IDI Soroti Kinerja Menkes Budi Belum Berhasil Tangani Covid-19

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat memberi keterangan usai kedatangan vaksin Sinovac gelombang kedua, pada Januari 2021 lalu. Sp/rtr
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat memberi keterangan usai kedatangan vaksin Sinovac gelombang kedua, pada Januari 2021 lalu. Sp/rtr

i

 

Ketua ProDEM Soroti Pembisik Jokowi, pilih menkes yang tak punya latar belakang kedokteran

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ini sorotan IDI pertama terhadap kinerja Menkes Budi Gunadi Sadikin. Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng Mohammad Faqih menilai, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, pengganti Dr. Terawan, ternyata belum bisa menangani kasus COVID-19 di Indonesia.

Hal tersebut ditandai dari angka kasus positif atau COVID-19 yang terus meningkat setiap harinya.

Kasus Covid 19 per Minggu sore (17/1) mencapai 11.287 kasus. Jumlah pasien sembuh 9.102 orang. Sedang 220 orang meninggal, sehingga total kumulatifnya 25.987 orang.

Sabtu (16/1) ada 14.224 kasus baru COVID-19. Dengan demikian, angka kumulatif kasus positif COVID-19 di Indonesia menjadi 896.642 kasus.

Untuk kesembuhan baru, bertambah 8.662 kasus, sehingga secara kumulatif, ada 727.358 kasus kesembuhan di Indonesia.

Sedangkan angka kematian baru 283 orang meninggal dunia, sehingga secara kumulatif, ada 25.727 orang meninggal dunia akibat COVID-19.

"Saya mendapatkan informasi kalau Menkes ini mendapatkan prioritas dari Presiden itu hanya dua yaitu sukseskan vaksinasi dan penanganan COVID-19. Saya lihat ada akselerasi masalah di vaksinasi tapi penanganan untuk menekan laju infeksi COVID-19 masih belum, karena terus meningkat," kata Iwan Samule, Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) dalam diskusi Populi Center bertajuk "Bagaimanapun, Vaksinasi Sudah Dimulai" secara online, Sabtu (16/01/2021).

 

Pembisik Jokowi Pilih Menkes Non Dokter

Tidak hanya sependapat soal dampak vaksinasi, Iwan Sumule, juga mulai mengamini pertanyaan dari Ribka Tjiptaning yang harus mendapat jawaban. Yaitu soal pembisik Jokowi dalam memilih Menkes non dokter pengganti Terawan Agus Putranto.

Secara khusus, Iwan Sumule menyoroti pernyataan enteng dari Menkes Budi yang menyebut bahwa negara akan menanggung biaya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Sebab, sambung Iwan, pembiayaan berapapun tidak akan mampu membayar nyawa yang hilang.

“Benar juga kata Ribka Tjiptaning, entah siapa pembisik Jokowi, pilih menkes yang tak punya latar belakang kedokteran,” ujarnya.

“Emangnya nyawa orang bisa dibeli gantinya?” demikian Iwan Sumule.

 

Kekhawatiran Vaksin Sinovac

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule saat berbincang, Minggu (17/1).

Mulanya Iwan Sumule mengungkapkan kekhawatirannya dengan vaksin dari Sinovac, China yang digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia. Vaksin yang oleh Ribka disebut sebagai barang rongsokan ini hanya memiliki efikasi sebesar 65 persen.

 

Korban di Norwegia

Sementara di Norwegia (baca “Disuntik Vaksin Pfizer, 29 Warga Norwegia Meninggal, di halaman 1), program vaksinasi yang menggunakan vaksin Pfizer-BioNTech dengan tingkat efikasi yang nyaris sempurna, yaitu 95 persen, telah menyebabkan sebanyak 29 orang yang disuntik vaksin meninggal dunia. “Padahal efikasi Pfizer 95 persen, gimana yang hanya 65 persen. Menakutkan. Iya nggak sih?” ujarnya.

Atas dasar itu, dia menilai protes keras yang disampaikan Ribka saat Komisi IX DPR menjamu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai hal yang dapat dipahami.

Sebab bukan tidak mungkin, vaksinasi yang terkesan terburu-buru dalam mendapatkan izin dari BPOM dan MUI itu bisa menimbulkan efek samping yang lebih berbahaya. “Pantes dr. Ribka Tjiptaning (Fraksi-PDIP) protes keras dan ragu vaksin yang disuntikkan kepada Jokowi. Gimana kalau habis vaksin terus mati macam di Norwegia?” sambungnya.

 

Masih Andalkan Vaksin

Daeng Faqih melanjutkan, sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan COVID-19 dan protokol kesehatan secara budaya. Persoalan obat dan prokes yang dinilai IDI belum bisa membendung dan malah membuat kasus semakin tinggi. Jadi, yang diandalkan untuk mengatasi COVID-19 sekarang hanyalah vaksin.

Ditambahkannya, pemerintah belum bisa mengendalikan angka kasus COVID-19. Masyarakat yang dihimbau pun susah diatur karena budaya Indonesia yang terbiasa bersosialisasi. Ia menyarankan pejabat maupun masyarakat harus bekerja sama dalam hal ini untuk menurunkan angka kasus COVID-19.

"Pejabat publik yang mengambil keputusan harus banyak baca jurnal ilmiah untuk mengatasi COVID-19 ini. Lalu, masyarakat pun sama harus mengakses informasi dari sumber yang terpercaya. Ya contohnya berawal dari atas dulu (pejabat) agar bawahnya (masyarakat) mengikuti," kata dia. n jk/rmc

Berita Terbaru

Program Jember Home Care Jadi Primadona Baru, 82,3% Warga Puas dan Minta Diperluas Jangkauannya

Program Jember Home Care Jadi Primadona Baru, 82,3% Warga Puas dan Minta Diperluas Jangkauannya

Jumat, 04 Sep 2026 10:32 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 10:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Accurate Research and Consuliting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei terbaru kepuasan warga terhadap kinerja Bupati Jember Gus…

Thariq Ungkap Fee Proyek 2,5 Miliar Saat Jadi Saksi Maidi

Thariq Ungkap Fee Proyek 2,5 Miliar Saat Jadi Saksi Maidi

Jumat, 04 Sep 2026 10:29 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 10:29 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kepala Dinas PUPR Kota Madiun Thariq Megah mengungkap dana fee proyek yang terkumpul di lingkungan dinasnya mencapai sekitar R…

27 Ton Bantuan Dikirim dari Jatim ke Flores, Logistik Akan Disebar ke Sejumlah Titik Bencana

27 Ton Bantuan Dikirim dari Jatim ke Flores, Logistik Akan Disebar ke Sejumlah Titik Bencana

Jumat, 04 Sep 2026 10:03 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 10:03 WIB

SurabayaPagi, Sidoarjo – Solidaritas masyarakat Jawa Timur untuk warga terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengalir. Sebanyak 62 m…

Ruben Onsu, Mencak mencak, Disuruh Sarwendah, Tes Kesehatan

Ruben Onsu, Mencak mencak, Disuruh Sarwendah, Tes Kesehatan

Jumat, 04 Sep 2026 08:58 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 08:58 WIB

SURABAYAPAGI.com – Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah soal anak kembali bergulir. Kali ini, pihak Ruben mempertanyakan soal tes kesehatan yang disebut m…

Mantan Jampidsus Main Dengan Sejumlah Bank Lakukan TPPU

Mantan Jampidsus Main Dengan Sejumlah Bank Lakukan TPPU

Jumat, 04 Sep 2026 08:57 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 08:57 WIB

SURABAYAPAGI.com – Kini terungkap ulah mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Kejagung menyebut ada sejumlah perbankan d…

Menkeu Bidik Lima Pegawai Pajak yang Paling Dicuriga

Menkeu Bidik Lima Pegawai Pajak yang Paling Dicuriga

Jumat, 04 Sep 2026 08:55 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 08:55 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk terus membenahi internal serta menindak tegas oknum pegawai di D…