Nota Keberatan RAT Koperasi Pasar Semolowaru, ECJWO: Itu Cuma Akal-Akalan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto: Ketua, Sekertaris koperasi dan Bendahara Koperasi Dadi Rukun (KDR), klarifikasi benar tidaknya layangan surat yang diterima pihak Koperasi. SP/ALQ
Foto: Ketua, Sekertaris koperasi dan Bendahara Koperasi Dadi Rukun (KDR), klarifikasi benar tidaknya layangan surat yang diterima pihak Koperasi. SP/ALQ

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kekisruhan pengelolaan pasar Semolowaru terus berlanjut. Kali ini muncul surat dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Surabaya, kepada ketua Koperasi Semolowaru Dadi Rukun yang merupakan pengelola pasar Semolowaru.

Surat itu bertujuan untuk meminta Koperasi Semolowaru Dadi Rukun, menyelesaikan persoalan nota keberatan hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang diselenggarakan pada 19 September 2020. Nota keberatan RAT itu ditandatangani Koordinator Pengawas Koperasi Semolowaru Dadi Rukun, Soemarni Anto.

Isinya, RAT Koperasi Semolowaru Dadi Rukun dianggap tidak menyelenggarakan rapat dengan demokratis. Penyelenggaraan rapat yang cenderung singkat, dianggap memutus hak aspirasi anggota. Protes melalui nota keberatan ini, langsung diluruskan oleh pihak Koperasi Semolowaru Dadi Rukun. Koperasi bentukan pedagang inipun menampik tuduhan yang tertera dalam nota keberatan RAT.

"Semua sudah sesuai prosedur. Semua pihak kami undang. Mulai dari bu Camat, bu Lurah, semua Transparan," ujar Paul Meindert Budiman Selaku ketua Koperasi Semolowaru Dadi Rukun .Jumat (2/10/2020).

Menurut UU Koperasi no 25 tahun 1992 menjadi landasan penyelenggaraan, pengelolaan, beserta rapat-rapat yang telah dilaksanakan. Malah menurut Paul Meindert Budiman kekisruhan RAT yang dimaksud, justru dimulai saat adanya intervensi dari perangkat Kelurahan Semolowaru hingga Kecamatan Sukolilo.

Dimana pada waktu penyelenggaraan RAT, Camat Sukolilo Amalia Kurniawati hadir sebagai tamu kehormatan dan lang sung menuju ke meja para tamu undangan yang hadir harus mengisi buku tamu persetujuan mengikuti paguyuban pasar.

"Justru itu yang aneh kan? Kami ini mau transparan, baik-baik mengundang dalam RAT, kok malah bu camat intervensi menyuruh pedagang join paguyuban," sambil mengambil daftar hadir undangan peserta koperasi. lanjut Paul yang kerap dipangil Abah Budi. Intervensi itulah ketegangan pedagang yang sudah ikut koperasi dengan sebagian pedagang yang mendukung paguyuban pasar mulai tampak.

Kasus ini juga jadi sorotan East Java Coruption and Judicial Watch Organitation (ECJWO), yang mengendus adanya upaya memecah persatuan pedagang dalam naungan koperasi yang sudah setahun terakhir mengelola pasar Semolowaru.

"Nota keberatan RAT itu akal-akalan saja. Yang tanda tangan keberatan juga hanya sebagian kecil pedagang Semolowaru, bahkan ada yang palsu," Cetus Ketua ECJWO, Miko Saleh, menaggapi kasus ini.

Menurut Miko, pembentukan Koperasi Semolowaru Dadi Rukun, merupakan perwujudan amanat UU Koperasi. "Jadi legal standingnya jelas, bahkan RAT dilakukan itu sudah aturan tata tertib dari Dinas Koperasi, artinya kegiatan ini resmi yang mengelola pasar. Semua tau. Dan ini juga permintaan Bu Wali Kota Risma. Jadi kalau ada yang menuding miring, itu berarti ada maksud menentang UU," agar Pendapatan Asli Daerah pasar Kota Surabaya tidak mau dimasukan dengan gaya dan pola menjual kebijakan serta jabatan, tidak lanjut Miko.

Nota keberatan RAT, lanjut Miko merupakan kelanjutan persekongkolan pihak luar pasar untuk mengajak pedagang ikut paguyuban. "Padahal paguyuban itu tidak resmi. Itu bentukan. Dan ketika pedagamg menolak paguyuban, dan memilih tetap bersama koperasi yang resmi kok malah diotak-atik. Ini ada yang tidak beres," tutup Miko. Alq

Berita Terbaru

Gerak KPK di Madiun Meluas, Geledah Dinkes hingga Datangi TPA Winongo

Gerak KPK di Madiun Meluas, Geledah Dinkes hingga Datangi TPA Winongo

Rabu, 07 Okt 2026 20:35 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:35 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.com, Madiun -  Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengacak-acak Kota Madiun, Rabu (7/10/2026). Kali ini, tim antirasuah mend…

Limbah Usaha Kuliner Resahkan Warga Kejuron, Plt Wali Kota Madiun Ancam Tutup Tempat Usaha Bandel

Limbah Usaha Kuliner Resahkan Warga Kejuron, Plt Wali Kota Madiun Ancam Tutup Tempat Usaha Bandel

Rabu, 07 Okt 2026 20:32 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun tak main-main terhadap pelaku usaha yang merusak lingkungan. Usaha kuliner di kawasan Kejuron…

Semangat Hari Kesaktian Pancasila, PLN UIT JBM Perkuat Keandalan Listrik di Surabaya

Semangat Hari Kesaktian Pancasila, PLN UIT JBM Perkuat Keandalan Listrik di Surabaya

Rabu, 07 Okt 2026 20:02 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 20:02 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Semangat Hari Kesaktian Pancasila diwujudkan PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) melalui aksi nyata menjaga k…

Berburu Kelezatan Autentik Sop Iga dan Rawon Kota Delta di Pawon Jenggolo

Berburu Kelezatan Autentik Sop Iga dan Rawon Kota Delta di Pawon Jenggolo

Rabu, 07 Okt 2026 18:35 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 18:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pawon Jenggolo kembali mencuri perhatian para pencinta kuliner lewat penawaran menu andalan di Lime Restaurant Favehotel Sidoarjo m…

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Diduga Mabuk, Pengamen Asal Pasuruan Aniaya Kakek Penjual Sate Berusia 69 Tahun di Blitar

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:33 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - AK 69 penjual Sate di warungnya, berteriak kesakitan karena terkena tusukan Sajam pada leher kiri dan kepalanya, teriak an Kakek di…

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Serba Serbi Manten Expo Nusantara 2026 Menyala di Lippo Plaza Sidoarjo

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

Rabu, 07 Okt 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pameran pernikahan terbesar dan terlengkap, yang dititel Serba-Serbi Manten Expo Nusantara 2026, sangat memukau dan menyita p…