SURABAYAPAGI, Surabaya – Anggota Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya, Bagus Nofianto yang kerap disapa Bagoos Belanda mencetuskan branding dengan nama Siaga Kota pada 15 Mei 2017 berawal dari Jiwa seni yang sangat tinggi, hingga di tuangkan pada desain kaos sekaligus logo.
Seiring berjalannya waktu, produknya dipasarkan pada rekan - rekan pemadam dan instansi di jajaran Pemerintah Kota Surabaya khususnya Command Center 112. Memasuki tahun kedua, produknya semakin dikenal hingga masuk ke kalangan relawan hingga eksis.
Akhirnya Bagoos mempunyai ide untuk membuat forum relawan yang dinamakan Siaga Kota Surabaya. Siaga Kota terbentuk pada 28 Juni 2019 mengawali forum yang didalamnya bergerak sebagai relawan kejadian darurat untuk kota Surabaya melalui grup Whatapps.
“Saat ini forum berjumlah sekitar 300 orang tersebut tersebar di seluruh penjuru Kota Surabaya. Tak hanya pemuda, bapak dan kaum perempuan pun masuk dalam forum. Mulai masyarakat umum, karang taruna, komunitas, organisasi relawan, awak media bahkan sampai instansi Pemerintah Kota Surabaya ikut bersinergi dan bersiaga,”ungkap Bagoos saat ditemui di posko Kertajaya, Gubeng, Surabaya, Minggu (31/1).
Adapun kegiatan positif yang dilakukan serta direspon oleh relawan siaga, diantaranya membantu kaum dhuafa yang sakit, pelayanan pengantaran jenazah dalam kota maupun luar kota, pengamanan kecelakaan. Selain itu, pengamanan kegiatan religius, sosial dan kemanusiaan yang dilakukan untuk Kota Pahlawan.
"Semoga dengan hadirnya Siaga Kota Surabaya di tengah masyarakat kota surabaya, bisa menjadikan seluruh lapisan masyarakat turut membantu bersiaga, sehingga Surabaya menjadi kota yang aman, tertib dan bisa diandalkan di Penjuru Nusantara khususnya,”ujar Bagoos selaku Founder Siaga Kota Surabaya.
Ia menambahkan kami menyampaikan ke masyarakat Surabaya, apabila menjumpai kejadian darurat yang membutuhkan bantuan dari jajaran terkait. ”Silahkan menghubungi Command Center 112, selain itu layanan ini gratis sebagai penjembatan 112 dengan memanfaatkan relawan siaga yang tersebar di lapangan untuk mengabarkan kejadian yang darurat,”pungkasnya. Pat
Editor : Mariana Setiawati