Tim IkBar Laporkan Penyebar Video Mobil Kampanye Berisi Gepokan Uang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tim kuasa hukum paslon IkBar, M Sholeh didampingi Ketua Tim Pemenangan, Santoso, Kamis (15/10/2020). SP/Dwy
Tim kuasa hukum paslon IkBar, M Sholeh didampingi Ketua Tim Pemenangan, Santoso, Kamis (15/10/2020). SP/Dwy

i

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Viral video mobil paslon Mojokerto berisi ceceran uang seratus ribuan mulai merembet ke rana hukum. Tim pemenangan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati-Muhammad Al Barra (Ikbar) melaporkan penyebar video tersebut ke tim cyber crime Polda Jawa Timur.

Tim paslon nomor urut satu ini melaporkan akun facebook dengan nama Boga September atas dugaan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik (ITE).

"Kita laporkan atas dugaan pencemaran nama baik. Karena akun tersebut membuat berita hoax atau ujaran kebencian yang merugikan kita," kata tim kuasa hukum Ikbar, M Sholeh didampingi Ketua Tim Pemenangan, Santoso, Kamis (15/10/2020).

Ia menjelaskan, mobil putih Daihatsu Xenia nopol S 1012 SC berwarna putih itu milik Sekretaris DPC Partai Demokrat Kabupaten Mojokerto, Najib Alfalaq yang juga menjabat Wakil Ketua 8 Tim pemenangan Ikbar.

"Mobil itu milik saudara Najib. Dua video digabung menjadi satu yang menurut kita kesannya bahwa mobil itu memang direncanakan untuk membagi-bagikan duit padahal itu adalah dua kejadian yang berbeda," imbuhnya.

Masih kata Sholeh, video yang memperlihatkan calon Wakil Bupati Muhammad Al Barra menyemprot cat ke mobil milik Najib itu berlokasi di Guest House Pacet. Sementara video mobil yang berisi ceceran uang itu diambil di wilayah Dawarblandong.

"Selain tempat pengambilan videonya berbeda, waktu pengambilannya  juga tidak sama. Satunya diambil tanggal 24 September sedangkan satunya lagi tanggal 1 Oktober," urainya.

Sholeh juga menambahkan, tak hanya melaporkan akun FB milik Boga,  pihaknya juga telah melaporkan sejumlah nama yang ikut berkomentar negatif  di postingan tersebut.  

"Yang lainnya ini berkomentar yang nadanya negatif kepada pasangan Ikbar. Diduga dilakukan oleh saudara Boga dan kawan-kawan untuk menggiring opini publik negatif," cetusnya.

Sholeh menuturkan, pelaporan ini ditujukan agar menjadi pembelajaran bagi khalayak, agar lebih berhati-hati dalam mengupload dan berkomentar di medsos.  "Ini tidak hanya soal Pilkada, ini tidak hanya soal politik. Siapapun jangan menghina dengan menulis di medsos, sebab itu dampaknya luar biasa," ujar dia.

Disinggung terkait motif politis adanya keterkaitan terlapor dengan tim paslon lain, Sholeh enggan menjawab. Ia mengaku tidak tahu menahu latar belakang politis si terlapor.

"Saya tidak tahu Boga itu pendukungnya nomor 1, 2, 3. Tetapi secara logika, dia membuat video seperti itu, maka tentu mereka ini adalah lawan politik.  Tetapi penyidik itu tidak bicara motif politiknya. Yang digali adalah motif pidananya bahwa ini ada yang dihina atau sesuatu yang tidak benar di situ tugas penyidik," papar dia.

Sementara itu Ketua Pemenangan paslon Ikbar, Santoso menyebut, viralnya video editan paslon yang diusung Partai Demokrat, Nasdem, Hanura, Gerindra, PKS dan PAN itu sangat merugikan.

"Secara politik kita sangat dirugikan, kita harus banyak menjawab hal-hal yang tidak perlu sehingga kita kehabisan energi hanya untuk mengatasi persoalan-persoalan seperti ini. Kalau tidak ada video itu mungkin kita bisa lebih landing ke masyarakat. Tetapi sekarang dengan adanya video seperti ini kita harus klarifikasi harus macam-macam sehingga itu menguras tenaga kita," pungkasnya. dwy

 

Berita Terbaru

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Resmikan Landfill Mining TPA Ngipik, Bupati Gresik Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Upaya serius mengatasi persoalan sampah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui p…

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Menlu Jelaskan 8.000 Personel TNI Jaga Perdamaian

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global melalui…

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

SBY Pesan, Indonesia Jangan Lugu

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:38 WIB

Sejarah Perang Dunia II, Indonesia Tidak Terlibat Langsung Perang tapi Tetap Terdampak   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden RI ke-6 Susilo Bambang …

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Yaqut Klaim Pembagian Kuota Jaga Keselamatan Jemaah

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:36 WIB

Sidang Praperadilannya Dikawal Puluhan Banser. KPK tak Hadir, Ditunda 3 Maret      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gu…

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Jaksa Tuding Penjualan Laptop Chromebook era Nadiem, Kayak Sedekah

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) heran dengan harga jual laptop Chromebook dari PT Hewlett-Packard Indonesia (HP) lebih murah daripada…

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

KPK Bahas Mitigasi Potensi Risiko Korupsi Program MBG dan Kopdes

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 19:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mitigasi potensi risiko korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, mulai dibahas Tim…