Akademisi Ubaya Berikan Tips Agar Masyarakat Jaga Daya Tahan Tubuh

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto ilustrasi sedia payung disaat hujan.. SP/ Mochammad Kasyfi Fahmi.
Foto ilustrasi sedia payung disaat hujan.. SP/ Mochammad Kasyfi Fahmi.

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Masyarakat diimbau waspadai musim hujan di kala pandemi. dr. Puri Safitri Hanum, Sp.PD bagi tips jaga daya tahan tubuh manusia. Kamis (4/11/2020).

Situasi pandemi di bulan November ini harus lebih diwaspadai. Hal tersebut dikarenakan bulan November yang sedang dilanda cuaca ekstrem dan akan dikunjungi musim hujan dapat berpotensi menyerang daya tahan tubuh manusia. 

Sistem imun atau daya tahan tubuh yang ada dalam diri manusia masih seringkali diabaikan. Sistem imun memiliki peran penting dalam menjaga daya tahan tubuh manusia di musim hujan saat ini.

 “Sistem imunitas pada manusia yang berlapis-lapis berfungsi sebagai pertahanan tubuh dalam melindungi diri dari patogen atau mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit,” ujar dr. Puri Safitri Hanum, Sp.PD., selaku Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya). 

Menurunnya daya tubuh manusia dapat berpotensi terserang penyakit dengan mudah. Khususnya bayi atau anak kecil yang belum tumbuh dengan sempurna dan sedang memasuki tahap perkembangan memiliki sistem imun atau daya tahan tubuh yang lemah. Tak terkecuali pada orang tua, yang mengalami proses degeneratif sehingga menyebabkan sistem imun atau kekebalan tubuh menurun. 

“Rata-rata, orang dewasa muda memiliki sistem imun yang bagus, sehingga mereka akan lebih sehat. Namun, jika mereka memiliki penyakit penyerta atau metabolik seperti diabetes, HIV, dan yang lain maka dapat melemahkan sistem imun sehingga virus atau bakteri lebih mudah menyerang tubuh,” ungkap Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS. Bhayangkara Surabaya tersebut. 

Caption : dr. Puri Safitri Hanum, Sp.PD. SP/ Mochammad Kasyfi Fahmi   

Dosen Fakultas Kedokteran itu juga mengatakan bahwa, masa Pancaroba yang terjadi pada saat ini harus lebih diwaspadai. Karena pada saat musim panas, maka debu kering membawa banyak komponen virus atau bakteri. Sedangkan di musim dingin yang lembab, virus atau bakteri lebih mudah berkembang biak.

Ada beberapa tips yang disampaikan oleh dr. Puri Safitri Hanum, Sp.PD., "Pertama, jangan lupa membawa perlengkapan seperti payung atau jas hujan jika beraktivitas di luar rumah. Kedua, konsumsi makanan empat sehat lima sempurna dengan kandungan gizi dan nutrisi yang mencukupi. Ketiga, istirahat yang cukup di malam hari selama kurang lebih 6-8 jam. Kurangnya tidur dapat menimbulkan stres dan menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Keempat, tetap olahraga minimal 2-3 kali seminggu untuk melancarkan peredaran darah dan oksigen di dalam tubuh. Kelima, boleh mengonsumsi suplemen atau vitamin untuk menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh," jelasnya

dr. Puri Safitri Hanum, Sp.PD., juga memberikan himbauan bagi masyarakat, “Di saat musim hujan seperti ini, masyarakat dapat mengolah jahe atau temulawak secara mandiri menjadi minuman fungsional yang bisa dikonsumsi sebagai suplemen. Jahe dan temulawak ini mengandung zat flavonoid yang baik untuk meningkatkan imunitas tubuh,” pungasnya. mbi

 

 

 

Berita Terbaru

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat kembali menunjukkan hasil…

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai setiap pukul 18.00-20.00 WIB. Dimana…

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat fenomena miris terutama siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah terpaksa menyeberangi sungai naik perahu dan rakit…

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait…

Hadapi Kekeringan 2026, Pemkab Trenggalek Siapkan Inovasi Ketahanan Pangan

Hadapi Kekeringan 2026, Pemkab Trenggalek Siapkan Inovasi Ketahanan Pangan

Selasa, 14 Apr 2026 13:48 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Sebagai upaya menghadapi kekeringan di Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek telah menyiapkan berbagai…

Raup Ratusan Juta, Pemuda di Ngawi Banting Setir dari Montir Jadi Petani Milenial

Raup Ratusan Juta, Pemuda di Ngawi Banting Setir dari Montir Jadi Petani Milenial

Selasa, 14 Apr 2026 13:20 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Di tengah banyaknya generasi milenial yang memilih kerja di kantoran atau kerja lainnya, justru pemuda asal Dusun Klumpit, Desa…