Dewan Soroti Rusun Pandugo, Pemberian Kunci Dipolitisir

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah.SP/ALQ
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah.SP/ALQ

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kalangan dewan menerima laporan dari masyarakat tentang temuan pemberian kunci rumah susun (rusun) Pandugo diduga dipolitisir. Sebab, pemberian kunci untuk menempati rusun milik Pemkot Surabaya itu dilakukan pada momen kampanye Pilwali Surabaya.

"Informasi yang kami terima mereka banyak yang sudah punya rumah tapi dapat jatah menempati rusun tersebut karena disinyalir mereka tim sukses Eri-Armuji," ujar Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah.

Laila menegaskan, fakta itu menunjukkan ketidak adilan Pemkot Surabaya. Karena tidak diawali dengan survei apakah mereka memenuhi syarat atau tidak. Tetapi yang jelas, apabila sudah memiliki rumah tidak boleh menempati rusun .

"Jadi nantinya akan disalah gunakan dan bisa disewakan, dia dapat keuntungan dari penyewa, padahal rusun itu harusnya diutamakan untuk warga surabaya yang tidak memiliki tempat tinggal,” ujarnya.

Anggota DPRD Surabaya dua periode ini mengatakan, seharusnya Pemkot Surabaya mengutamakan rakyat yang belum memiliki rumah. Sebab, saat ini waiting list atau masyarakat yang antri menempati rusun sekitar 10 ribu KK.

"Pemkot menyakiti hati rakyatnya sendiri, pemkot hanya mengutamakan kepentingam Risma untuk memenangkan Eri-Armuji," ungkapnya.

Menururnya, pembangunan rusun harus menjadi solusi di tengah populasi masyarakat Surabaya yang luar biasa tinggi. Tahun 1945 populasinya hanya berada di kisaran Rp 250 ribu, namun tahun 2020 sudah meningkat pesat menjadi sekitar Rp 3 juta.

"Tapi ya kebangetan, yang punya rumah dikasih, yang benar-benar butuh nggak dapat, apalagi informasinya yang KTP luar Surabaya juga dikasih, saya berharap bu Risma benar-benar mengakhiri jabatannya dengan amanah,” tukasnya.Alq

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…