Ulus Pirmawan, Petani Lulusan SD yang Sukses Tembus Pasar Internasional

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ulus Pirmawan. SP/ Desy
Ulus Pirmawan. SP/ Desy

i

SURABAYAPAGI.com, Bandung - Ulus Pirmawan adalah seorang petani sukses asal Kampung Gandok, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Ulus yang lahir di Bandung, 16 Februari 1974, ialah anak ketiga dari pasangan Adin dan Juju. Kedua orang tuanya itu merupakan petani yang berhasil mendidik Ulus menjadi sosok petani hebat yang mampu meningkatkan daya saing industri pertanian.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) Ulus sudah turun ke ladang membantu kedua orang tuanya. Ulus melihat kedua orang tuanya menanam tomat dan kentang.

Berbekal pengalaman, Ulus yang hanya bisa menempuh pendidikan sampai tingkat SD kemudian diberi kepercayaan oleh orang tuanya untuk menggarap lahannya sendiri.

Merasa tidak puas dengan hasil yang didapat, Ulus memiliki niat untuk memasarkan langsung produk buncis super yang ditanamnya. Dia mencari pengepul lain yang berani membeli buncisnya dengan harga yang lebih tinggi.

Seiring berjalan waktu, peningkatan harga mulai terasa olehnya. Dampaknya terhadap peningkatan pendapatan. Tidak puas sampai situ, dia kemudian mencari tahu produk pertanian khususnya buncis yang dia jual itu di pasarkan kemana oleh si pengepul.

Setelah rutin mengirim barang ke Pasar Kramat Jati, sekitar tahun 1993 Ulus berinisiatif untuk mengunjungi Pasar Kramat Jati. Di sana dia mencoba mencari jaringan yang bisa menampung buncis super yang dihasilkannya.

Sejak saat itu, dari awalnya petani biasa Ulus bertransformasi menjadi pengepul tanaman buncis yang unggul. Bahkan pengepul yang ada di kampungnya terpaksa gulung tikar karena tidak mampu bersaing dengannya.

"Pengepul di sini yang satu itu jadi kompetitor. Setelah masuk saya, jadi ramai dan peningkatan harga kerasa. Buncis dulu itu dibeli 500 rupiah per kilogram, saya berani sampai 750 rupiah per kilogram," ujar Ulus.

Singkat cerita berkat ketekunan dan rasa penasaran tinggi Ulus berhasil masuk ke pasar internasional. Produk buncis yang dia hasilkan dan kumpulkan mulai diekspor untuk memenuhi pasar Singapura.

Pada 1995 dia kembangkan pasar ekspor. "Awalnya karena pengiriman saya banyak terus 4-5 ton per hari, dampaknya ekportir kekurangan stok barang. Akhirnya salah satu perusahaan mencari buncis ke saya. Dari saat itu saya rutin mengirim ke Singapura," tutur Ulus. 

Atas konsistensi dan keuletannya pada produk pertanian ramah lingkungan dan mencetak pertanian terpadu, ia pun juga masuk dalam lima besar orang yang mendapat penghargaan organisasi pangan dunia (FAO), yang notabene di bawah PBB.

Merasa bahwa sistem pertanian lulusan SD ini dihargai pasar internasional, Ulus bersama kelompok petani Wargi Panggupay mulai melakukan pemberdayaan petani dari awalnya buruh menjadi pengusaha tani.

Tak kurang dari 100 petani yang dulu bekerja padanya, kini telah menggarap lahan sendiri dengan menerapkan sistem pertanian darinya. Dsy1

 

Berita Terbaru

Persela Hajar Persijap 2-0, Yudo Persembahkan Dua Gol bagi Fans dan Istri yang Baru Melahirkan

Persela Hajar Persijap 2-0, Yudo Persembahkan Dua Gol bagi Fans dan Istri yang Baru Melahirkan

Selasa, 03 Nov 2026 22:23 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 22:23 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Lamongan – Persela Lamongan tampil impresif dengan menaklukkan Persijap Jepara 2-0 dalam pertandingan J League 2026 yang berlangsung di S…

Penuh Optimisme Kontingen POPDA Lamongan Siap Borong Medali

Penuh Optimisme Kontingen POPDA Lamongan Siap Borong Medali

Selasa, 03 Nov 2026 21:28 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 21:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Semangat dan optimisme mewarnai pemberangkatan Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Lamongan ke-XV Tahun…

Gugatan Rp21,4 Miliar Mentah! Nany Widjaja Menang, Dalil PT Java Fortis Tak Terbukti di PN Surabaya

Gugatan Rp21,4 Miliar Mentah! Nany Widjaja Menang, Dalil PT Java Fortis Tak Terbukti di PN Surabaya

Selasa, 03 Nov 2026 21:25 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 21:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Gugatan perbuatan melawan hukum (PMH) senilai Rp21,43 miliar yang dilayangkan PT Java Fortis Corporindo terhadap mantan d…

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Diduga Peras Pengusaha, Admin Medsos Ponorogo Jadi Tersangka

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo– Seorang admin media sosial di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, berinisial NR ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ancaman …

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Untuk Hasil Yang Lebih Maksimal, Petani dan Pembudidaya Konvensional di Lamongan Beralih ke AIoT

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 18:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Untuk mencapai hasil yang maksimal di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan secara menyeluruh berhasil, diperlukan inovasi…

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Tanjung Perak Jadi Pilot Project Zero ODOL, Pemerintah Perketat Pengawasan Kendaraan dan Muatan Kapal

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 15:45 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah mulai memperketat pengawasan kendaraan dan barang yang diangkut melalui jalur laut. Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, d…