Komisi C Pertanyakan Kinerja Pemkot Atasi Penanganan Banjir di Perkampungan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil ketua komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Aning Rahmawati .SP/Alqomaruddin.
Wakil ketua komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Aning Rahmawati .SP/Alqomaruddin.

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Wakil ketua komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Aning Rahmawati mempertanyakan kinerja Pemerintah Kota Surabaya dalam menangani banjir di Surabaya. Dengan sokongan anggaran yang begitu besar namun manfaat belum dirasakan oleh warga Surabaya, khususnya di perkampungan. 

 “Anggaran penanganan banjir  dalam dua tahun ini bisa dibilang besar, setiap tahunya 500 M lebih, namun kenapa masyarakat masih harus menguras rumah, tidak bisa tidur seharian bahkan menjemur kasur saat hujan,” ungkap Aning Rahmawati, Minggu (8/11). 

 Menurut Aning, selama ini, Pemkot Surabaya masih fokus pada pusat kota saja pada taman dan keindahan tengah kota. “Sementara anggaran banjir di pemukiman masih kisaran 50 M, itupun belum dilakukan secara sistematis,” terangnya.  

Aning sangat mengapresiasi program Pasangan Paslon nomer 2 Machfud Arifin-Mujiaman. Menurutnya program 150 juta per RT itu sangat realistis. “Anggaran itu dapat digunakan untuk pembelian alat keruk sedimen saluran yg sudah jadi endapan. Tidak harus antri panjang di PU Bina Marga. 

“Dan masyarakat juga bisa menentukan prioritas anggaran apakah untuk koneksi saluran drainase agar tidak banjir atau yg lainnya,”terangnya. 

 Aning menjelaskan 150 juta per RT baik anggaran maupun proses  pengajuan dan pencairannya sudah dirancang secara jelas dan transparan sejak awal. Baik mekanisme di Musrenbang maupun bentuk konkret kegiatan yang bisa diajukan. 

 “Untuk sampah, jika TPS 3R ada di setiap kelurahan maka zero sampah ke TPA Benowo bisa diwujudkan. Partisipasi masyarakat meningkat, Pemkot bisa fokus pada pembinaan, pelatihan dan pendampingan, tidak perlu lomba-lomba yang gebyar namun tidak berdampak signifikan pada penanganan sampah,” katanya. 

 Aning mengatakan, 2019, 2020 data timbulan sampah tidak berkurang signifikan bahkan naik pada 2019. Banyak anggaran yg bisa dihemat, tidak hanya transportasi pengangkutan, namun pengelolaan di TPA yg mahal dan tidak jelas bisa dihilangkan. 

Sisi lain dari 150 juta per RT adalah pemulihan ekonomi yang signifikan. Karena RT pusat data riil, karena RT pusat solusi riil  masyarakat, karena RT tempat SDM hebat yg siap diberdayakan. 

 “Kolaborasi apik dari perangkat RT dan SDM warga yg berpotensi akan memunculkan partisipasi publik yang tangguh. Selama ini terjadi kegaduhan data di lapangan, karena data yg acak Adul dari pusat dan Pemkot. Di tingkat  RT  ini bisa diatasi, hanya perlu Coach handal untuk mengawal pengembangan potensinya,” katanya. Alq

 

Berita Terbaru

Salah Sasaran Kritik, Pensiunan Satpol PP Gresik Klarifikasi dan Sampaikan Permintaan Maaf kepada Kadishub Khusaini

Salah Sasaran Kritik, Pensiunan Satpol PP Gresik Klarifikasi dan Sampaikan Permintaan Maaf kepada Kadishub Khusaini

Selasa, 17 Mar 2026 14:51 WIB

Selasa, 17 Mar 2026 14:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Polemik video kritik terkait banjir di Terminal Bunder yang sempat ramai di media sosial akhirnya berujung klarifikasi. Muhammad A…

Siap Meluncur di Pasar Eropa, Yamaha Tricity 300 Kini Dilengkapi Sistem Keamanan 'Airbag'

Siap Meluncur di Pasar Eropa, Yamaha Tricity 300 Kini Dilengkapi Sistem Keamanan 'Airbag'

Selasa, 17 Mar 2026 14:14 WIB

Selasa, 17 Mar 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Yamaha, pabrikan otomotif ternama asal Jepang kini baru saja meluncurkan model teranyarnya Yamaha ‘Tricity 300’ yang bekerja sama de…

Kapolres Gresik Tinjau Pasar Jelang Lebaran, Pastikan Stok Bahan Pokok Terkendali

Kapolres Gresik Tinjau Pasar Jelang Lebaran, Pastikan Stok Bahan Pokok Terkendali

Selasa, 17 Mar 2026 14:02 WIB

Selasa, 17 Mar 2026 14:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah p…

Gegara Ngaku Cucu Menteri, BGN Hentikan Sementara 2 Dapur MBG di Ponorogo

Gegara Ngaku Cucu Menteri, BGN Hentikan Sementara 2 Dapur MBG di Ponorogo

Selasa, 17 Mar 2026 13:52 WIB

Selasa, 17 Mar 2026 13:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Baru-baru ini, Badan Gizi Nasional (BGN) merilis penghentian sementara dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan…

Sambut Malam 27 Ramadhan, Tradisi Unik ‘Bi-Bi’ Berebut Jajan-Angpau di Probolinggo Tampak Meriah

Sambut Malam 27 Ramadhan, Tradisi Unik ‘Bi-Bi’ Berebut Jajan-Angpau di Probolinggo Tampak Meriah

Selasa, 17 Mar 2026 13:41 WIB

Selasa, 17 Mar 2026 13:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dalam rangka menyambut malam ke-27 Ramadhan, Warga Kota Probolinggo, memiliki tradisi unik yang dikenal dengan sebutan Bi-Bi-Bi…

Sosok Haji Her 'Sultan Madura', Gelontorkan Zakat Rp 45 Miliar hingga Beri Santunan di 13 kecamatan Pamekasan

Sosok Haji Her 'Sultan Madura', Gelontorkan Zakat Rp 45 Miliar hingga Beri Santunan di 13 kecamatan Pamekasan

Selasa, 17 Mar 2026 13:24 WIB

Selasa, 17 Mar 2026 13:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Banyak yang bertanya-tanya siapa Haji Khairul Umam atau Haji Her? beliau adalah 'Sultan Madura' pemilik PT Bawang Mas yang viral…