Kecewa Karena Diobrak Kala Ibadah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wisata Religi Sunan Ampel terpantau sepi pengunjung Senin (18/01/2021) . SP/ MOCHAMMAD KASYFI FAHMI
Wisata Religi Sunan Ampel terpantau sepi pengunjung Senin (18/01/2021) . SP/ MOCHAMMAD KASYFI FAHMI

i

SURABAYAPAGI,Surabaya - Tak seperti sebelumnya, Wisata Religi Sunan Ampel yang biasa dihampiri oleh pengunjung dari luar kota, kini, Senin (18/01/2021) terpantau sepi pengunjung. Tak hanya pengunjung luar kota, bahkan animo pengunjung masyarakat Surabaya juga menurun.

Penggerebekan yang menyita perhatian masyarakat pada Kamis (14/01/2021) malam ternyata meninggalkan bekas luka pada para pedagang di wilayah Makam Sunan Ampel. Pasalnya, Makam Sunan Ampel yang notabenenya ramai pengunjung pada malam hari kini terpaksa harus berhenti beroperasi lebih awal karena kebijakan PPKM pemerintah.

Siang tadi, wartawan Surabaya Pagi melakukan kunjungan dan berinteraksi dengan beberapa pedagang yang merasa dirugikan atas kebijakan PPKM. "Semenjak diobrak, pengunjung makam sangat sepi mas. Nggak siang, nggak malam sama aja sepi nya," ujar Umik, sapaan akrab salah satu pedagang dengan nada lirih.

Umik dan pedagang lainnya tak ingin menyerah, namun kebijakan pemerintah terkait PPKM dianggap melemahkannya. "Kemarin pada takut semua mas pas grebekan. Ada yang memberontak, ada juga yang lari ketakutan," tambah Umik.

Tak hanya itu, sebagai seorang muslimah yang gemar berjamaah di masjid, Umik juga mengeluhkan barisan 'shaf' sholat yang tak lagi rapat. "Padahal kita dituntut untuk merapatkan shaf saat sholat. Terus juga sekarang kalau sholat harus pakai masker. Kalau orang sepuh (berumur) seperti saya ini kan agak susah bernafas mas kalau sholat mengenakan masker," keluh perempuan lansia itu.

Tak hanya Umik, salah satu warga sekitar juga merasa ibadahnya terganggu karena satu dan lain hal. Dirinya merasa miris ketika melihat situasi penggerebekan sangat tegang dan dinilai kurang beretika.

"Kalau memang berniat menjaga, ya silahkan jaga pintu depan dari sore hari dan menghimbau orang-orang untuk tidak masuk makam pada waktu yang telah ditentukan. Menurut saya itu lebih baik daripada tiba-tiba melakukan penggusuran ketika orang-orang sedang fokus beribadah. Apalagi cara ngobraknya seperti itu," paparnya salah satu warga sekitar yang identitasnya tak ingin dituliskan. mbi

Berita Terbaru

Peringati HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur, Pemkot Mojokerto Perkuat Semangat Pembangunan Berkelanjutan

Peringati HUT ke-81 Provinsi Jawa Timur, Pemkot Mojokerto Perkuat Semangat Pembangunan Berkelanjutan

Senin, 12 Okt 2026 15:49 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Lapangan Sasana Praja Abhipraya B…

Lewat Agregator COOSAE, Pemkot Batu Perkuat Akses Pasar Petani Lebih Luas

Lewat Agregator COOSAE, Pemkot Batu Perkuat Akses Pasar Petani Lebih Luas

Senin, 12 Okt 2026 15:47 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna menghubungkan pasokan hasil panen petani dengan pasar modern secara berkelanjutan, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus…

Viral! Aksi Penistiaan Agama, Pemuda di Bondowoso Tempelkan Alat Vitalnya ke Al-Quran

Viral! Aksi Penistiaan Agama, Pemuda di Bondowoso Tempelkan Alat Vitalnya ke Al-Quran

Senin, 12 Okt 2026 15:18 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Baru-baru ini jagad maya dihebohkan dengan unggahan video yang menampilkan pemuda menempelkan alat vitalnya ke kitab suci…

Tekan Penyebaran TBC, Dinkes Ponorogo Gencarkan Skrining X-Ray di 21 Kecamatan

Tekan Penyebaran TBC, Dinkes Ponorogo Gencarkan Skrining X-Ray di 21 Kecamatan

Senin, 12 Okt 2026 15:02 WIB

Senin, 12 Okt 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai langkah strategis dalam mengejar target penemuan 2.499 kasus TBC sepanjang 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo…

Kemarau Panjang, Ribuan Warga di di 7 Kecamatan Ngawi Terdampak Kekeringan

Kemarau Panjang, Ribuan Warga di di 7 Kecamatan Ngawi Terdampak Kekeringan

Senin, 12 Okt 2026 14:54 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi mencatat sebanyak 4.403 jiwa di 21 desa yang tersebar di tujuh kecamatan mengalami…

Dampak Musim Kemarau Panjang, Kasus ISPA di Ngawi Naik hingga 30 Persen

Dampak Musim Kemarau Panjang, Kasus ISPA di Ngawi Naik hingga 30 Persen

Senin, 12 Okt 2026 14:38 WIB

Senin, 12 Okt 2026 14:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Selama musim kemarau panjang, Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah…