Diimingi Uang Rp 10 Ribu, Gadis Putus Sekolah Digagahi Tetangga

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya S.IK menunjukkan barang bukti dalam rilis kasus di mapolres Blitar. SP/Les
Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya S.IK menunjukkan barang bukti dalam rilis kasus di mapolres Blitar. SP/Les

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Berbekal rayuan ala DON YUAN dan uang lembaran senilai Rp 10 ribu seorang pria paruh baya ini berhasil gagahi Mawar (bukan nama sebenarnya) yang tak lain tetangganya sendiri.

Atas ulahnya tersebut, pria yang sehari hari sebagai petani ini harus meringkuk di ruang Tahanan Polres Blitar.

Seperti yang di sampaikan Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya S.IK dalam pers release Selasa (1/12) mengungkapkan perbuatan bejat MSR (55) warga Dusun Rejokaton Desa Sumberagung Kec.Gandusari Kab Blitar terhadap Mawar (11) terjadi  sekitar tanggal 23 Oktober 2020 lalu sekitar pukul 10.00 WIB.

MSR mendatangi rumah korban lewat pintu dapur, kebetulan Mawar sendirian di rumah, ketika bertemu, MSR langsung melemparkan rayuanya dan mengiming iming uang Rp 10.000, selang beberapa saat terjadilah perbuatan yang belum layak untuk korban Mawar.

"Awalnya saat korban di rumah sendirian di datangi pelaku ke rumahnya dengan cara mengetuk pintu dapur, setelah dibukakan pintu oleh korban, pelaku langsung masuk sambil merayu dan memamerkan uang, maka terjadilah peristiwa tersebut," kata AKBP Ahmad Fanani.

Ternyata perbuatan MSR tidak berhenti disitu, setelah kejadian pertama kali, pelaku yang sudah mempunyai dua anak ini, kembali melakukan hal serupa. Yakni di tengah sawah dan di belakang rumah korban dengan waktu yang berbeda.

"Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan SA (53) ayah kandung korban, setelah diberitahu oleh Mbah SM (60), karena mengetahui langsung perbuatan MSR terhadap Mawar di belakang rumah korban, dan akhirnya SA ayah korban melapor ke Polres Blitar, kejadiannya itu pada akhir November pukul 11.00 WIB siang," papar AKBP Ahmad Fanani di dampingi Kasat Reskrim AKP Doni Kristian dan Kasubag Humas AKP Imam Subechi.

Sementara pengakuan MSR di depan wartawan, mengaku dirinya hanya coba coba, ternyata korban menuruti, kemauannya, dan terakhir kali dilakukan di belakang rumah korban, kebetulan saksi Mbah SM melihat langsung.

"Saya akui menyesal Pak, saya lakukan baru dua kali di sawah dan di rumah korban sedang yang ketiga di konangi ( diketahui) mbah SM, untuk yang dua kali gagal," Kata MSR di depan wartawan.

Yang menjadi miris Mawar (11) ternyata sudah tidak sekolah sejak kelas 3 SD, karena ketidakmampuan biaya orang tuanya yang sehari hari sebagai buruh cabut rumput di sawah milik tetangganya.

"Setau saya Mawar memang tidak sekolah Pak, makanya saya beri uang, untuk itu saya khilaf Pak dan menyesal,  dengan orang tua Mawar saya kenal," terang MSR.

Kini unit PPA masih terus melakukan pemeriksaan kepada MSR, sedang dari kasus tersebut Unit PPA Reskrim Polres Blitar menyita beberapa pakaian baik milik tersangka maupun Mawar, termasuk hasil Visum sebagai barang bukti.

"Kasus ini kami berharap  semua para orang tua agar mengawasi putra putrinya,sehingga tidak terjadi di kemudian hari kasus serupa, untuk tersangka MSR kita jerat pasal 81- UUPA Nomor 35/2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 5 sampai 15 tahun penjara," pungkas AKBP Ahmad Fanani. Les

Berita Terbaru

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan Program EVplore di Museum dan Galeri SBY-Ani

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan Program EVplore di Museum dan Galeri SBY-Ani

Jumat, 07 Agu 2026 19:38 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 19:38 WIB

SurabayaPagi, Pacitan – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur melalui Unit P…

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kapolres Lamongan yang baru AKBP Adhytiawarman Gautama Putra P.hD menyempatkan diri melaksanakan shalat Ashar berjamaah, bersama j…

Sinergitas Polres Blitar dan Media Demi Kamtibmas yang Kondusif

Sinergitas Polres Blitar dan Media Demi Kamtibmas yang Kondusif

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Kapolres Blitar AKBP Ardy Zuul Hasbih Nasution, S.I.K., M.H., bertatap muka dengan awak media di Blitar Raya pagi tadi di ruang Lo…

Sidang Maidi: Terdakwa Tak Bantah Kesaksian ATM hingga Transfer Jutaan Rupiah

Sidang Maidi: Terdakwa Tak Bantah Kesaksian ATM hingga Transfer Jutaan Rupiah

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Terdakwa Maidi tidak membantah keterangan saksi Siti Ulfasyah terkait pemberian ATM serta transfer uang Rp3 juta hingga Rp10 juta p…

Diancam akan Dibunuh, Korban Dugaan Penganiayaan Kades Kunti Ponorogo Minta Perlindungan Polisi

Diancam akan Dibunuh, Korban Dugaan Penganiayaan Kades Kunti Ponorogo Minta Perlindungan Polisi

Jumat, 07 Agu 2026 17:05 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:05 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum Kepala Desa Kunti, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, terus bergulir. Kali Korban b…

Ponorogo Luncurkan Logo Hari Jadi Ke-530, Usung Simbol Persatuan 

Ponorogo Luncurkan Logo Hari Jadi Ke-530, Usung Simbol Persatuan 

Jumat, 07 Agu 2026 17:02 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:02 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo meluncurkan logo resmi Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-530 yang mengusung tema “Kidung Aruna K…