KPU Batasi Awak Media Pada Debat Publik Pilwali Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mahmud Suhermono perwakilan lembaga penyiaran  saat media briefing di kantor KPU Surabaya. SP/Alqomaruddin.
Mahmud Suhermono perwakilan lembaga penyiaran  saat media briefing di kantor KPU Surabaya. SP/Alqomaruddin.

i

 

SURABAYAPAGI, Surabaya - KPU Surabaya membatasi kehadiran massa pada debat publik pasangan calon Pilwali Surabaya tahap pertama yang akan digelar di Ballroom Hotel JW Marriot, Surabaya, Rabu (4/11) malam nanti. 

Debat nanti, akan disiarkan melalui siaran langsung televisi swasta. Sementara awak media lainnya, tidak diperkenankan masuk ke ruangan debat. Hal itu semata-mata menjaga protokol kesehatan.

"Reporter tidak diperkenankan masuk karena prosedur protokol kesehatan. Kami tidak bisa menyediakan tempat. Kalau ada kerumunan nanti akan ditegur satgas Covid," ujar Mahmud Suhermono perwakilan lembaga penyiaran  saat media briefing di kantor KPU Surabaya. 

Ia menjelaskan, pihaknya memperbolehkan beberapa fotografer untuk mengambil gambar saat momen debat publik. Namun, itu pun terbatas dengan sistem bergantian.

"Nantinya kawan-kawan fotografer kita atur per lima orang masuk dengan memakai Id Card untuk mengambil gambar. Waktunya 5  menit," jelas Mahmud.

 Masih di tempat yang sama, Ketua KPU Surabaya, Nur Syamsi menegaskan bahwa pihaknya tidak menyediakan tempat khusus bagi awak media yang ingin meliput kegiatan debat. 

 Namun, ia tidak melarang apabila awak media berkeinginan melakukan wawancara secara doorstop kepada masing-masing paslon setelah kegiatan debat berakhir.

 "Kami tidak menyediakan tempat preskon. Kami tidak punya otoritas untuk di luar ballroom. Mungkin teman-teman media bisa melakukan doorstop saat usai debat," tegasnya.

 Di satu sisi, Syamsi berharap agar pihaknya tetap bisa menjalin kerjasama secara baik dengan awak media di Surabaya.

"Kita berharap support dari teman-teman media di Kota Surabaya tidak berubah dan tidak terpengaruh oleh pandemi Covid-19," tukasnya. Alq

 

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…