

Kadisnakertrans Jatim ini juga menambahkan jika Pemprov Jatim terus mengawal setiap PMI yang kembali pulang hingga tiba di kampung masing-masing. Setiap PMI yang datang juga dilakukan rapid test dan perawatan jika ada yang positif.

"Mereka nantinya akan dikawal oleh Pemprov (Jatim) sampai pulang ke kampungnya masing-masing. Mereka juga akan rapid test dan diisolasi jika memang positif," pungkasnya. (adt) 

 

Berita Terbaru

AJI dan PFI Surabaya Desak Pembebasan Jurnalis yang Ditahan Israel

AJI dan PFI Surabaya Desak Pembebasan Jurnalis yang Ditahan Israel

Kamis, 21 Mei 2026 20:08 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 20:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Penahanan sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk empat jurnalis, oleh militer Israel memicu perhatian luas. Mereka merupakan b…

Perkuat Mobilitas, Bluebird Kembangkan Layanan Multimoda dan Tambah Armada Listrik

Perkuat Mobilitas, Bluebird Kembangkan Layanan Multimoda dan Tambah Armada Listrik

Kamis, 21 Mei 2026 20:04 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 20:04 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Perusahaan transportasi Bluebird Group terus mengembangkan layanan mobilitas di Surabaya seiring tingginya aktivitas masyarakat di k…

Tingkatkan Mutu dan Kualitas Pendidikan, Pondok Pesantren Sunan Drajat  Luncurkan 12 Modul Pembelajaran

Tingkatkan Mutu dan Kualitas Pendidikan, Pondok Pesantren Sunan Drajat Luncurkan 12 Modul Pembelajaran

Kamis, 21 Mei 2026 18:09 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Langkah besar Pondok Pesantren Sunan Drajat dalam wujudkan Pesantren percontohan, dan meningkatkan kualitas pendidikan terus…

Program CKG, Dinkes Sidoarjo Optimis Target 46 Persen Tercapai

Program CKG, Dinkes Sidoarjo Optimis Target 46 Persen Tercapai

Kamis, 21 Mei 2026 17:38 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 17:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat  untuk memanfaatkan semaksimal mungkin layanan Cek …

PT PAL Indonesia Percepat Produksi LPD, Menko AHY : Bukti Transformasi Industri Maritim

PT PAL Indonesia Percepat Produksi LPD, Menko AHY : Bukti Transformasi Industri Maritim

Kamis, 21 Mei 2026 16:12 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 16:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — PT PAL Indonesia berhasil mempercepat produksi Landing Platform Dock (LPD). Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan K…

Jejak Kontroversial Jayadi: Dari Dukun Sunat, Politisi, hingga Jadi Tersangka Pencabulan Santri di Ponorogo

Jejak Kontroversial Jayadi: Dari Dukun Sunat, Politisi, hingga Jadi Tersangka Pencabulan Santri di Ponorogo

Kamis, 21 Mei 2026 15:08 WIB

Kamis, 21 Mei 2026 15:08 WIB

  SURABAYA PAGI, Ponorogo-Kasus dugaan kekerasan asusila yang menjerat Jayadi (55), pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur'an Raden Wijaya di …