Sidang Perdana Pra Peradilan Singky Soewadji, Polrestabes Tak Hadiri Sidang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kuasa Hukum Muhammad Sholeh didampingi Singky Soewadji (Kanan), memberikan keterangan kepada media di Ruang Sari 2, PN Surabaya, Senin (2/11). SP/Patrik Cahyo
Kuasa Hukum Muhammad Sholeh didampingi Singky Soewadji (Kanan), memberikan keterangan kepada media di Ruang Sari 2, PN Surabaya, Senin (2/11). SP/Patrik Cahyo

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Sidang Gugatan Pra Peradilan antara Singky Soewadji (pemohon) dan  Polrestabes Surabaya (termohon) dengan nomer : 28/Pid.Pra/2020/PN.Surabaya atas dugaan pemindahan satwa surplus dari KBS menuju Taman Hewan Pematang dalam keadaan sehat, yang digelar di ruang sidang Sari 2, Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (2/11). Sidang pertama tersebut diketuai oleh Hakim Tunggal Sapruddin Sh, Mhum.

Dalam sidang Pra Peradilan tersebut dihadiri pemohon Singky Soewadji didampingi oleh Kuasa Hukum Muhammad Sholeh menghadiri ruang sidang Sari 2. Namun dalam persidangan tersebut Polrestabes sebagai termohon tidak dapat datang di Pengadilan Negeri Surabaya.

Sementara itu, Wartawan Surabaya Pagi menghubungi Kapolrestabes Surabaya, Jhonny Edison Isir, tetapi tidak ada respon. Padahal dalam sidang tersebut sudah hadir Singky Soewadji sebagai pemohon dan Kuasa Hukum menunggu dari pihak Polrestabes Surabaya.

Singky Soewadji selaku Koordinator Aliansi Pecinta Satwa Liar Indonesia (APECSI) yang menghadiri sidang pertama gugatan Pra Peradilan terhadap Polrestabes Surabaya, tidak setuju lantaran dari Laporan Polisi No ; Lp / 87 / A/ II / 2014 /Spkt / Jatim / Restabes Surabaya Di Sp3 oleh Pihak Polrestabes Surabaya.

Berujung Singky Soewadji melakukan pra peradilan seperti yang tertera dalam lampiran paper tersebut Polrestabes diduga melanggar pada Kementerian Kehutanan serta dalam pasal 34 dalam Peraturan Pemerintah RI No 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan jenis tumbuhan dan satwa liar.

Sementara kuasanya Muhammad Sholeh Sh dari Singky Soewadji (Pemohon) mengaku sangat kecewa atas ketidakhadiran dari pihak Polrestabes Surabaya, karena hal ini tidak sekali dilakukan sudah 3 hari tidak hadir dalam persidangan.

Harapan kami ketika sidang itu ditunda maka pihak Polrestabes dapat hadir dan berargumentasi terkait kasus ini mana yang kuat menyatakan pihak yang harus di SP3. Namun sidang kedua tidak hadir, akan disampaikan kepada pihak Hakim bahwa sidang ketiga tetap harus dilaksanakan tanpa kehadiran pihak Polrestabes,”ungkap Kuasa Sholeh.

Hal itu menurut kuasa hukum Muhammad Sholeh, dalam kasus ini terus dipanggil tanpa ada batasan waktu. Dalam kasus tersebut telah menyiapkan ahli pidana maupun ahli konservasi dengan kesimpulan SP3 cacat hukum sehingga harus digugat kembali. “Sidang akan ditunda selama satu minggu menunggu keputusan panitera,” tutur kuasa Sholeh pada Surabaya Pagi.

Perlu diketahui Sidang Praper ini dilimpahkan lantaran Terkait  Kasus Penjarahan 420 Satwa Kebun Binatang Surabaya (KBS) tetap berlanjut.

 Dengan diterbitkannya SP3, pihak Ketum Perhimpunan Kebun Binatang Se Indonesia (PKBSI) Rahmat Shah yang juga pengelolah Taman Hewan Siantar dan Sekjen PKBSI Toni Sumampau mantan Ketua Tim Pengelola Sementara (TPS) KBS yang juga pemilik/direktur Taman Safari Indonesia (TSI) melaporkan saya dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini ke Polda Jatim dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Kemudian, Putusan PN Surabaya dan Mahkamah Agung (MA), saya dinyatakan Bebas Murni. Putusan tersebut berbunyi menyatakan terdakwa Singky Soewadji tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penghinaan atau pencemaran nama baik, sebagaimana yang di dakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum, baik dakwaan ke satu dan dakwaan ke dua Primier maupun Subsidier.

Membebaskan terdakwa oleh karenanya dan seluruh dakwaan tersebut. Mengembalikan nama baik dan memulihkan hak-hak terdakwa dalam kedudukan harkat dan martabatnya. Terakhir, Pertimbangan putusan Bebas Murni yang tertuang dalam penetapan bahwa dalam enam perjanjian pemindahan satwa KBS ditemukan fakta bahwa bertentangan dengan undang-undang.  

Pemindahan satwa KBS ditemukan fakta bahwa bertentangan dengan undang-undang meliputi satwa ditukar dengan uang, mobil, motor, memugar museum dan membangun kandang. Pada saat dibuat perjanjian tersebut ijin Lembaga Konservasi (LK) KBS telah dicabut. Satwa Appendix I diantaranya Komodo dan Orang Utan tidak ada ijin presiden.

Dari Putusan PN dan MA ini maka secara sah telah diakui secara hukum bahwa dalam kasus enam perjanjian tersebut telah terbukti bersalah dan melanggar undang-undang, maka sudah selayaknya gugatan Pra Peradilan di kabulkan dan Polisi harus mencabut SP3 dan membuka kembali kasus Penjarahan 420 satwa KBS, dan menetapkan para tersangka. Dalam kasus ini, menurut Undang – undang Pemerintah RI No 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan jenis tumbuhan dan satwa liar, hanya dapat dipertukarkan atas Seizin dan persetujuan Presiden. Pat

Berita Terbaru

Pembangunan KDKMP Tercepat Nasional, Dandim Lamongan Paparkan Keberhasilannya di Hadapan Presiden dan Petinggi TNI

Pembangunan KDKMP Tercepat Nasional, Dandim Lamongan Paparkan Keberhasilannya di Hadapan Presiden dan Petinggi TNI

Rabu, 04 Feb 2026 19:11 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Komandan Kodim 0812/Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo, terpilih mewakili Kodam V/Brawijaya, mendapatkan penghormatan…

Ini 5 Alasan Mengapa Spek iPhone 16 Pro Max Masih Sangat "Future-Proof" Hingga 5 Tahun ke Depan

Ini 5 Alasan Mengapa Spek iPhone 16 Pro Max Masih Sangat "Future-Proof" Hingga 5 Tahun ke Depan

Rabu, 04 Feb 2026 18:44 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 18:44 WIB

SurabayaPagi.com :  Jika Anda sedang mempertimbangkan untuk memiliki iPhone terbaru, mengetahui harga iphone 16 pro max serta spesifikasinya sangat penting. …

Kejati Jatim Tahan Direktur PT Buana Jaya Surya Kasus Korupsi Pengadaan SMK

Kejati Jatim Tahan Direktur PT Buana Jaya Surya Kasus Korupsi Pengadaan SMK

Rabu, 04 Feb 2026 18:28 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 18:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Upaya penegakan hukum terhadap praktik korupsi di sektor pendidikan kembali menunjukkan perkembangan signifikan. Kejaksaan Tinggi J…

PT Zam-Zam Klaim Sudah Urus Izin, Tapi Dokumen di SIMBG Belum ada Perubahan

PT Zam-Zam Klaim Sudah Urus Izin, Tapi Dokumen di SIMBG Belum ada Perubahan

Rabu, 04 Feb 2026 17:51 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - PT Zam-Zam pengembang perumahan Grand Zam-Zam mengklaim pihaknya sudah mengajukan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk…

Korbinmas Baharkam Polri Perkuat Peran Bhabinkamtibmas di Wilayah Gresik

Korbinmas Baharkam Polri Perkuat Peran Bhabinkamtibmas di Wilayah Gresik

Rabu, 04 Feb 2026 16:46 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Korbinmas Baharkam Polri terus mendorong penguatan peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan kepolisian dalam membangun hubungan y…

Rekomendasi Sepatu Puma Indonesia

Rekomendasi Sepatu Puma Indonesia

Rabu, 04 Feb 2026 16:39 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 16:39 WIB

SurabayaPagi.com :  Puma adalah merek yang berasal dari Jepang dan kemungkinan besar sudah banyak dikenal oleh kalangan masyarakat Indonesia dengan terkenalnya …