Pengurus MUI Ajak Ulama, Beri Solusi, Tidak Memfitnah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dalam Munas X MUI 2020, akhirnya menetapkan KH Miftachul Akhar sebagai Ketua Umum MUI Periode 2020-2025. Sp/mui.or.id
Dalam Munas X MUI 2020, akhirnya menetapkan KH Miftachul Akhar sebagai Ketua Umum MUI Periode 2020-2025. Sp/mui.or.id

i

 Tokoh PA 212 Bachtiar Natsir, Yusuf Martak, dan Tengku Zulkarnain, Terpental dari Kepengurusan MUI Periode 2020-2025

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025, tanpa aktivis KAMI Din Syamsudin dan pendukung FPI-Habib Rizieq- PA 212 hilang dari kepengurusan MUI yang baru. Nama-nama Din Syamsuddin, Presidium KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) dan tokoh yang berafiliasi dengan aksi 212 seperti Bachtiar Nasir, Yusuf Martak, dan Tengku Zulkarnain, terpental dari kepengurusan MUI periode 2020-2025.

Bachtiar Nasir, sebelum ini menjabat Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI periode 2015-2020.

Bachtiar dikenal sebagai ulama yang berseberangan dengan pemerintah. Namanya mulai dikenal publik secara luas saat kasus penodaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 2016.

Sedangkan Zulkarnain wakil sekjen pada 2015-2020. Juga Yusuf Muhammad Martak, Ketua GNPF Ulama, gerakan penerus GNPF MUI Bachtiar Nasir.

GNPF Ulama sering bergabung dengan FPI dan PA 212 dalam sejumlah kegiatan beberapa tahun terakhir. Mereka yang menyuarakan Reuni Aksi 212 dan penjemputan Rizieq Shihab dari Arab Saudi.

Martak dalam kepengurusan MUI 2015-2020, tercatat sebagai Bendahara. Dan Din Syamsuddin, menjabat Ketua Dewan Pertimbangan MUI.

 

Kyai dari Surabaya

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) terpilih (periode 2020-2025) KH Miftachul Akhyar. Usai terpilih, pengasuh Pondok Pesantren Miftachussunnah Surabaya ini mengajak seluruh pengurus MUI yang terpilih agar mampu memberikan pencerahan terhadap umat di tengah maraknya disrupsi teknologi dewasa ini.

“Situasi kondisi yang mungkin bisa disebut sebagai zaman disrupsi teknologi merupakan kewajiban kita sebagai pewaris para anbiya, untuk bisa memberikan pencerahan pada umat sekaligus tanggung jawab kita sebagai mitra pemerintah”, tegas kyai dalam sambutannya.

KH Miftachul Akhyar dalam sambutannya menyebut tentang sebuah zaman, yang disebutnya "zaman ketidakpastian".

Sambil mengutip sebuah hadits, KH Miftachul Akhyar mengatakan zaman ini ditandai dengan menipisnya batas antara yang hak dan batil.

"Dalam hadits disebut yaumul haraj, zaman ketidakpastian. Pada zaman itu orang yang membunuh tidak tahu motivasinya membunuh, dan yang dibunuh pun tidak tahu mengapa jadi korban pembunuhan," katanya dalam sambutan di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat kemarin (27/11/2020).

Pada zaman itu, katanya, tidak ada upaya untuk mencari kebenaran yang hakiki. Tidak ada upaya mencari penjelasan, karena yang menjelaskan sudah punah."Akibatnya hoaks jadi acuan. Fitnah dianggap sunah. Ketika ada orang alim yang mencerahkan mengajak untuk meninggalkan fitnah, dia pun dibilang menjalankan fitnah," ungkapnya.

Karena itu, KH Miftahul Akhyar mengajak kembali kepada para ulama untuk kembali kepada nilai-nilai keulamaan, yaitu mengerek bendera Islam secara benar. Bagaimana menyelesaikan masalah dengan cantik.

 

KH Ma'ruf Amin

Kyai Miftahul Akhyar meyakini sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia, MUI akan memberi solusi dengan berbagai kontribusi bagi kehidupan dunia saat ini.

Pria kelahiran tahun 1953 ini menyatakan bahwa dalam berdakwah, haruslah mengajak bukan mengejek. "Dakwah itu merangkul bukan memukul, mendidik bukan membidik, menyayangi bukan menyaingi," ingatnya disambut tepuk riah peserta muktamar.

Karena itu, dalam periode lima tahun ke depan kepengurusan baru, dia mengajak semua pengurus MUI untuk memberikan pelayanan terbaik bagi umat. "Umat menunggu langkah kita," katanya. erk/rmc

 

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…