Guru Lansia dan Miliki Komorbid Tak Boleh Mengajar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Simulasi sekolah tatap muka yang digelar beberapa waktu yang lalu.
Simulasi sekolah tatap muka yang digelar beberapa waktu yang lalu.

i

Pemkot Klaim Sekolah di Surabaya Siap Tatap Muka

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengklaim telah menyelesaikan kajian sekolah tatap muka dan memastikan penyesuaian SKB 4 Menteri serta menunggu hasil dari rekomendasi dari gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Surabaya.

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Supomo menyatakan, bahwa kajian sekolah tatap muka telah rampung dan sudah siap. Dalam kajian itu, pihaknya melibatkan pakar epidemiologi dan fakultas kesehatan masyarakat.

"Kajian selesai, kita melibatkan pakar yang berkompeten. Salah satunya kita libatkan pakar dari FKM unair. Beberapa sekolah yang akan kita buka juga sudah kita lakukan verifikasi dan kemudian mereka juga menyesuaikan SOP yg sudah kita buat. Tinggal tentunya ada SKB 4 Menteri, bahwasannya kalau ada sekolah tatap muka zonanya itu harus minimal oranye atau kuning," kata Supomo, kepada Surabaya Pagi, Selasa (20/10/2020).

Menurutnya, bila zona Kota Surabaya sudah menunjukan warna oranye hingga menuju ke kuning, bahkan sudah menyeluruh seperti itu, Dinas Pendidikan akan siap melakukan sekolah tatap muka.

"Sekolah siap, guru sudah kita swab, murid juga kita lakukan swab, pendataan guru-guru yang usia 50 tahun punya komorbid atau tidak, dan sebagainya juga kita lakukan. Kemudian kesiapan sekolah tatap muka bisa kita lakukan sudah final. Tinggal kita menunggu apakah zonanya memungkinkan atau tidak," terangnya.

 

Rekom Satgas Covid-19

Supomo mengaku bila sudah lakukan verifikasi, sebab tidak semua sekolah di buka karena karena beberapa sekolah yang belum sesuai dengan SOP Dinas Pendidikan.

"Untuk sekolah yang buka akan dapat rekomendasi dari satgas Covid-19 kota.  Kalau satgas sudah memberikan rekom ya mereka sudah siap buka," ungkap Supomo.

Sebelumnya ada 19 lembaga pendidikan di Surabaya jenjang SMP baik negeri maupun swasta yang telah dilakukan identifikasi kesiapan pembelajaran tatap muka. Tentunya ke depan jumlahnya akan terus bertambah.

"Ada 19 sekolah SMP yang kita lakukan identifikasi. Sekarang berkembang karena ada sekolah-sekolah yang mengajukan untuk SMP dan SD. Untuk SD kita akan kembangkan karena kondisinya juga sudah berangsur membaik," jelasnya.

Untuk jenjang Sekolah Dasar, Supomo menuturkan bila akan diprioritaskan kepada kelas 6 SD. "SD nantinya untuk kelas besar, kelas 6 pertimbangannya mereka mau lulus. Mereka kita persiapkan sedemikian rupa, karena waktu masuk mereka juga tinggal setengah semester, waktunya pendek," tuturnya.

Namun, Supomo tidak bisa memastikan kapan proses tatap muka akan segera di buka. "Kita tidak bisa memastikan itu, mohon doa restu, mudah-mudahan Surabaya segera masuk ke dalam zona yang memungkinkan untuk membuka sekolah. Tinggal zona tadi, insyaallah kalau sudah kuning akan kita buka. Kita ajukan ke kementerian. Seperti tadi rekom dari satgas covid," pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Senin (19/10/2020), mengatakan sebelum sekolah tatap muka dibuka, seluruh warga di sekolah itu dilakukan pemeriksaan tes usap. Ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka, baik guru, murid maupun pegawai di sekolah.

"Makanya ini kita lagi tes usap semua untuk anak-anak. Kita punya data (kasus COVID-19) sudah mulai turun terus. Anak-anaknya kita tes usap dulu agar tidak membahayakan," kata Risma.

Risma menyebut sebelumnya seluruh guru di Surabaya telah dilakukan tes usap, sedangkan untuk para murid akan dilakukan secara bergiliran. Jika ke depan tren kasus COVID-19 di Surabaya terus membaik, dipastikan sekolah tatap muka bisa segera dibuka.

"Sudah mulai satu bulan yang lalu (swab test). Pokoknya kondisinya bagus kita akan lakukan (sekolah) tatap muka," katanya.

 

Lindungi Lansia dan Komorbid

Meski akan direncanakan sekolah tatap muka, menurut Pakar Epidemiologi Universitas Airlangga Surabaya, Dr. Windhu Purnomo menganalisis, bahwa kota Surabaya masih belum sepenuhnya aman dari Covid-19. Meski sudah ada klaim dari Pemerintah Kota Surabaya banyak yang zero Covid-19, Windhu mengingatkan, Pemerintah harus bisa lebih melindungi para warganya yang sudah lanjut usia dan memiliki penyakit Komorbid.

"Memang (soal klaim Surabaya sudah zero Covid-19). Tetapi itu masih dalam proses tren membaik. Namun, angka kematian masih dikatakan fatal," ungkap Dr. Windhu, kepada Surabaya Pagi, Selasa (20/10/2020).

Apalagi kini ada rencana untuk dilakukan sekolah tatap muka di kota Surabaya. Dimana, tambah Windhu, para guru-guru yang telah berusia lanjut dan memiliki komorbid, harus dilindungi.

"Jadi pemerintah harus melakukan edukasi dan sosialisasi yang lebih pada masyarakat untuk melindungi lansia. Pemerintah juga harus menghimbau lansia agar meminimalisir beraktifitas diluar rumah sampai situasi aman," ungkapnya.

Selain itu, meski dengan mengalami penurunan tren positif covid-19, bukan berarti Pemeritnah merenggangkan peraturan tentang anjuran menaati prokes.  "Hasil dari upaya yang sudah dilakukan pemerintah pantas mendapatkan apresiasi, tetapi tidak bisa dijadikan tolak ukur zero Covid-19 pada setiap kelurahan," tegas pakar Epidemiologi tersebut. byt/mbi/cr4/rmc

Berita Terbaru

Gus Fawait Paparkan Inovasi Layanan Publik di Hadapan Dirjen Otda

Gus Fawait Paparkan Inovasi Layanan Publik di Hadapan Dirjen Otda

Rabu, 21 Okt 2026 08:38 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 08:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah dihadiri oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Dr. Cheka Virgowansyah, S.STP., M.E., dilaksanakan…

Salam Cinta Sasar 10.000 Penerima Manfaat hingga Akhir 2026

Salam Cinta Sasar 10.000 Penerima Manfaat hingga Akhir 2026

Rabu, 21 Okt 2026 08:36 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 08:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember menggelar bakti sosial kesehatan melalui program Jember Cinta Kesehatan di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr.…

Fraksi Gerindra Fokus Fasilitasi Peternak Rakyat di Raperda Hilirasi Peternakan Jatim

Fraksi Gerindra Fokus Fasilitasi Peternak Rakyat di Raperda Hilirasi Peternakan Jatim

Rabu, 21 Okt 2026 08:32 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 08:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur meminta pengembangan hilirisasi peternakan tidak hanya menguntungkan industri pengolahan, t…

Fraksi Demokrat Kawal Raperda Produk Halal Memudahkan UMKM

Fraksi Demokrat Kawal Raperda Produk Halal Memudahkan UMKM

Rabu, 21 Okt 2026 08:29 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 08:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur siap mengawal pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Fasilitasi Pengembangan E…

Dari Uang Jajan hingga Transaksi Digital, Permata CERITA 2026 Bekali Remaja dengan Kecakapan Finansial

Dari Uang Jajan hingga Transaksi Digital, Permata CERITA 2026 Bekali Remaja dengan Kecakapan Finansial

Rabu, 21 Okt 2026 08:20 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 08:20 WIB

Melibatkan lebih dari 500 Employee Volunteers, Permata CERITA 2026 hadir di 24 kota untuk membekali siswa SMP dengan kemampuan mengambil keputusan finansial…

Bela Teman yang Merokok, Siswa Sekolah Rakyat Ditendang dan Dipukul

Bela Teman yang Merokok, Siswa Sekolah Rakyat Ditendang dan Dipukul

Rabu, 21 Okt 2026 07:58 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 07:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Seorang siswa Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Jember diduga menjadi korban kekerasan fisik di lingkungan asrama. Korban disebut…