Andi Budi Gagas Yayasan Peradaban Bumi Mataram

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Yayasan Peradaban Bumi Mataram menggelar webinar sebanyak 5 kali. SP/ Al-Qomaruddin
Yayasan Peradaban Bumi Mataram menggelar webinar sebanyak 5 kali. SP/ Al-Qomaruddin

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pandemi covid-19 menjadi momentum orang-orang kreatif untuk menginisiasi gerakan dan kegiatan baru. Salah satunya munculnya Yayasan Peradaban Bumi Mataram yang digagas oleh Dr. Andi Budi Sulistijanto bersama lima sahabatnya.

Lembaga non profit yang bertujuan untuk melestarikan sejarah, budaya, dan adat istiadat nusantara ini digagas hampir setahun lalu atau tepatnya sejak pandemi covid-19. "Sudah setahun, pandemi covid-19 bikin orang kreatif, sehingga muncullah gagasan membuat Yayasan Peradaban Bumi Mataram," ujar Andi Budi, Senin (18/1/2021).

Wakil Ketua Lakpesdam PBNU ini menjelaskan, meski tergolong baru dan lahir di tengah pandemi, beberapa kegiatan sudah berjalan. Pada Desember tahun lalu, pihaknya mengadakan acara Bakti Budaya ke lima situs seperti Prabu Handayaningrat Pengging, makam Ki Ageng Henis Laweyan, Sendang Pangurian Pajang, makam Kyai Sala dalem Keraton Surakarta Hadiningrat , makam Sjech Sulukhi Nganjuk. Selain napak tilas budaya, juga diselenggarakan pemberian tali asih ke juru kunci.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan masukan ke pemerintah, bukan hanya intelektual dan edukasi, pemerintah harus memperhatikan situs yang ada, bukan hanya Borobudur, tapi yang kecil-kecil juga diperhatikan," ungkapnya.

Selain itu, Yayasan Peradaban Bumi Mataram menggelar webinar sebanyak 5 kali. Diantara tema yang dibahas adalah "Peradan Mataram : Konstruksi Sosial, Birokrasi Indonesia, Mataram untuk NKRI", "Peradaban Mataram: Eksistensi Keraton dalam Dimensi Politik, Hukum, Seni dan Budaya", "Struktur Ekonomi Keratan dan Komunikasi Budaya", "Struktur Ekonomi dan Keraton, Sistem Monarki, Nama dan Peradaban Era Pajang dan Mataram", dan "Pengaruh Mataram di Wilayah Nusantara".

Seminar ini menghadirkan pembicara Prof. Burhan Bungin, Prof. Ravik Karsidi, Prof. Gunawan Sumodiningrat, Prof. Sahid Teguh W, Prof.AgusSukristyanto, Prof. Pawito, Prof.Sri Rochana W, Prof.A.Sihabuddin, Dr. Marlinda Irawati, Dr. Emrus Sihombing, Dr. Dedi Kurnia S, Dr. Ayub Muktiono, Dr.Hudi Asrori, KGPAA Dipokusumo, Dr.Arry Basuseno, dan Dr. H.Andi Budi. Sebagai moderator adalah Dr. Arief Akhyat, Novyan Isnaeni, dan Eryana Setyarti,MM.

"Animo masyarakat luar biasa, dari UGM, Ciputra dan seluruh Indonesia narasumber yang ngisi, seminar ini kita kerjasama dengan IQRA. Peserta dari akademisi kampus se Indonesia, perwakilan kementerian dan lembaga-lembaga budaya," jelasnya.

Bendahara IQRA ini mengatakan, seminar ini bertujuan untuk mengakomodir pendapat para tokoh tentang bagaimana budaya nusantara dikembangkan. Berbagai pendapat ini dirumuskan agar bisa menjadi referensi oleh pemerintah.

"Seminar ini dapat apresiasi dari KH. Said Aqil Sirodj, sebagai tokoh ulama, NU dan budaya itu menyatu, satu bagian tak terpisahkan, untuk memperkokoh NKRI budaya harus diperhatikan," tegas Ketua Dewan Pembina Yayasan Peradaban Bumi Mataram ini.

Aktifis kelahiran Surabaya ini mengaku ke depan akan bekoordinasi dengan banyak pihak untuk mensupport warisan budaya nusantara tetap eksis dan banyak diminati oleh generasi muda.

Terpisah, Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Sirodj mengapresiasi dan mendukung webinar yayasan peradaban bumi mataram demi melestarikan budaya, memerkuat budaya, mengawal orisinilitas budaya indonesia. Menurutnya webinar sangat baik dan mulya.

Prof. KH Said mengatakan, selama budaya dipertahankan, maka selamanya NKRI akan utuh dan selamat sampai hari kiamat. Martabat umat bergantung budayanya, jika budayanya kuat dan tinggi, maka martabatnya juga tinggi. Jika budayanya hancur, maka hancurlah martabat itu.

"Oleh karena itu, sekali lagi, sejarah-budaya kita nusantara harus kita lestarikan," ujarnya. Alq

Berita Terbaru

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

DLHKP Kota Kediri Bersih-bersih Cagar Budaya Jembatan Lama

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 21:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri menggelar aksi bersih-bersih di kawasan cagar budaya Jembatan…

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Kurir 1 Kg Sabu Divonis 15 Tahun, 2 Tahun Lebih Ringan dari Tuntutan 

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:58 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Majelis hakim Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Ika Indah Rahmawati (41), terdakwa kasus …

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:47 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto resmi memangkas jam kerja aparatur sipil negara (ASN) selama bulan suci Ramadhan tahun…

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Wamenag Maklumi Orang Makan Siang di Warung saat Ramadhan

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi'i ingin sikap saling menghormati juga timbul dari orang yang berpuasa. Dia…

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

KPK Ungkap Kelihaian Petinggi Bea Cukai Sembunyikan Aset Korupsi

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan koper berisi uang Rp5 miliar terkait kasus dugaan korupsi importasi yang menjerat…

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Nia Daniaty, Dikejar-kejar Korban CPNS Rp 8,1 Miliar

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

Rabu, 18 Feb 2026 18:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penyanyi Nia Daniaty yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-61, berurusan dengan Pengadilan. Saat itu ia rayakan secara…