Muatan tak Sesuai Manifest, Kasih 'Seribu' Saja Beres

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Beberap truk barang sedang diperiksa oleh beberapa petugas sebelum memasuki pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu (6/1/2021).

Foto: SP/Semmy
Beberap truk barang sedang diperiksa oleh beberapa petugas sebelum memasuki pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu (6/1/2021). Foto: SP/Semmy

i

 

Mengintip Pungli di Tanjung Perak

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Rabu (6/1/2021) siang,  suasana di gerbang masuk terminal penumpang Tanjung Perak cukup panas. Seperti biasa, truk pengangkut barang berjejer dengan rapi di sepanjang jalan depan gerbang masuk terminal. Di celah jejeran truk nampak dua orang pria tengah asik mengobrol.

Sebut saja mereka Arif dan Udin (bukan nama sebenarnya). Dua orang ini mengaku berasal dari Bajawa, Flores Nusa Tenggara Timur (NTT). "Bawa muatan pak, isinya ya," kata Arif yang juga adalah sopir truk barang, Rabu (06/01/2021).

Profesi sopir telah dilakoni Arif kurang lebih 15 tahun. Biasanya, ia mengangkut barang dari Surabaya kemudian dikirim ke Bajawa. Lama waktu perjalanan dari pelabuhan Surabaya hingga tiba di pelabuhan Ende memakan waktu kurang lebih 2 hari. "Setelah di Ende, baru kita teruskan perjalanan lagi ke Bajawa," katanya

Mengenai biaya yang dikeluarkan untuk mengantarkan barang dari Surabaya ke Bajawa sendiri kata Arif  berkisar Rp 17 juta hingga Rp 20 juta. "Untuk tiket saja Rp 16 juta pak, solar bisa sejuta, belum lagi kalau ada masalah di jalan," katanya

Kepada Surabaya Pagi, Arif menceritakan bagaimana suka-dukanya dunia pengiriman barang melalui jalur laut. Beberapa tahun yang lalu katanya, seperti biasa ia membawa barang dari Surabaya. Kali ini barang yang dibawanya melebihi jumlah yang terdaftar dalam manifest.

Saat pemeriksaan di pelabuhan, petugas mendapati ketidaksesuaian antara jumlah muatan yang dibawa dengan jumlah muatan yang tertera pada manifest.

"Ya akhirnya kita urus secara damai, kasih seribu atau dua ribu ke mereka (petugas) selesai," katanya

"Seribu ini nol-nya banyak atau seribu biasa?," tanya reporter Surabaya Pagi

"Ya yang nol-nya besar (Rp 1 juta) pak," balasnya.

 "Kalau seribu biasa mana bisa pak, beli rokok saja kurang," tambahnya sembari melepas tawa.

Meski begitu, Arif mengaku kini petugas pelabuhan semakin berintegritas. Metode "diatur secara damai" yang biasa dilakukannya tidak berlaku lagi.

"Sekarang sulit pak, pokoknya ketat. Apa yang ditulis di manifest itu yang dipakai," akunya.

Sebagai informasi, manifest merupakan dokumen yang dibuat oleh pengatur transportasi, berdasarkan surat tanda terima barang, berisi spesifikasi dan jumlah muatan, dan biasanya dibuktikan secara resmi.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) Bea Cukai Tanjung Perak Sulaiman saat dikonfirmasi menyampaikan, tindakan yang dilakukan oleh petugas pemeriksa manifest seperti yang diceritakan Arif bukanlah petugas Bea Cukai.

Bea cukai Tanjung Perak, kata Sulaiman, hanya melakukan pengawasan dan pemeriksaan barang import dan eksport.

"Yang pasti itu bukan (tugas) Bea Cukai. Kita tidak mengawasi barang lokal," kata Sulaiman melalui saluran telpon.

Ia menambahkan Bea Cukai Tanjung Perak secara laanan sangat transparan dan tidak melakukan hal diluar dari integritas ASN. Hal ini dapat dibuktikan dengan raihan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) yang diperoleh sejak tahun 2018 silam.

"Bukan ranah kami, yang pasti otoritas pelabuhan di situ," pungkasnya. sem/cr2/ril

Berita Terbaru

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Kondisi kemarau panjang mendorong sejumlah petani memanfaatkan lahan  pertanian mereka untuk membudidayakan tembakau. Sehingga, Dinas …

Istri Sah Bagus Baru Tahu Suaminya Nikah Siri Dua Tahun, Terungkap pada 10 Oktober‎

Istri Sah Bagus Baru Tahu Suaminya Nikah Siri Dua Tahun, Terungkap pada 10 Oktober‎

Senin, 02 Nov 2026 15:39 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Martha Amalia Iflahah, istri sah Dwi Bagus Martono, mengaku baru mengetahui suaminya memiliki istri siri yang telah dinikahi selama d…

Pemkot Surabaya Target 5 Rumah Pompa Baru Siap Beroperasi 1 Desember 2026

Pemkot Surabaya Target 5 Rumah Pompa Baru Siap Beroperasi 1 Desember 2026

Senin, 02 Nov 2026 15:33 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - menjelang musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengebut penyelesaian lima rumah pompa baru, yang ditargetkan mulai…

Pemkot Surabaya Tanam 4.100 Bibit Cabai, Tekan Kenaikan Harga Jelang Akhir Tahun

Pemkot Surabaya Tanam 4.100 Bibit Cabai, Tekan Kenaikan Harga Jelang Akhir Tahun

Senin, 02 Nov 2026 15:27 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat, menggerakkan masyarakat, kelompok…

Dukung Kesetaraan Gender, Perempuan Bakal Banyak Isi Jabatan Eselon II dan III di Pemkab Ponorogo

Dukung Kesetaraan Gender, Perempuan Bakal Banyak Isi Jabatan Eselon II dan III di Pemkab Ponorogo

Senin, 02 Nov 2026 15:23 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita berencana memperbesar keterwakilan perempuan dalam jabatan strategis di lingkungan Pemerintah K…

Pemkab Ponorogo Gerakkan Mutasi ASN November Ini, BKN Pusat Turun Tangan

Pemkab Ponorogo Gerakkan Mutasi ASN November Ini, BKN Pusat Turun Tangan

Senin, 02 Nov 2026 15:20 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa Timur, mulai menggerakkan penataan birokrasi aparatur sipil negara (ASN) pada awal N…