Bosan Merantau, Kini Sukses Berbisnis Kerupuk Singkong 'Ewong'

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Muhammad Ishak Abdul Aziz. SP/ Desy
Muhammad Ishak Abdul Aziz. SP/ Desy

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Muhammad Ishak Abdul Aziz adalah seorang pengusaha Kerupuk singkong “Ewong” yang ia kembangkan dan inovasi hingga mampu menembus pasar regional.  Penjualannya mampu menjangkau di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat.  Produk Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) ini diproduksi sejak tahun 2000.  “Kami beri nama Ewong, karena memang sesuai nama Dusun kami,” kata Ishak.

Bisnis itu bermula saat Ia merasa bosan karena terus merantau dengan hasil yang masih dibilang kurang. Karena menurutnya bertahan di desa tanpa pekerjaan jelas, sama halnya merawat kemiskinan.

 Bagi pemuda berpendidikan rendah seperti dirinya, profesi apalagi yang terbuka kecuali kuli bangunan di Jakarta. Pekerjaan itu ia lakoni bertahun-tahun hingga membuatnya jenuh.

 Tenaga terkuras habis, namun uang tak pernah terkumpul dari hasil pekerjaan tersebut. Ishak mulai berpikir, bagaimanapun caranya, ia tak harus merantau, namun beroleh penghasilan dari rumah di desa.

 Di tengah kegalauan hidupnya, Ishak melihat potensi panen singkong yang melimpah di desanya. Sementara harga singkong selalu jatuh setiap kali panen raya. Ia berinisiatif mengolahnya untuk meningkatkan nilai jual produk itu.

Tahun 2000, Ishak mengikuti pelatihan pembuatan kerupuk di Malang Jawa Timur sambil menimba ilmu agama di Pondok Pesantren.

Keahlian itu lantas ia aplikasikan di kampung halaman. Ishak menyulap sebagian ruang tempat tinggalnya yang kecil menjadi tempat produksi dengan alat sederhana.

Bahan baku untuk membuat kerupuk tersebut memang berasal dari singkong (ketela). Namun karena cara mengolah dan memasaknya diberi bumbu khusus, maka citarasa kentang akan muncul. “Makanya kerupuk kami dikenal dengan istilah kerupuk singkong rasa kentang,” ujarnya.

Mengenai pemasaran, Ishak mengaku tidak mengalami hambatan. Pasalnya para pembelinya langsung datang ke rumahnya dengan memesannya, sehingga Ishak tinggal mengirim ke alamat para distributor. Respon pasar terhadap kerupuk mentahnya ternyata bagus. Kerupuknya diakui enak dan renyah.

Berkat kegigihan Ishak, usahanya terus berkembang seiring dengan naiknya permintaan. Karena itu, Ishak bisa merekrut banyak pemuda dan ibu rumah tangga di desanya untuk bekerja di pabriknya.

Dari 10 kilogram perhari di awal merintis usaha, kini ia rata-rata memproduksi 1,5 ton singkong pertiga hari. Kerupuk Ewong dikirim ke berbagai daerah hingga Bandung dan Jakarta. Ia bisa menjual 10 ribu bungkus krupuk singkong mentah perbulan dengan harga perbungkus Rp 4500. Pengusaha sukses yang satu ini mampu meraih omzet hingga Rp 45 juta per bulan.

 Ishak kini bukan hanya berhasil mandiri di desa tanpa merantau, namun juga membuat warga lain yang bekerja padanya tak lagi tertarik merantau ke kota.

 Ishak berhasil menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga desa, bahkan yang tenaganya sudah tak laku di luar. Dari puluhan orang yang bekerja dengannya, beberapa di antaranya adalah wanita lanjut usia (lansia). Dsy3


 

Berita Terbaru

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kemampuan literasi anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital. Literasi tidak lagi s…

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Puluhan warga Lingkungan Trunodangsan, Kelurahan Tambakbayan, Kabupaten Ponorogo, menyegel sebuah outlet yang diduga menjual m…

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kendal Tornado FC langsung memasang target tinggi pada laga perdana Pegadaian Championship 2026/2027. Tim asal Kendal tersebut m…

Dukung Kebijakan Ning Ita, Plt Camat Kranggan Siap Aktifkan Siskamling dan Poskamling

Dukung Kebijakan Ning Ita, Plt Camat Kranggan Siap Aktifkan Siskamling dan Poskamling

Jumat, 11 Sep 2026 10:21 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 10:21 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Perangkat RT/RW seluruh Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto diimbau untuk mendukung pengaktifan sistem keamanan lingkungan …