Pemkot Dinilai Belum Tuntas Tangani Banjir Hingga Kelurahan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Proyek pemasangan box culvert sebagai antisipasi banjir di musim penghujan. SP/Patrik Cahyo
Proyek pemasangan box culvert sebagai antisipasi banjir di musim penghujan. SP/Patrik Cahyo

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengklaim bila telah melakukan antisipasi banjir yang akan memasuki musim pancaroba. Sampai-sampai, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memimpin langsung kerja bakti di beberapa tempat yang menjadi pusat genangan banjir.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) bila sebanyak 22 dump truk telah membersihkan dan mengangkat endapan sampah.

Hal ini, dikatakan oleh Wakil Ketua Komis C DPRD Kota Surabaya, Aning Rahmawati, bila penanggulangan banjir yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya masih belum sepenuh hati. Bahkan, menurut pihak di Komisi C, Pemkot Surabaya dianggap belum memiliki road map penanggulangan banjir hingga di tingkat kelurahan. Ia pun berharap pada saat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2021 ada peta jalan penanggulangan banjir di tingkat kelurahan.

"Belum adanya perda penanggulangan banjir yang bisa mengikat seluruhnya elemen pelaku usaha, pengambil kebijakan dan masyarakat, masih bersandar PD SDMP, sehingga guidance," ungkap Aning, Senin (12/10/2020).

 

Anggaran Rp 500 Miliar

Aning juga mengeluhkan anggaran yang menjalar hampir Rp 500 Miliar atau setengah triliun dan hanya berkutat pada sarana dan prasarana yang belum bertemu pada titik kunci.

"Anggaran penanggulangan banjir yang nilainya mencapai  setengah triliun, masih berfokus pada penambahan sarana prasarana dan pemeliharaannya belum pada titik kunci terselesaikannya banjir, yaitu normalisasi, naturalisasi dan evaluasi secara simultan," keluhnya.

Tidak berimbangnya anggaran penanggulangan banjir sekaligus pembangunan infrastrukturnya, terlihat pada nilai pembangunan dan sarana prasarana pematusan tengah kota senilai Rp 500 Miliar lebih, akan tetapi penanggulangan banjir di pemukiman hanya sekitar Rp 59 M.

Untuk itu, menurut Aning, dengan adanya road map ini, diharapkan tidak terjadi disconnect antara satu kelurahan dengan kelurahan lain, seperti halnya persoalan ketinggian paving antara gang satu dan gang lainnya. "Selain itu, saluran air primer tidak terhubung dengan permukiman, jadi memang perlu peta jalan penanggulangan banjir," ujarnya.

Ia menerangkan selama ini rencana induk (master plan) drainase Kota Surabaya untuk saluran air masih pada tahap primer dan sekunder, belum pada saluran tersier atau saluran lingkungan. Primer ini yang di Dinas Pekerjaan Umum sementara yang sekunder berada di Dinas Cipta Karya. "Ini yang masih belum sinkron. Untuk itu, kami menyarankan Pemkot Surabaya agar membuat rencana induk drainase," kata politikus Partai Keadilan Sejehtara (PKS) ini.

Lanjutannya, kurang seriusnya upaya untuk membuat strategi penanggulangan banjir pemukiman juga terlihat pada minimnya sarpras pengerukan.

"Jumlah si Komo atau alat keruk pemukiman sangat sedikit dibandingkan antrian dari warga yang menggunung di dinas PU untuk minta dikeruk. Artinya banyak saluran pemukiman yang sudah tidak berfungsi karena full sedimen, namun Pemkot belum berhasil untuk menanggulangi karena keterbatasan SDM dan alat," pungkasnya.

 

Pembersihan Boezoem

Sementara, anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Wiliyam Wirakusuma lainnya, melihat, antisipasi banjir yang dilakukan Pemkot sudah dijalankan dengan pembersihan saluran dan boezem. "Kondisi pompa pun sudah dalam keadaan standby dan siap dioperasionalkan. Pada awalnya dibersihkan wilayah-wilayah aliran yang menuju pompa, selanjutnya tentunya juga dibersihkan saluran-saluran lainnya terutama daerah-daerah yang masih ada genangan," ungkapnya.

Menurut Wiliyam pembersihan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota untuk mengantisipasi banjir dengan melakukan pembersihan sebelum memasuki musim penghujan merupakan hal yang wajar.

"Pembersihan memang harus dilakukan sebelum musim penghujan. Termasuk di musim pancaroba karena dengan demikian bisa terdeteksi saluran-saluran yang tersumbat.  Ini juga perlu kerjasama masyarakat untuk juga membersihkan saluran-saluran di wilayah masing-masing, dengan kerja bakti untuk membersihkan saluran. byt

Berita Terbaru

Lismawati: Informasi Pungutan Seragam OSIS dan Pramuka Tidak Benar  ‎

Lismawati: Informasi Pungutan Seragam OSIS dan Pramuka Tidak Benar ‎

Selasa, 07 Jul 2026 16:11 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 16:11 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Dinas Pendidikan Kota Madiun memastikan tidak ada pungutan untuk seragam OSIS dan Pramuka bagi Siswa SD dan SMP. Pemkot Madiun t…

Ali Mufthi Disambut Pencak Silat Khas Bawean, Safari Politik Golkar Dimulai

Ali Mufthi Disambut Pencak Silat Khas Bawean, Safari Politik Golkar Dimulai

Selasa, 07 Jul 2026 16:03 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 16:03 WIB

SURABAYAPAGI.COM, GRESIK – Safari politik DPD Partai Golkar Jawa Timur ke Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, diawali dengan penyambutan budaya yang kental. Ketua D…

Sinergi Pemkab Sumenep Dan Baznas Sejahterakan Masyarakat Melalui Program RTLH

Sinergi Pemkab Sumenep Dan Baznas Sejahterakan Masyarakat Melalui Program RTLH

Selasa, 07 Jul 2026 15:38 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 15:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumenep berkomitmen tingkatkan kesejahteraan…

Keterangan Saksi Dinilai Tak Jelaskan Pokok Perkara, Pengacara Pedagang Minta Kadisdag Bersaksi di PTUN

Keterangan Saksi Dinilai Tak Jelaskan Pokok Perkara, Pengacara Pedagang Minta Kadisdag Bersaksi di PTUN

Selasa, 07 Jul 2026 15:23 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 15:23 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – ‎Sidang pembuktian gugatan 50 pedagang pasar terhadap Surat Keputusan (SK) pencabutan Surat Izin Penempatan (SIP) kios di Penga…

Belasan Tahun Menunggu, Warga Kanigoro Desak Hadirnya SMA Negeri

Belasan Tahun Menunggu, Warga Kanigoro Desak Hadirnya SMA Negeri

Selasa, 07 Jul 2026 15:12 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 15:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Harapan warga Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, untuk memiliki SMA maupun SMK Negeri akhirnya mendapat perhatian dari DPRD J…

Sertijab Pj Kepala Desa Kepada Kepala Desa Terlantik Desa Balongdowo Kecamatan Candi

Sertijab Pj Kepala Desa Kepada Kepala Desa Terlantik Desa Balongdowo Kecamatan Candi

Selasa, 07 Jul 2026 14:46 WIB

Selasa, 07 Jul 2026 14:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Serah Terima Jabatan dari Pj Kepala Desa (Kades) Balongdowo Kecamatan Candi kepada Kepala desa terpilih Moch Yatim, S.A.P.…