Dinilai Los Kemahalan, Pedagang Enggan Menempati

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Foto : Khairudin pedagang di los pasar Ganding sebelum di renovasi, kini tidak memiliki tempat berjualan setelah pasar selesai di renovasi.(ft. Ainur Rahman/ SP)
Foto : Khairudin pedagang di los pasar Ganding sebelum di renovasi, kini tidak memiliki tempat berjualan setelah pasar selesai di renovasi.(ft. Ainur Rahman/ SP)

i

SURABAYA PAGI, Sumenep - Kepala Pasar Ganding Kabupaten Sumenep, Tohawi mengatakan masing -masing pedagang memiliki koordinator Pasar, kalau pedagang bagian timur itu H. Fauzi, sementara koordinator bagian Batu Ampar itu Abu Yazid. Sebelum perencanaan untuk menempati los semua koordinator diajak musyawarah, dengan tujuan agar semua pedagang dapat tertampung.

"Pada awalnya semua pedagang bersepakat untuk menempati los pasar itu di belakang, sehingga dibikin los pasar tersebut. Namun setelah dibikin pihak dari Abu Yazid kurang berkenan dan meminta untuk bikin didepan. Sementara di depannya hanya cukup tujuh belas jadi gak cukup" katanya kepada Surabaya pagi, Senin (9/11).

Kata Tohawi, los yang dibikin tersebut, hanya cukup tujuh belas orang, Ia lupa namanya, “Untuk mengatasi kekurangan tersebut ada seseorang yang ingin meminta langsung ke Kadisperindag, namun tanah yang di depan itu tidak diperkenankan ditempati oleh pak Kadis, jadi sisanya itu tidak memiliki tempat lagi, karena los yang dibelakang sudah ditempati oleh orang lain” tegasnya.

 Di soal, mengenai transaksi jual beli los pasar tersebut, Tohawi mengaku, secara pribadi dirinya kurang banyak tahu sebab bukan ranahnya.

"Saya kurang paham mengenai hal itu, sebab itu bukan ranah saya, jadi saya hanya melakukan kontrol agar semua pedagang itu memiliki tempat berjualan” pungkasnya.

Secara terpisah, Khairudin warga asal Batu Ampar, seorang pedagang yang tidak memiliki los mengakui kalau awalnya berjualan di los Pasar Ganding. “Namun setelah pasar direnovasi keberadaan los dipindah ke belakang, para pedagang pada awalnya mau di belakang, hanya saja oknum pasar yang dipercaya membikin los tersebut memungut tarif Rp. 3 Juta per kavling los ” ujarnya pada wartawan Surabaya pagi ( 9/11) 

Padahal kata dia, untuk bikin kavling sebesar itu kemungkinan 800 ribu maksimal 1 juta, karena dianggap tidak wajar maka kelompok yang H. Fathor memilih untuk tidak bergabung dan meminta agar dibuatkan los lain. "Saya rasa wajar, jika pedagang menolak karena sangat tidak masuk akal, jika los pasar itu dijual belikan oleh oknum pasar, sekalipun alasannya sebatas mengganti biaya pembuatan, jadi teman-teman akan bikin los sendiri, namun saat hendak bikin ternyata ada instruksi dari dinas agar dihentikan dan tidak boleh digarap, jadi pedagang terlantar dan tempat los di belakang itu sudah  ditempati pedagang baru” pungkasnya. Ar 

 

 

 

Berita Terbaru

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto - Merespons keluhan warga terkait kondisi sanitasi yang tidak layak, Pemerintah Kota Mojokerto bergerak menyiapkan solusi bagi …

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…